Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
membangun dari nol


__ADS_3

" kami tunggu kerja samanya"


rombongan keluar dari ruangan Aby sambil berbincang , terlihat selain Gubernur ada dua orang asing .


" tentu , hhaha"


Syahrur melirik kearah Hilman lalu kembali berbicara terlihat raut kurang senang , Hilman masih sibuk dengan majalah forbes edisi bulan ini .


" Dek masuk " setelah rombongan itu pergi.


" apa yang ingin kamu bicarakan" serius.


" ini bang coba abang cek dulu"


memberikan laporan yang diserahkan Glen tadi pagi.


" apa kamu serius "


"menurut abang gimana, aku awalnya ngak percaya"


Aby menghembuskan nafas panjang.


" pantas dia sangat ramah , ternyata udang dibalik batu, terus langkah apa yang ingin kamu ambil " terlihat Aby mengaruk kepala.


" paling awal gunakan media sosial , sebar isu isu panas agar mereka sibuk mengkalrifikasi , jika sampai kepusat lawan mereka tentu akan ambil andil"


" oke angap semua berjalan sesuai kainginan mu , terus langkah apa selanjutnya"


menatap Hilman tajam .


" pihak tergugat sudah membari saya kuasa , dan kemaren kami sudah membicarakan hal penting , sekarang mereka sedang ke pusat mengajukan permohonan agar lahan itu dimasukan menjadi cagar budaya , tentu hal ini akan lebih baik karna Empiere memberi dukungan"

__ADS_1


" kamu tidak takut berhadapan dengan mereka"


" tidak , selama apa yang saya lakukan baik saya akan terus maju "


Aby diam merenung , dia paham maksud Hilman dan masalahnya lawan yang dihadapi saat ini sangat berpengaruh .


" oke aby akan dukung , sekarang kamu cek ini mana ynang bisa kamu manfaatkan "


ternyata mereka berusaha mengaet Future mendukung misi mereka.


" abang usahakan mengundur dukungan sebisa mungkin , saat ini paling riskan untuk mereka, kita tidak boleh terjebak dalam permainan politik"


Aby mengangukan kepala


" benar aby baru ingat Papa pernah bilang seperti itu dulu"


" bagaimana kita mancing ke waduk , sudah lama kan "


setelah melirik jam , ternyata sudah pukul tiga . Aby meniru kebiasaan tuan Gamawan disaat senggang dan stress pergi memancing melepas masalah.


Setelah makan malam dia pulang ke apartement , hari ini banyak dihabiskan diluar kantor , Grace diberi kepercayaan mengantikannya jika dia tidak ada.


" Hilman"


suara serek terdengar dari ruang tengah , rumah yang satu bulan ini selalu gelap jika dia pulang malam ini terang , Hilman agak terkejut namun menenangkan diri.


" Hill bisa kita bicara" lembut , Kanaya menunduk tak berani menatap mata Lelaki dihadapannya .


" boleh , sebentar ya "


Hilman mandi cepat , lalu membuat segelas kopi dan duduk dihadapan Naya.

__ADS_1


" silahkan "


" mm gini , kamu tau siapa pemilik Haza "


" tahu , kenapa "


" perusahaan itu milik keluarga kami , sekarang mereka saham terbesar tidak adil rasanya perusahaan yang dirintis oleh kakek ku dimiliki orang lain "


" setahu ku mereka membeli Axl secara legal , lagi pula tidak ada yang dirugikan "


" bukan begitu , aku pemilik saham disana tapi mereka tidak membiarkan aku mengetahui sistem mereka jelas mereka salah "


" Naya , setiap perusahaan punya punya rahasia sendiri , kamu benar tapi yang harus kamu ingat kamu tidak terlibat langsung dalam pengelolaan , biasanya pemilik saham hanya menerima laporan bulanan , kamu juga mengelola Starlight pasti paham akan hal ini "


" tapi Hill aku tak rela perusahan keluarga dikuasai orang lain " suara Naya meninggi .


" jadi keinginanmu seperti apa "


" aku ingin membeli saham dari mereka "


" bagus , kamu bisa mengajukan pada managemen mereka "


" tapi mereka tidak mau "


" tawar dengan harga lebih tinggi , tidak ada pengusaha yang tidak tertarik dengan keuntungan "


Kanaya terdiam , bagaimana mungkin menawar lebih tinggi , sekarang nilai AXL sudah mencapai lima triliun sedangkan dua bulan lalu hanya diangka dua ratus milyar , dibandingkan Starlight ,nilai AXL tiga kali lebih tinggi .


" kamu bisa bantu Hill , jika kamu mau gabungkan ke Empiere"


" maaf kalo itu aku tak bisa , Empiere punya kebijakan , mereka lebih suka membangun perusahaan dari nol "

__ADS_1


mata Kanaya memerah , jelas pikirannya sedang kalut


__ADS_2