
“ ngak hari ini ngak ada acara “ sambil mengambil minuman dari tangan Zarfan dan menuangkan ke gelas nya sendiri. Berselisih lima tahun tak membuat perbedaan mencolok diantara mereka , Zarfan lebih berotot jika dibandingkan Hilman karna dia jarang berkumpul dengan teman sekolahnya malah lebih memilih menghabiskan waktu di gim atau disasana bela diri.
“ tadi mama mu kesekolah ku “
sambil memindahkan makanan keatas meja .
“ terus apa yang mama bicarakan “
“ males ngomong , cuma bahas sana sini terus nanyain kakak , ohya besok kalo kakak ada waktu coba kakak temui , dia pengen ketemu secepatnya “ entah mengapa terbalik , Zarfan lebih mendominasi jika dibanding Hilman dan seakan dialah yang lebih dewasa , bagi Hilman tak masalah selama ini mereka tak menemui banyak masalah , Zarfan memangengikuti fisik papa dan Hilman seperti mama .
“ kapan kapan sekarang kakak lagi sibuk kuliah , oh ya weekend ketempat Abah ya , kemaren kakak udah bilang sama Abah “ dia juga sebenarnya masih belum memaafkan tingkah mamanya yang membuat hancurnya keluarga mereka.
Oke “ setelah makan makanan rendah kalorinya berupa salad buah dan sayur serta soup sayuran Zarfan kembali kekamar nya melanjutkan tugas sekolah, sebenarnya Zarfan hanya membaca sekilas tidak bisa juga disebut belajar , hanya menhmghabiskan waktu dengan kesibukan sendiri.
Biasanya kalau ada waktu senggang mereka lebih memilih menghabiskan waktu disasana atau berkeliling taman , Zarfan belum diizinkan ikut bekerja di hotel oleh papa , walaupun dari segi fisik hampir sama dengan Hilman namun usianya masih belum mendukung.
“ Tok tok tok “
“ ya sebentar “ Hilman bergegas membuka pintu
.
__ADS_1
“ eh masuk tante” tante Dinda datang mengantarkan lauk untuk makan malam , Dinda menjaga toko perlengkapan olah raga dan tinggal dilantai dua , sedangkan mereka dilantai tiga.
“ Mana Zarfan “ sambil menyusun hidangan diatas meja.
“ada dikamar “
“ oh ya , mbak turun ya “ tadi mama kalian nelpon nanyain dimana kalian tinggal , gimana apa boleh mama main kesini "
" untuk saat ini ngak usah tante , nanti kalo nelpon lagi bilang aja senin depan soalnya lagi sibuk kuliah " mencari alasan.
" oke nanti tante sampaikan "
“ makasih tante “
“ udah aman tante , udah dijemput papanya , Hilman antar sampai kebandara , kenapa tante"
“ Ngak kemaren Zarfan nanyain , dia liat kamu bawa cewek kirain pacar kamu “
“ ya u dah tante turun dulu “
Hilman memangil Zarfan , mereka makan tanpa banyak bersuara , walaupun mereka tinggal berdua , mereka terbiasa hidup mandiri larna didikan sang papa.
__ADS_1
..
“ halo Hilman bisa bantuin gue “ suara diseberang Suaranya terdengar memilukan , Hilman bergegas bangun dari tidurnya .
“ iya tunggu gue jemput sekarang “
Hilman bergegas keluar , sudah tengah malam dan gerimis membuat Hilman kalut , dia memacu kendaraannya ke alamat yang dituju
, disana Fadilla terlihat sedang memeluk lututnya , beberapa preman berusaha mengoda bahkan sampai menarik narik membuat tangis nya makin keras.
“ hoyy bubar , ngapain kalian “ Hilman bergegas mendekati Dilla dan memasangkan jaket agar Dilla tak kedinginan , sebagian bajunya terlihat basah .
“ Ada yang sok jadi pahlawan ni “ salah seorang dari mereka mendekati Hilman , dia sudah memasang kuda kuda untuk bertarung . Empat lawan Satu , bagi Hilman mungkin tak masalah namun dengan keberadaan Dilla membuatnya susah menyerang .
“ brakk takk dungg”
Tiga orang preman langsung tumbang sebelum sempat Hilman bergerak lebih banyak , mungkin mereka terpengaruh alkohol segingga konsentrasi mereka longar .
“ lu mau jadi apa disini “ Hilman mendekati preman yang tersisa tinggal satu lalu melayangkan pukulan tepat di pipi hingga terhuyung kebelakang .
Preman itu mundur ketakutan karna kedatangan Hilman yang tak diduga ditambah tiga temanya sudah tak bangun lagi , dia mengambil langkah seribu.
__ADS_1
“ dari mana kamu “