
Zarfan - 2
“ hey cewek “ sambil merangkul Keysa .
“ apaan sih lo “ menepis langsung bersembunyi dibelakang Wilona .
“ jangan gitu dong manis “
“ kak Ernest yang sopan dong “ bentak Wilona yang tak menyukai kedatangan Ernest.
“ duh adik manis , jangan marah gitu “ sambil mengedipkan mata .
“ kamu kenal Will” tanya Keysa.
“ teman kakak gue “
“ kakak udah boking vip , kamu ikut ya , sambil ngerayain ulang tahun kamu “ kembali merangkul Wilona dan keysa .
“ ngak usah kak “ tolak Wilona.
“ lepas “ pekik Keysa yang ternyata tangan Ernest meremas miliknya.
" kenapa sayang , jangan takut tuan muda ini pasti memberikan apapun yang kamj mau " menatap ****** pada Keysa.
" jangansok kau bajingan mesum" bentak Keysa seketika orang yang berada dinlantai dansa mundur meningalkan mereka ditengah .
" tuan muda Ernest " bisik mereka .
" pasti mencari korban lagi"
" kasihan gadis manis itu "
" benar sekali tuan Ernest melirik tak ada yang bisa lepas"
suara sekitar membicarakan mereka membuat telingan Keysa panas , seumur hidup baru kali ini dia dilecehkan.
" jangan takut manis , say tuan muda dari keluarga Guliart kau pasti tah" membangakan diri.
" ya siapa yang tidak tahu bajingan sepertimu , pergilah keneraka"
" tentu sayang sebelum pergi kita berpesta dulu" melangkah maju.
Keysa yang ketakutam mundur namun dibelakangnya sudah ada pengawal Ernest yang membatasi gerak nya .
" ayo sayang jangan takut" tangannya membelai pipi mulus Keysa yang memerah menahan air mata , matanya pun sudah ssmbab .
__ADS_1
" hahaha kau takiut n , lebih baik menurut saja "
" plakk
Ernest terdiam saat telapak tangan Keysa mendarat diwajahnya ketika jarak mereka hanya beberapa centi.
" plaakk"
" kelihatanya kamu suka mai kasar"
Ernest bukan orang yang memiliki rasa kasihan diaembalas apa yang dia terima.
" jangan" Ernest memeluk tubuh Keysa dengan kasar , bibirnya menyasap leher Keysa karna gadis itu memberontak
" keysa " Wilona berteriak namun ditahan oleh pengawal Ernest .
“ buk “ Zarfan yang baru saja keluar mendekati Keysa , ternyata Keysa berteriak karna dicabuli. langsung menarik pria itu dan menghajar tepat di pangkal hidung.
Ernest terhuyung kebelakang lalu roboh , darah membasahi bibirnya .
“ kamu ngak pa pa key “ Zarfan mengelus kepala Keysa yang menahan tangis dan menarik kepelukan lalu menutup tubuh Keysa dengan jaket karna dress yang digunakan robek dibagian depan.
“ dia meremas punyaku” ujarnya .
“ hey bajingan “ teriak Ernest tak terima diperlakukan seperti itu
“ tangan yang mana “ Zarfan melangkah maju sambil menatap tajam.
“ dasar , kalian hajar dia “ Ernest menungu dengan angkuh.
dua pengawal Ernest maju mereka langsung meyerang , bagi Zarfan mereka bukanlah apa apa taknsampai semenit keduanya sudah terkapar .
" apa kau tidak tahu siapa aku , akulah Ernest dari kekuarga Gulliart " membusungkan dada.
Zarfan tersenyum cerah mendengar celotehan pria mesum yang ada dihadapannya .
" tidak tahu " berjalan mendekat .
" kau sialan "
“ bam dag duk” tiga pukulan mendarat diwajah Ernest tanpa bisa dihindari . Zarfan menangkap kerah baju agar dia tidak tumbang.
“ Tangan mana “ Zarfan megeram , seketika pengunjung menjauj karna Ernest sidorong kearah meja.
“ Cuihhh “ Ernest meludahi wajah Zarfan , dia menyeringai , baru kali ini wajahnya kena ludah. Zarfan mengelap dengan ujung lengan bajunya.
__ADS_1
Ernest yang kesadaranya kembali menyerang Zarfan , tentu saja serangannya tak mengenai sasaran kemudian Zarfan menendang perut Ernest hingga tersandar di meja bar .
Ernest meraih botol dan melemparkanya .
“ prakk” zarfan membanting Ernest hingga meja patah lalu Zarfan memegang tangan kana Ernest .
“ trakk” terdengar keras diiringi raungan keras Ernest.
" aaaaaaaarrhhhhh" suara pili membuat semua yang ada merinding ketakutan.
“ ini peribgatan terakir “ lalu kursi bar mendarat di atas kepala Ernest .
Di saat yang sama Hilman dan rombongan baru saja masuk kedalan bar baru , melihat Ernest terkapar tak berdaya kepalanya dilumuri darah.
" sudah Fan " Keysa yang ketakutan melihat kebengisan Zarfan datang menenangkan , Zarfan menurunkan kursi .
Wajah Zarfan menatap tajam pada Hilman , Jordi dan lainya tak berani maju
“ sudah pergilah “ Hilman menyentuh pundak Zarfan , dia tahu bagaimana temperamen adiknya ketika marah.
Zarfan memutar tubuhnya lalu memeluk Keysa dan keluar .
“ kita pulang “ sambil merangkul Keysa , dia tak bersuara saat melewati rombongan , wajahnya ditekuk leher Zarfan.
“ apa yang terjadi “ tanya Hilman pada pengunjung
“ dia melakukan pelecehan Tuan “ pengunjung itu menunjuk kearah Ernest
“ kamu”
Willona tersentak melihat Hilman selepas Keysa pergi
“ kenapa kamu disini “
" sa saya teman gadis itu " gugup melihat Hilman yang menghentikan amarah Zarfan , dia beberapa kali bertemu Hilman dari katie kalanya .
“ ya sudah pergilah “ sambil melambaikan tangan, wilona bergegas pergi
“ Jo bereskan “ Hilman berjalan keluar .
“ perhatian semua , pria ini sangat mesum bahkan melakukan pelecehan dibawah umur dan tempat umum , wajar jika ada yang tersinggung dan main hakim sendiri , saya harap kalian semua mengerti terima kasih”
Jordi memangil waiter lalu membisikan sesuatu kemudian menyerahkan amplop tebal kemudian bergegas pergi .
“ kemana kamun Fan “ Hilman mengejar Zarfan sampai keparkiran .
__ADS_1
“ ngantarin Keysa pulang “
“ kamu hati hatilah “