
" kami tunggu kerja samanya"
rombongan keluar dari ruangan Aby sambil berbincang , terlihat selain Gubernur ada dua orang asing .
" tentu , hhaha"
Syahrur melirik kearah Hilman lalu kembali berbicara terlihat raut kurang senang , Hilman masih sibuk dengan majalah forbes edisi bulan ini .
" Dek masuk " setelah rombongan itu pergi.
" apa yang ingin kamu bicarakan" serius.
" ini bang coba abang cek dulu"
memberikan laporan yang diserahkan Glen tadi pagi.
" apa kamu serius "
"menurut abang gimana, aku awalnya ngak percaya"
Aby menghembuskan nafas panjang.
" pantas dia sangat ramah , ternyata udang dibalik batu, terus langkah apa yang ingin kamu ambil " terlihat Aby mengaruk kepala.
" paling awal gunakan media sosial , sebar isu isu panas agar mereka sibuk mengkalrifikasi , jika sampai kepusat lawan mereka tentu akan ambil andil"
" oke angap semua berjalan sesuai kainginan mu , terus langkah apa selanjutnya"
menatap Hilman tajam .
" pihak tergugat sudah membari saya kuasa , dan kemaren kami sudah membicarakan hal penting , sekarang mereka sedang ke pusat mengajukan permohonan agar lahan itu dimasukan menjadi cagar budaya , tentu hal ini akan lebih baik karna Empiere memberi dukungan"
__ADS_1
" kamu tidak takut berhadapan dengan mereka"
" tidak , selama apa yang saya lakukan baik saya akan terus maju "
Aby diam merenung , dia paham maksud Hilman dan masalahnya lawan yang dihadapi saat ini sangat berpengaruh .
" oke aby akan dukung , sekarang kamu cek ini mana ynang bisa kamu manfaatkan "
ternyata mereka berusaha mengaet Future mendukung misi mereka.
" abang usahakan mengundur dukungan sebisa mungkin , saat ini paling riskan untuk mereka, kita tidak boleh terjebak dalam permainan politik"
Aby mengangukan kepala
" benar aby baru ingat Papa pernah bilang seperti itu dulu"
" bagaimana kita mancing ke waduk , sudah lama kan "
setelah melirik jam , ternyata sudah pukul tiga . Aby meniru kebiasaan tuan Gamawan disaat senggang dan stress pergi memancing melepas masalah.
Setelah makan malam dia pulang ke apartement , hari ini banyak dihabiskan diluar kantor , Grace diberi kepercayaan mengantikannya jika dia tidak ada.
" Hilman"
suara serek terdengar dari ruang tengah , rumah yang satu bulan ini selalu gelap jika dia pulang malam ini terang , Hilman agak terkejut namun menenangkan diri.
" Hill bisa kita bicara" lembut , Kanaya menunduk tak berani menatap mata Lelaki dihadapannya .
" boleh , sebentar ya "
Hilman mandi cepat , lalu membuat segelas kopi dan duduk dihadapan Naya.
__ADS_1
" silahkan "
" mm gini , kamu tau siapa pemilik Haza "
" tahu , kenapa "
" perusahaan itu milik keluarga kami , sekarang mereka saham terbesar tidak adil rasanya perusahaan yang dirintis oleh kakek ku dimiliki orang lain "
" setahu ku mereka membeli Axl secara legal , lagi pula tidak ada yang dirugikan "
" bukan begitu , aku pemilik saham disana tapi mereka tidak membiarkan aku mengetahui sistem mereka jelas mereka salah "
" Naya , setiap perusahaan punya punya rahasia sendiri , kamu benar tapi yang harus kamu ingat kamu tidak terlibat langsung dalam pengelolaan , biasanya pemilik saham hanya menerima laporan bulanan , kamu juga mengelola Starlight pasti paham akan hal ini "
" tapi Hill aku tak rela perusahan keluarga dikuasai orang lain " suara Naya meninggi .
" jadi keinginanmu seperti apa "
" aku ingin membeli saham dari mereka "
" bagus , kamu bisa mengajukan pada managemen mereka "
" tapi mereka tidak mau "
" tawar dengan harga lebih tinggi , tidak ada pengusaha yang tidak tertarik dengan keuntungan "
Kanaya terdiam , bagaimana mungkin menawar lebih tinggi , sekarang nilai AXL sudah mencapai lima triliun sedangkan dua bulan lalu hanya diangka dua ratus milyar , dibandingkan Starlight ,nilai AXL tiga kali lebih tinggi .
" kamu bisa bantu Hill , jika kamu mau gabungkan ke Empiere"
" maaf kalo itu aku tak bisa , Empiere punya kebijakan , mereka lebih suka membangun perusahaan dari nol "
__ADS_1
mata Kanaya memerah , jelas pikirannya sedang kalut