
Hilman pasrah tapi tak rela , incarannya selama ini dia incar setiap dia kerumah abah tak bisa dia dapatkan namun abah melepaskan sekali setelah Zarfan menginap , bujukan Zarfan memang lebih tokcer.
“ tret tet tet tenghhhh tenggg “
terdengar bunyi scoter dari dalam garasi , tak berapa lama vespa sespan clasik berkelir merah dengan crome keluar garasi , Zarfan tersenyum penuh kemenangan .
“ Makanya kalo kekampung temenin abah tidur lalu pijitin pasti manjur “ Zarfan memgangkat jempolnya .
“ yuk “ Zarfan memberikan helm pada Icha lalu membimbingnya naik .
Naura tersenyum penuh kemenangan , dia memilih naik kemobil yang dikemudikan Adit menyusul Zarfan yang lebih dulu jalan , Hilman duduk dikemudi dan disampingnya Rendy juga sudah stand by .
“ beb kamu bareng aku dibelakang ya “ Akira menarik Rendy ke kursi belakang , Dilla duduk didepan .
Iring iringan terlihat unik , sebuah vespa sespan paling depan diikuti sebuah yaris dan dibelakang terrano sengaja melambat sesuai permintaan Naura memberi jalan Hilman yang mengunakan Jimny agar menyalip mereka. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh tiga jam molor karna vespa dengan sespan tidak bisa dipaksa ngebut .
Zarfan berhenti di tugu batas kota yang berada diketinggian , disana banyak sekali jajanan kuliner sesuai selera . Zarfan memilih makan diatas vespanya bersama Icha dan Naura , yang lainya juga ikut karna Zarfan tepat sekali mengambil lahan parkir , didalam bagasinya juga ada tikar yang bisa dibentangkan sebagai alas duduk .
__ADS_1
Hilman memesan bakso urat sama dengan Naura rendy dan zack , Zarfan memesan sate campur ada daging , usus, lokan dan ceker serta tulang ayam . Icha juga memesan sate campur daging dan ayam saja. Yang lainya memesan minas dengan ayam kripsy , Adit kebagian jatah menjadi fotografer mengambil dari setiap sudut . Selepas makan mereka kembali melanjukan perjalanan.
Icha diantar sampai kerumah , padahal dia ingin melanjukan dengan taksi tapi Zarfan bersikeras , Hilman kembali setelah mengantarkan Rendy dan Akira pulang lalu pergi kepantai , tujuan utama Hilman jelas memastikan hubunganya dengan Dilla.
Hilman berjalan mengiringi Dila dipinggir pantai , semenjak tadi dilla tak mengatakan apapun padahal dia berharap gadis ini membahas sedikit tentang mereka ditambah setahun lagi mereka wisuda.
“ Fadilla “ seseorang mendekati dilla saat dia berjalan sendiri karna sebelumnya dia minta dibelikan kelapa muda .
“ kamu ngapain disini “ sambil senyum merekah bak menyambut pujaan hati.
“ ni bareng teman jalan “
“ sebagian udah pulang “
“ nih “
Hilman bergegas mendekati karna melihat Dilla berbincang dengan seorang pemuda yang tampilanya necis.
__ADS_1
“ teman kamu Dilla “
“ iya jhon ini Hilman twman gue “ Dila agak tergugu melihat tatapan Hilman sementara jantung Hilman seakan tersayat mendengar ucapan Fadilla.
“ kenalin jhonas pangil aja Jhon “ sambil mengengam erat tangan Hilman .
“ Hilman “
“ Kamu pulang bareng gue ngak soalnya tadi tante nelpon buat mampir “ terlihat basa basi dimata Hilman .
“ mmm gimana ya , Hill gue balik dulu ya , kebetulan jhon kerumah “
“ oke , hati hati ya “ dada Hilman terasa padat namun berusaha ditahanya , semenjak kemaren dia berusaha sabar menghadapi sikap cuek Dilla dan sebenarnya dia sudah mempersiapkan sesuatu untuk Fadilla tapibkenyataanya dia dicuekin dan sekarang seenak hatinya meninggalkan dia dan berjalan dengan pemuda lain.
....
Tak tap duk tak duk
__ADS_1
Hilman menghajar samsak sekuat tenaga melepaskan emosinya yang tertahan sejak tadi , sebenarnya bisa saja dia luapkan dimanapun dia mau tapi ajaran papanya untuk bersabar dan curahkan semuanya pada benda mati yabg tak bisa melukai .
Hilman terduduk dilantai sasana , nafasnya satu persatu keluar , seberapa kuat dia meluapkan amarahnya sekuat itu juga bayang itu kembali muncul.