Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
( alicya ) tas kecil


__ADS_3

Sebelumnya


Alicya menapakan kakinya di Forest city, tujuan terakhir Al kampung halaman papanya yang pernah dia kunjungi saat liburan sekolah menengah pertama sebelum papanya meninggalkan dia untuk selamanya , Alicya menaiki oplet membutuhkan waktu sekitar satu jam dari Forest city menuju Musi river dan sampai menjelang malam untung saja sebelum keluar terminal dia mampir ke atm mengambill uang karna saat sampai di tujuan sudah banyak toko tuutup dan bi Leha kebetulan sedang tidak ada dirumah .


“ numpang tanya pak , bi leha nya kemana ya “ Al bertanya pada pedagang yang berjualan disebelah rumah bi Leha .


“ katanya ke Gayo non , kalo boleh tahu non ini siapa ya “ tanyanya karna baru pertama kali melihat Al.


“ Saya keponakan nya bi Leha pak dari paradise island “ sopan.


“ ooo keponakan yang mana ya “ ragu .


“ Anaknya pak samsul kakak tertua bi Leha “ al menyebutkan nama ayah nya.


“ oo anaknya si samsul yang sopir itu ya , saya kenal “ dia tersenyum sumingrah .


“ kebetulan kami teman waktu kecil dulu “ dia terbayang masa lau .

__ADS_1


“ Iya pak saya putri pak samsul , kalo boleh tahu kapan bi Leha balik pak “ Alicya merasa senang kerna merasa ada yang mengenal ayahnya di sini .


“ mungkin lusa nak “


Alicya tertegun , dia begitu cemas karna haribsudah malam dan tidak tahu dimana dia bisa istirahat malam ini.


“ pak ada penginapan dekat sini ngak pak “ tanya Al setelah lama menimbng kemana dia harud pergi lagi padahal badanya sudah lelah .


“ ada non di perempatan , eh bentar ya non biar saya antar “ bapak tadi berjalan kebelakang memangil seseorang lalu seorang perempuan setengah baya mengiringi .


“ Mbok saya antar ponakannya si Zuleha dulu ke penginapan “


“ ngak pa pa non , sebaiknya saya antar , biar dikira keluarga , soalnya ngak aman kalo sendirian “ ujarnya tanpa menjelaskan sambil mengeluarkan motor.


“mari non “


“ iya pak , maaf sebelumnya merepotkan “ Al naik bangku belakang .

__ADS_1


“ ton masih ada kamar ngak “ pak Nasir membangunkan seseorang disofa .


“ masih mak , mak mau nginap “ dia terkejut sambil mengucek mata , apalagi sambil membawa gadis muda .


“ ngak buat keponakan mamak ni kamar 204 ya “ pinta pak nya langsung .


“ Ni mak “


“ berapa semalam bang “ Al merogoh dompetnya .


“ dua ratus non “


“ serarus lima puluh semalam Al “ Nasir menahan tangan Al yang mengnyerahkan uang


“ bayar dua malam dulu , lusa bibi mu datang , nanti biar mamak kabari “ Bahri menyerahkan uang tiga ratus ribu ketangan Tony lalu mengambil kunci.


“ istirahat lah dulu nak , ni nomor mamak kalau ada apa apa terlpon saja dan satu lagi kalau ada yang mengetok pintu jangan buka biasanya anak sini pada iseng “

__ADS_1


“ iya mak “ Al ikutan memangil mamak karna sedari tadi pak Nasir menyebut dirinya mamak ditambah pengaja penginapan memangilnya begitu .


Al merebahkan tubuhnya di ranjang , sudah dua hari dia berada di atas bus antar kota , melewati laut dan berdesakan dengan penumpang dan barang menambah sumpek baru sekarang Al bisa santai , tak banyak barang bawaan karna saat dia berangkat kemaren siang dia tidak pulang mengambil apapun seluruh barang dan berkas ada dirumah Gilbert dan dia tidak memiliki kunci cadangan ditambah dia takut seandainya El ada dirumah , begitu juga jika dia kembali ke Mansion ataupun Apartemen Hill hanya ada beberapa gaun dan sebuah mobil , seluruh barang kepentingannya hanya yang ada didalam tas kecil yang selalu dia bawa , beruntung saat diterminal tadi Al sempat membeli beberapa helai pakaian lengkap serta keperluan lain untuk beberapa hari , untuk keperluan lain bisa dia beli setelah Al menetap


__ADS_2