
( Kanaya )
" Nay , nanti malam oma ngundang kamu makan malam dirumah " bisik Bastian saat acara peresmian mega proyek baru saja selesai.
" gimana ya Bas , kerjaan ku lagi banyak ni "
" ngak usah ragu , lagian proyek kamu kan udah jebol , anak anak juga butuh istirahat " sela Bastian.
Mata Kanaya sesekali melirik kearah Hilman yang tengah dikerubungi media , sebenarnya sejak tadi dia ingin mendekatibtapi Bastian selalu menempeli.
" buk kami pulang dulu " sapa Cintya berbarengan dengan staff lain.
" oh hati hati , senin kita lanjut "
" baik buk "
" nona Kanaya , selamat , perusahaan anda jadi salah satu yang terpilih " Zefana .
" terima kasih nona Zefana , anda juga Majesti juga berhasil" Naya memperlihatkan senyum merekahnya padahal hatinya malas meladeni wanita sensul didepannya.
" ngomong ngoming , ini pacar anda nona "
" iya kenalkan Bastian Jayles" tanpa diduga Bastian begitu bangga memperkenalkan padahal Kanaya baru ingin membantah.
" oh , selamat , saya Zefana ngak nyangka lo , nona Kanaya sudah memiliki oengeran tampat disisinya , aku aja iri loh "
" ah , ngak juga , saya lah yang bangga menjadi kekesih Kanaya"
" iya juga , nina Kanaya sungguh cantik , pasti anda bahagia kalo begitu saya permisi ingin menyapa klien lain"
" iya sama sama "
__ADS_1
Gadis penuh pesona itu peegi dan malah mengarahkan langkahnya menuju Hilman , membuat Kanaya mau tidak mau melirik.
" Naya , kamu disini , bagaimana apa kamu tertarik"
" eh ada Bastian , kapan pulang dari inggris"
Leonel menyapa.
" seminggu yang lalu "
" oh ya Bas, kapan ni kumpul seperti dulu "
" bisa diatur "
" Nay gimana"
" ngak , gue ngak berminat " Kanaya langsung pergi , dia tidak ingin berlama lama dekat dengan saudaranya , apalagi maranya sudah merah melihat keakrapan Zefana dan Hilman diujung sana.
" El , gue anterin Naya dulu"
" mau kemana Nay , gue anter "
" ngak usah Bas"
" ngak pa pa , gue juga ngak repot kok " Bastian selalu menempel kaya perangko membuat Naya agak gerah , padahal dulu dia begitu suka melihat Bastian begitu bucin padanya sekarang entah mengapa dia terkadang keaal dwngan sifat Bastian yang terllalu aktif.
" gue kw kantor "
" ayok"
tanpa diduga Bastian menyambar jemari Kanaya lalu menuju parkiran, disana sebuah ferari 418 superfast berwarna kuning .
__ADS_1
" ingat nanti malam aku jemput jam delapan"
..
" kamu sudah bahas pesta pernikahan dengan Hilman "
saat Kanaya mendekati Gilbert di ruang buku.
" ngak , kok papa bahas masalah itu"
" kalian kan sudah menikah , ini hampir tiga bulan lo " membalik majalah .
" ya kan ngak gitu juga pa , kami sama sama sibuk " malah mengempeskan pantatnya ke sofa , dia binggung dengan sifat papanya yang berubah .
" semua orang juga sibuk , kan tinggal sewa Wo buat ngurusin , kalian cuma perlu tentuin tanggal"
" ngak semudah itu pa , lagian kami juga ngak begitu dekat "
" kau lucu Nay , kesempatan cuma sekali seumur hidup , ingat Hilman daei kelurga Crowsford , masa depan mu terjamin tujuh turunan"
" papa , aku ngak sematre itu pa "
" bulsiit , apa kamu lupa jika bukan karna Hilman apa ptoyek mu dengan Empiere jebol , ini kesempatan mu apalagi Si pembantu itu sudah kabur"
Gilbert sudah terobsesi semenjak mengetahui jika Hilman bagian dari kelurga Crowsfort , ditambah sebentar lagi dia akan menjadi CEO Empiere state, posisi yang sangat bergengsi .
" pa , apa papa lupa jika kami cuma nikah kontrak " Kanaya kelepasan, dia begitu emosi sampai sampai lupa memgontrol.
Gilbert terdiam sejenak , dia melupakan hal terpenting , apalagi kesepakatan disagkan oleh badan hukum .
" itu masalah gampang , selagi kalian bersatu apalagi memiliki leturunan oto
__ADS_1
matis perjanjian bisa dibatalkan"
" papa" Kanaya langsung pergi , hatinya sudah sakit menyesali sikapnya dulu memaksa Hilman menandatangani Perjanjian , dia menyesal begitu egois , mana peenah dia berfikiran jika Hilman memeiliki pengaruh sebesar ini , jika dia tahu pastinya dia tak mempermasalahkan permintaan kedua orang tuanya .