
Hilman mengerutkan dahinya saat keluar kamar mandi saat melihat apa yang ada diatas ranjang , pikirannya membayangkan sesuatu tapi dia ragu apa itu , sambil membuka baju santai yang ternyata piyama katun berwarna cream lengkap dengan bawahan , sekali ini Hilman melihat piyama tidur pria dan akan dipakainya , biasanya dia mengunakan kaos oblong dan celana training tipis .
Mata Kanaya dan Hilman beradu , mereka sama sama tertegun , Naya memutus lalu menyiapkan makan malam , sedangkan Hilman baru kembali sadar, sambil melihat piyama Kanaya dia baru paham akan hal yang dipikirannya , malam ini mereka mengunakan piyama couple berwarna cream , bedanya bunga di piyama Naya lebih ramai .
" bagaimana pekerjaamu hari ini "
" lumayan sibuk , proyek kedua kami masih dipercaya , makasihya Hill" sambil menyuapkan pasta ke mulut.
" kamu punya visi yang bagus , tentu itu sangat mendukung kedepan"
" ngomong ngomong kamu punya hubungan apa dengana HaZa , kenapa mereka bersedia menanamkan modal begitu besar untuk Starlihgt"
Naya tak bisa menahan rasa penasarannya.
" aku kenal beberapa direksi Haza , mereka juga berminat " tak salah perkataan Hilman , karna pemegang saham Haza rata rata kenalannya termasuk Jordi dan Miriam.
Haza bentukan dari para member Guardian , tentu usulan Jordi dan membuat putra bos mereka , Hilman dan Zarfan sebagai pemegang saham terbesar , tentu tujuannya bukan hanya itu , banyak member tim yang gugur saat bertugas ataupun cacat permanen dan tidak bisa melanjutkan pekerjaan , Jordi mengusulkan pembentukan perkumpulan para member agar bisa menjamin masa depan mereka dan Hilman membukakan jalan , siapa yang tak tergiur .
" mm ini enak kamu sudah mahir sekarang " puji Hilman membuat Naya tersipu.
" belum semahir itu , Hill"
"oh ya Hill kamu besok malam ada acara "
__ADS_1
" kayaknya engak "
" temanku ulang tahun , mereka mengundangku kamu bisa pergi kan"
" boleh jam berapa "
" setengah delapan "
Kanaya membersihkan peralatan makan lalu menemani Hilman duduk disofa , malam ini tak banyak berkas berserakan tak seperti malam malam sebelumnya.
. ..
Kanaya sudah siap dengan gaun maron dan sebuah tas yang bertaburan batu berkilauan , sementara Hilman dengan stelan jas dengan warna senada dengan pakaian Kanaya , saat ini sudah sampai di Hotel Kryad, salah satu dari tiga hotel terbesar di paradise city , saat ini tujuan mereka tentu resotran Galaxy yang berada di rooftop hotel .
" Kanaya Alexe , aku tak menyangka kamu juga datang " sebuah suara membuat padangan itu menghentikan langkahnya , seorang pria tinggi dengan jambang halus berjalan dengan seorang wanita dengan gaun putih yang melekat sempurna di tubuhnya , gadis yang mengeluarkan aura memikat berkali lipat dibanding Alexe dialah Juliette .
" malam tadi , kebetulan perusahaanku membuka cabang di Paradise" senyumnya sangat mengoda , wajah indo china Antonio membuat para wanita luluh ditambah tatapan matanya yang tajam .
" kamu Juliette terakhir kali aku dengar kamu di paris " sama ramahnya tapi itu hanya tersirat diluar .
" seperti yang kamu tahu , saat ini aku masih diparis"
"dan kau Kanaya apa masih sepertu dulu , hahahaha sudah empat tahun tidak ada yang berubah pada dirimu"
__ADS_1
jelas ucapan Juliette meremehkan Kanaya.
" ya seperti itulah , aku berdiri di kaki sediri tanpa embel embel "
seketika raut wajah Juliette berubah.
" sudah kita langsung ke atas , Jasnine pasti sudah menunggu kita" senyum merekah dibibir Antonio menatap Kanaya yang sedari tak lepas , dia mengacuhkan pria disebelah Naya .
" Naya apa besok kamu punya acara , bagaimana jika kita makan siang"
" maaf , tapi pekerjaanku menumpuk , kapan kapan saja "
" ayolah , aku mubgkin sebentar di sini , kemubgkinan dalam beberapa haribkedepan aku harus ke metro city , jangan tolak permintaan ku" tatapan nya jelas mengharapkan sesuatu.
" coba kulihat jadwalku besok , tapi aku tak janji " sebenarnya Naya malas bergaul dengan Antonio karna pria ini terkenal play boy.
" selamat datang semua , selamat datang Nay " Jasmine langsung memeluk Kanaya dengan erat saat pintu ruang vip terbuka , mereka sahabat baik sejak awal kuliah .
" tentu say aku pasti datang walau kamu tak mengundangku "
" mari semua semua sudah datang"
" mana Bastian dan Xavier" sela Juliette membuat Naya dan Jasmine menatap.
__ADS_1
" oh , Xavier ridak bisa datang karna dia sakit , kalau Bastian" Jasmine melirik ke arah Kanaya.
" beberapa waktu yang lalu dia kembali ke inggris " lanjutnya , dia tahu jika Kanaya kekasih masa kecil Bastian dan Juliette jelas menaruh hati pada pria yang sama .