Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
mengantar Keysa


__ADS_3

Zarfan - 2


“ hey cewek “ sambil merangkul Keysa .


“ apaan sih lo “ menepis langsung bersembunyi dibelakang Wilona .


“ jangan gitu dong manis “


“ kak Ernest yang sopan dong “ bentak Wilona yang tak menyukai kedatangan Ernest.


“ duh adik manis , jangan marah gitu “ sambil mengedipkan mata .


“ kamu kenal Will” tanya Keysa.


“ teman kakak gue “


“ kakak udah boking vip , kamu ikut ya , sambil ngerayain ulang tahun kamu “ kembali merangkul Wilona dan keysa .


“ ngak usah kak “ tolak Wilona.


“ lepas “ pekik Keysa yang ternyata tangan Ernest meremas miliknya.


" kenapa sayang , jangan takut tuan muda ini pasti memberikan apapun yang kamj mau " menatap ****** pada Keysa.


" jangansok kau bajingan mesum" bentak Keysa seketika orang yang berada dinlantai dansa mundur meningalkan mereka ditengah .


" tuan muda Ernest " bisik mereka .


" pasti mencari korban lagi"


" kasihan gadis manis itu "


" benar sekali tuan Ernest melirik tak ada yang bisa lepas"


suara sekitar membicarakan mereka membuat telingan Keysa panas , seumur hidup baru kali ini dia dilecehkan.


" jangan takut manis , say tuan muda dari keluarga Guliart kau pasti tah" membangakan diri.


" ya siapa yang tidak tahu bajingan sepertimu , pergilah keneraka"


" tentu sayang sebelum pergi kita berpesta dulu" melangkah maju.


Keysa yang ketakutam mundur namun dibelakangnya sudah ada pengawal Ernest yang membatasi gerak nya .


" ayo sayang jangan takut" tangannya membelai pipi mulus Keysa yang memerah menahan air mata , matanya pun sudah ssmbab .

__ADS_1


" hahaha kau takiut n , lebih baik menurut saja "


" plakk


Ernest terdiam saat telapak tangan Keysa mendarat diwajahnya ketika jarak mereka hanya beberapa centi.


" plaakk"


" kelihatanya kamu suka mai kasar"


Ernest bukan orang yang memiliki rasa kasihan diaembalas apa yang dia terima.


" jangan" Ernest memeluk tubuh Keysa dengan kasar , bibirnya menyasap leher Keysa karna gadis itu memberontak


" keysa " Wilona berteriak namun ditahan oleh pengawal Ernest .


“ buk “ Zarfan yang baru saja keluar mendekati Keysa , ternyata Keysa berteriak karna dicabuli. langsung menarik pria itu dan menghajar tepat di pangkal hidung.


Ernest terhuyung kebelakang lalu roboh , darah membasahi bibirnya .


“ kamu ngak pa pa key “ Zarfan mengelus kepala Keysa yang menahan tangis dan menarik kepelukan lalu menutup tubuh Keysa dengan jaket karna dress yang digunakan robek dibagian depan.


“ dia meremas punyaku” ujarnya .


“ hey bajingan “ teriak Ernest tak terima diperlakukan seperti itu


“ tangan yang mana “ Zarfan melangkah maju sambil menatap tajam.


“ dasar , kalian hajar dia “ Ernest menungu dengan angkuh.


dua pengawal Ernest maju mereka langsung meyerang , bagi Zarfan mereka bukanlah apa apa taknsampai semenit keduanya sudah terkapar .


" apa kau tidak tahu siapa aku , akulah Ernest dari kekuarga Gulliart " membusungkan dada.


Zarfan tersenyum cerah mendengar celotehan pria mesum yang ada dihadapannya .


" tidak tahu " berjalan mendekat .


" kau sialan "


“ bam dag duk” tiga pukulan mendarat diwajah Ernest tanpa bisa dihindari . Zarfan menangkap kerah baju agar dia tidak tumbang.


“ Tangan mana “ Zarfan megeram , seketika pengunjung menjauj karna Ernest sidorong kearah meja.


“ Cuihhh “ Ernest meludahi wajah Zarfan , dia menyeringai , baru kali ini wajahnya kena ludah. Zarfan mengelap dengan ujung lengan bajunya.

__ADS_1


Ernest yang kesadaranya kembali menyerang Zarfan , tentu saja serangannya tak mengenai sasaran kemudian Zarfan menendang perut Ernest hingga tersandar di meja bar .


Ernest meraih botol dan melemparkanya .


“ prakk” zarfan membanting Ernest hingga meja patah lalu Zarfan memegang tangan kana Ernest .


“ trakk” terdengar keras diiringi raungan keras Ernest.


" aaaaaaaarrhhhhh" suara pili membuat semua yang ada merinding ketakutan.


“ ini peribgatan terakir “ lalu kursi bar mendarat di atas kepala Ernest .


Di saat yang sama Hilman dan rombongan baru saja masuk kedalan bar baru , melihat Ernest terkapar tak berdaya kepalanya dilumuri darah.


" sudah Fan " Keysa yang ketakutan melihat kebengisan Zarfan datang menenangkan , Zarfan menurunkan kursi .


Wajah Zarfan menatap tajam pada Hilman , Jordi dan lainya tak berani maju


“ sudah pergilah “ Hilman menyentuh pundak Zarfan , dia tahu bagaimana temperamen adiknya ketika marah.


Zarfan memutar tubuhnya lalu memeluk Keysa dan keluar .


“ kita pulang “ sambil merangkul Keysa , dia tak bersuara saat melewati rombongan , wajahnya ditekuk leher Zarfan.


“ apa yang terjadi “ tanya Hilman pada pengunjung


“ dia melakukan pelecehan Tuan “ pengunjung itu menunjuk kearah Ernest


“ kamu”


Willona tersentak melihat Hilman selepas Keysa pergi


“ kenapa kamu disini “


" sa saya teman gadis itu " gugup melihat Hilman yang menghentikan amarah Zarfan , dia beberapa kali bertemu Hilman dari katie kalanya .


“ ya sudah pergilah “ sambil melambaikan tangan, wilona bergegas pergi


“ Jo bereskan “ Hilman berjalan keluar .


“ perhatian semua , pria ini sangat mesum bahkan melakukan pelecehan dibawah umur dan tempat umum , wajar jika ada yang tersinggung dan main hakim sendiri , saya harap kalian semua mengerti terima kasih”


Jordi memangil waiter lalu membisikan sesuatu kemudian menyerahkan amplop tebal kemudian bergegas pergi .


“ kemana kamun Fan “ Hilman mengejar Zarfan sampai keparkiran .

__ADS_1


“ ngantarin Keysa pulang “


“ kamu hati hatilah “


__ADS_2