
bidadari “ gumamnya melihat sosok perempuan yang begitu sempurna , walau berwajah jutek tak mengurangi keangunan dimata Hilman.
“ balik “ Johan memukul pundak Hilman kembali mendaratkan kakiknya ketanah sadar , bergegas kembali ke ballroom mengamankan rekan kerjanya terlihat berbisik bisik.
“ semua kembali ke section masing masing , semua clear dan aman “
Mendengar perintah Hilman , tanpa aba aba mereka kembali bekerja , Ballrom juga cukup tenang tak terganggu dengan lejadian di lantai atas sampai acara selesai.
. .
Hampir tengah malam Hilman dan rekannya bubar karna pekerjaan mereka selesai tinggal yang mendapatkan shift malam melanjutkan , dia tak pulang kerumah yang biasa mereka tempati melainkan ke ruko yang dijadikan usaha sampingan papanya , Zarfan sudah tertidur dikamarnya , Ray menyekat ruang lantai tiga ruko yang berukuran tujuh kali delapan menjadi beberapa kamar untuk dia dan kedua putranya , lantai bawah dijadikan tempat jualan alat alat olah raga karna dibelakang bangunan ada sport center dan sasana tempat berlatih tarung bebas dan bela diri lain, rekan Ray juga berlatih disana begiti juga Hilman dan Zarfan dan lantai dua dihuni oleh rekanya , sebelumnya lantai yang dia tempati dijadikan gudang penyimpanan .
. .
Tak ada suara membahas kejadian kemaren , ataupun berita perceraian papa dan mama mamanya juga tidak menghubunginya beberapa waktu belakangan ini bisa dibilang sudahbtiga bulanereka tidak bertegur sapa karna mamanya jarang diruma dan kalau dirumah dia selalu berangkat pagi pagi pagi sekali sebelum mereka bangun , Zarfan terlihat tak peduli walaupun dia lebih dekat dengan papa namun tak pernah merasa sedikitpun kehilangan mama dari dulu dia memang terkesan cuek dan acuh berbeda dengan Hilman yang kalem .
“ papa mungkin kerja keluar kota selama tiga bulan lagi “ tiba tiba papanya menyela saat makan malam .
“ ya pa “
kami sudah terbiasa ditinggal oapa jika papa bekerja jauh , biasanyapun dirumah mereka bergantiam masak dan membersihkan rumah kadang si mbok tetangga bekerja sebagai burug cuci dan strika dirumah datang tiga kali seminggu , kasang beliau juga ikut masak ,tapi kebanyakan makanan itu dibawa si mbok pulang karna , rata rata kami sering makan diluar kecuali sarapan pagi . mamanya selama ini tidak mau tau soal makanan dan bersih bersih , pintarnya dandan bahkan uang saku kami sudah langsung masuk kerekening dan itupun semuanya berasal dari papa .
__ADS_1
“ kalian baik baik dirumah , kalo ada apa apa jangan sungkan sama tante Dinda “
“ maaf jika keluarga kita jadi begini , papa harap kalian tidak kecewa dengan papa “
Ray menundukan wajahnya ke meja , dia merasa gagal menjadi kepala keluarga , apalagi selama ini dia sudah begitu keras bekerja hingga rumahbyang kami tempati hasil jerih payahnya sendiri .
“ ngak masalah pa , lagian kami juga sudah dewasa dan tak perlu terlalu di perhatikan” jawab Zarfan santai , dia memang selalu cuek apapun masalah yang dihadapi.
“ Apa kalian tak ingin menemui mama kalian “
“ ngak usah pa , toh selama ini dia juga ngak pernah mengangap kami ada “
“ Zarfan “ Hilman menyentuh bahu adik satu satunya itu .
“ Papa ngerti , tapi paling tidak temuilah mama kalian , walaupun tidak bisa memperbaiki hubungan kita tapi kalian harus tetap menjaga silaturahmi kalian “
“ Baik pa , kapan kapan biar kami bicarakan untuk saat ini biarka kami tenang dulu “ ujar Hilman mewakili adiknya.
Hilman dan Zarfan pergi mengendarai kendaran masing masing , Hilman lebih suka dengan motor ktm duke 200 yang dia peroleh saat lulus bangku sekolah atas pemberian papanya dan Zarfan walaupun Smp dia sudah dibelikan papa sebuah motor honda crf 250 karna kebanyakan teman sekolahnya sudah mengendarai motor , dia lebih suka naik kendaraan umum atau dijemput teman , padahal di garasi papa juga sudah menyiapkan kami mobil untuk sehari hari sebuah yaris lawas dan jimny .
..
__ADS_1
Dari tempat tinggal Hilman sekarang dengan kampus lumayan jauh , dia berangkat agak siang karna tidak ada mata kuliah pagi ini , tiba dipersimpangan yang lumayan sepi terlihat gerombolan pemuda sedang berkelahi , Hilman melambatkan motornya karna ingin mengetahui apa sebenarnya terjadi .
“ Zack “ Hilman bergegas turun dan bergegas membantu , Zack dan yosep sedang dikeroyok beberapa preman .
“ Bug “ Hilman mundur dan melindungi kepalanya dari ayunan balok , untung dia mengunakan jaket kulit jadi tak terlalu melukai , Zack yang mendapat angin membalas serangan . Karna Hilman berhenti tadi beberapa pengendara ikut berhenti dan meneriaki pengeroyok . Mereka panik hingga Hilman dapat membalas serangan yang menyebabkan mereka kocar kacir.
“ Lu aman Zack “ Hilman memapah Zack untuk berdiri .
“ gue aman “
“ ada yang pinsan “ teriak beberapa pengendara yang berhenti.
“ tolong pak , antar kerumah sakit “ Zack mendekati Yosep yang masih terkapar , untung saja ada pengendara membawa mobil yang rela mengantarkan Yosep dan Zack.
Hilman mendorong motor Zack le salah satu rumah warga dan menitipkan lalu berangkat menyusul .
“ Lo taho siapa yang nyerang “
“ ngak bro , tapi gue ingat beberapa tampang mereka “ terlihat memendam amarah .
“ oh ya lo istrahat aja dulu , gue harus kekampus soalnya tugas gue deadline ni “
__ADS_1
“Oke bro aman hati hati “
Mereka beradu salam lalu berpisah didrpan ugd .