Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
aman


__ADS_3

“ kamu sabar ya , apapun masalah lo , kami selalu ada kok buat lo “ memberi semangat.


Hilman , Akira dan Zack teman sejak Smp , sebenarnya dulu Akira menyukai Hilman namun tak berbalas karna bagi Hilman persahabatan lebih baik daripada sebuah hubungan .


“ Gimana alatnya “


tanya Akira .


Rendi dan Zack datang


Mereka berdua mengangkat jempol .


“ eh guys , gue balik dulu ya ntar kalo anak anak datang titip salam aja “


“ mu kemana lu kacamata” Tanya Zack .


“ disuruh nyokap pulang “ Naura bergegas turun kelantai bawah karna mobil jemputanya sudah datang.


..


Hilman memilah beberapa buku di perpustakaan kota , kemaren buk Santi memberikan tugas membuat makalah demi menutupi kekurangan nilai . Bagi Hilman lebih baik disuruh lari mengelilingi kampus tiga kali putaran dari pada meringkas .


Beberapa orang berseragam hitam dengan kacamata hitam memasuki pustaka dan memutari seperti mencari sesuatu atau seseorang , para pengunjung panik tapi tak seorangpun berani komplain termasuk pengelola pustaka , Hilman tak begitu mengacuhkan karna tak terlalu mengangunya , beberapa tumpukan buku berjejer dihadapannya lebih menakutkan jika dibandingkan suasana disini.


“ kosong cari area lain “

__ADS_1


“ tadi jelas gue ngeliat dia masuk kedalam “ sangah salah satu dari mereka .


“ kalo gitu lo stand by disini “


Terlihat yang membentak tadi keluar bergegas , diikuti oleh yang lain , sedangkan yang menjawab tadi kembali mengitari seluruh ruangan karna masih penasaran.


Hilman merasa ada yang bergerak dibawah kolong mejanya , pelan pelan dia menunduk .


“ Sssttt” sebuah jari mungil menutup bibir yang kemerahan seperti memberi kode supaya tidak memberi tahu .


Hilman kembali keposisi semula , tak lama , orang tadi berputar dibelakang Hilman dan berhenti , dia menarik hodie Hilman .


“ ada masalah bos “ ujarnya ,dia langsung berdiri sambil membuka Earphone yang masih terpasang , matanya jelas memperlihatkan kekesalan menatap preman yang berdiri dibelakangnya karna sedari tadi pria itu menatapnya terus.


“ maaf salah orang “


“ Makasih ya “ suara dari gadis imut yang baru keluar dari kolong meja Hilman . Untung saja mejanya memiliki sekat tinggi jadi tak begitu terlihat dari sisi depan , dia keluar setelah menerima kode dari Hilman.


“ kabur “


Dia mengangukan kepala , Hilman terpana dengan senyuman gadis yang ada didepanya , bila ditafsir umurnya mungkin seusia adiknya Zarfan.


“ kriiukkk”


terdengar suara yang mengoda mata seketika gadis itu bersemu merah .

__ADS_1


Hilman tersenyum lalu merogoh tasnya dan mengeluarkan beberapa snack dan minuman ringan , gadis itu malu malu memakan nya dengan lahap sambil melirik kekiri dan ke kanan.


" makasih "


“ mau diantar pulang atau pulang sendiri “ Mata Hilman tak lepas dari gerak gerik gadis itu membuatnya sungkan menghabiskan makanan yang ada ditangannya.


“ gue ngak berasal dari kota ini “


Hilman terdiam , menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi.


“ Terus sekarang gimana “


“ ikut kakak boleh “


“ Ngak bisa , kekantor polisi aja gimana “


“ Jangan kak “ karna tergesa dia langsung keselek , Hilman memyodorkan minuman langsung ditengak sampai habis .


“ ikut kakak aja ya , please “ gadis itu menatap denga mata sayu penuh pengharapan . Hilman mengaruk kepalanya memikirkan solusi , ngak mungkin baginya membawa pulang apalagi beberapa waktu belakangan dia malas menginjakan kakinya dirumah , ditempat tinggal sekarang juga ngak mungkin , karna dia numpang sementara diteman papanya.


“ ok , tapi tempat kakak seadanya “


Hilman terfikir kalu ada ada tante Dinda , mereka memiliki anak perempuan , pasti ngak masalah .


Hilman melihat kiri kanan memastikan suasana aman , gadis tadi sekarang mengunakan hodie milik Hilman tadi sekaligus mengunakan masker agar tak di curigai preman tadi .

__ADS_1


Merasa aman Hilman bergegas mengeluarkan motornya diparkiran dan menuju tempat tujuan.


__ADS_2