Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
melibatkan semua


__ADS_3

“ aku berangkat dulu “ Naya bergegas turun meningalkan Hilman yang baru saja duduk di ruang makan .


“ sarapan dulu “ Hilman menghentikan suapanya .


“ ngak usah biar nanti dikantor aja “


Naya bergegas pergi meninggalkan Hilman dimeja makan , kebetulan masih sepi hanya bi Hawa yang tengah sibuk menyiapkan sarapan , matanya berembun sejenak lalu menghembuskan nafas .


“ mana Naya “ Ray duduk di kursi depan .


“ sudah berangkat pa”


“ ngak diantar “


“ katanya buru buru” cuek


“ papa sama bunda nanti siang ke Borneo , untuk urusan disini kamu atur sama Vila “ lanjut Bunda Natasya.


“ Iya bunda “


“ Kamu ngak ikut Fan “ ikut duduk .

__ADS_1


“ ngak kayaknya , capek ngikutin terus kayak ngak ada kerjaan lain “ jawabnya sambil menyendok sarapan .Natasya tertawa kecil .


“ Ya kan bisa belajar bisnis “ sambung Bunda yang berharap kedua putra sambungnya ikut terjun di bisnis yang sudah dikelolanya.


“ soal itu nanti nanti aja , lagian minggu depan juga udah mulai kuliah "


Mereka berempat menikmati sarapan penuh obrolan , walau terkesan serius tapi cukup normal dan tak terkesan basa basi , Ray membiasakan Hilman dan Zarfan.


..


“ Nih bos “ Glen menyerahkan tablet berisi video Al sedang keluar dari atm di kota Musi river , ada beberapa video tapi tak menjelaskan posisi Al saat ini .


“ Kemaren pane sudah dilokasi , kebetulan asalnya dari sana jadi sudah mulai pelacakan pagi ini “


" oke , ada berita lain " sambil menatap jalanan.


“ permintaan bos kemaren sudah fix , tinggal finising saja lagi dan Howart berpindah tangan “


jelas Glen sebelum Hilman memberikan pertanyaan , memang incaran Hilman mengakuisisi Howart company makin mengebu oleh karna itu Mitha sengaja diberi tugas mengelola the Haza bersama Marlon dan tak tercampur dengan Empiere.


“ usahakan besok sudah berpindah tangan “

__ADS_1


“ aman bos “ Glen bersemangat.


Pikiran Hilman masih pada Alicya , memang umur pernikahan mereka baru beberapa minggu tapi dia sudah memantapkan hatinya untuk memilih Al sebagai pelabuhan hatinya bukan Naya .


“ sampai bos “ tegur Glen saat mobil mereka berhenti didepan gedung Empiere State.


“ thanks Glen “


Hilman melangkah pasti menuju lobby lalu terus menuju lift khusus , ternyata hari itu banyak rekanan sedang menunggu kedatangan direktur Villa yang kebetulan belum datang , jadinya beberapa pimpinan langsung menyambut Hilman saat berada disana.


“ maaf pak Hilman menganggu sebentar , kami butuh kepastian soal mega proyek Empiere " jelas salah seorang dari mereka .


“ Iya pak Hilman kami sebagai rekanan berharap banyak dengan proyek ini “


“ maaf bapak dan ibuk sekalian untuk penerimaan proposal mega proyek kami sudah tetapkan jika perusahaan Stone E yang bertanggung jawab tetapi bapak dan ibuk sekalian jangan takut kami pasti mengutamakan rekanan serta mitra bisnis untuk mendapatkan tender sesuai kesepakatan , sama seperti informasi yang kami bagikan silahkan bapak dan ibu sekalian memilih proyek mana yang diprioritaskan , mudah mudahan semua akan dibangun bersamaan “ jelas Hilman menenangkan tekanan yang sudah memenuhi lobby seperti pasar , terlihat banyak dari mereka mulai tenang .


“ apa bapak bisa jamin proyek ini alan adil bagi kami “ Salah seorang yang berpakaian serba coklat bersuara .


“ untuk proyek nya bisa kami jamin adil dan transparan tapi untuk pembagian proyek tergantung kesepakatan serta proyek mana yang bapak dan ibuk pilih , jika ada kesamaan tentu saja kami memilih yang terbaik, tapi jangan takut jika periode pertama sudah diumumkan dan diresmikan untuk proyek yang belum akan segera kami buka dan kemungkinan bapak dan ibuk sekalian kembali mendapatkan kesempatan yang sama “


“ dan satu lagi kami melibatkan pemerimtah dalam pengawasan jadi bisa kami jamin proyek ini akan berjalan sesuai dengan pemberitahuan awal “

__ADS_1


__ADS_2