Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
kalau tidak sibuk


__ADS_3

“ kamu kemana habis ini “


“ Ngak sih , rencana mau ngumpul ketempat Ramish “


“ boleh aku ikut “


“ boleh “


Hilman dan Senina pergi ke kantin belakang tempat Ramish dan lainnya kumpul , sejak Senina memutuskan pertunanganya dengan Kinan kemaren dia berusaha menghubungi Hilman di kampus ternyata Hilman jarang datang dan kebetulan bertemu .


“ Hallo semua “ sapa Senina.


“ halo Senina “ jawab mereka serempak.


Ramish dan yang lain sudah lebih dulu berbaikan, apalagi selama ini Senina sangat baik pada mereka ditambah mereka mendapat kabar kalau Senina sudah meninggalkan tunangan yang meremehkan mereka.


“ Hill , ada anak anak yang mau masukin beasiswa bisa ngak “ tanya Dere yang kebetulan paling vokal . “


“ boleh masukin aja kan Empiere state sudah jadi bekerja sama dengan kampus jadi ngak perlu cemas “ jelas Hilman.


" beasiswa apa Hill"


Senina yang duduk disebelah Hilman penasaran.


“ itu kemaren anak anak kehilangan program beasiswa dan kebetulan Empiere membuka program beasiswa prestasi jadi siapapun yanh mau bisa mengajukan “ jelasnya.


“ eh makan apa kita ni, senyum senyum bae “ ledek Junet diiringi sorak riuh .


“ Emangnya kalian sudah pada makan brisik amat “


“ kan nunguin elu “ sorak Dere


“ Betul “ Sela yang lain

__ADS_1


“ ya udah pesan yang kalian mau , ntar gue bayarin “


“ mereka serentak memangil ibuk kantin “


“ Abang “ Celine langsung bersandar di punggung Hilman .


“ Eh Cell kenapa disini “ Hilman yang sedang menikmati batagor nya terkejut.


“ sama kak Alicya “ Al berjalan mendekati.


“ ikut makan dong “ langsung disebelah Hilman .


“ Yuk pesan aja “ Hilman mengeser posisinya supaya Al dan Celine duduk.


Sementara yang lain terkejut melihat ada cewek imut bermanja dengan Hilman .


“ ada apa dengan mata kalian “ Hilman menatap anh temanya.


“ Ni adek sepupu gue gue “ jelas Nya


“ ooooo”


Senina yang tadi ikutan berdebar akhinya merasa tenang mendengar penjelasan Hilman , bagaimana tidak kemaren Hilman membawa Gladys ke acaranya sekarang ada gadis lain yang begitu manja , bagaimana tidak berolah raga jantungnya melihat Hilman dikelilingi gadis cantik , padahal dia juga menyimpan rasa.


“ Dari mana tadi “


“ ikut lomba kak , kan kampus ini ngadain lomba pidato lima bahasa “ jelas Celine sambil melahap bakso bakar.


“ naahh kebetulan tadi ketemu sama kak Al bareng deh kesini “


Al yang sudah dikabari Hilman kalau dia ada dikantin belakang segera menyusul dengan Celine yang ditemuinya di tempat acara karna bersebelahan dengan gedung fakultasnya.


" habis ini abang kemana pulang ngak "

__ADS_1


" ngak masih ada perlu di kantor"


" elu udah kerja Hill" tanya Dere dan Ramish serentak. begitu juha dengan anak anak lai.


" belum resmi masih magang kan "


" dimana Hill , kok ngak ngasihbkabar " Soraya menimpali , Senina yang ingin bertanya tidak jadi karna yang lain ternyata lebih antusias , padahal dia juga penasaran.


" di Stone E , baru seminggu ini "


Hilman tidak berbohong .


" waahhhh, mantap Hill , jangan lupa kita kita "


" pasti selama kalian giat nanti pasti peluang akan terbuka "


" jadi sekarang pesta selamatan kamu ni , kurang ni " sambung Soraya .


" iya Hill , masa cuma ditraktir ketorak sama teh botol" sambung Dere lagi.


" jangan cemas , nanti kita adain acara "


" horee , terima kasih bos Hilman " semua bertepuk tangan riuhh memenuhi seluruh area kantin , sementara di sudut lain ada yang tidak senanh dengan apa yang didengar.


Celina diantar pulang oleh Al karna siang ini dia ada janji denhan Kanaya.


Hilman masih harus kembali perusahaan .


“ kamu ada acara malam ini Hill” tanya Senina saat mereka diparkiran.


“ Belum jelas lagi Na , soalnya keluarga besar mau datang tapi belum ngabari sampai sekarang"


“ ooo kalo ngak sibuk boleh ngak temanain aku belanja “

__ADS_1


__ADS_2