
“ maaf proposal seperti ini sudah kami terima pagi ini dan sama persis , apa kalian ingin bermain main dengan perusahaan kami “
Nita melemparkan proposal yang diterimanya pagi ini.
“ sarah ini apa maksudnya “ Naya panik karna banyak sekali kesamaan proposalnya denga proposal saingan bisnisnya .
“ ini ngak mungkin Nay , percaya deh sama gue , ngue ngak ngekhianatin elo “ Sarah mengigil ketakutan dia tak menyangka jika julius menyerahkan proposal itu bulat bulat pada Howart company tanpa mengedit terlebih dahulu .
“ kalo bagitu jelasin kenapa proposal yang gue bikin sama persis dengan proposal dari Howart company dan hanya elo yang tahu " Naya dengan tegas .
“ sumpah Nay , gue ngak bohong “
“ terus kemana lo setelah gue kasih proposal ini “
“ gue gue survey pasar”
“ kamu ke cafe kan ketemu orang kepercayaan Caesar , gitu lo ya , ngak nyangka lo tikam gue dari belakang “ Naya langsung mengampar Sarah , semenjak awal dia selalu percaya karna mereka teman dekat bahkan saking dekatnya Naya rela kabur dari rumah saat Sarah sakit dan dia tak diizinin keluar .
“ sekarang lo pergi dan jangan pernah lo injak perusahaan gue lagi“
Sarah meninggalkan ruangan menahan tangisan , dia tak menyangka rahasianya yang selama ini dia tutupi akhirnya terbongkar dan malangnya Naya sendiri yang membuktikan hingga dia tak lagi bisa berdelik .
Sampai di kantor barang barangnya sudah ditaroh diluar , beberapa staff sudah berdiri diluar sambil berbisik dan memandang remeh ke arahnya.
“ lo ngak punya hak disini , tu barang lo bawa pergi “ Cintya sudah berdiri dipintu lobby bersama karyawan lain , mereka sama seperti Cintya membenci Sarah karna kesombongannya .
“ jaga mulut lu , gue masih bos elo “ bentak Sarah.
__ADS_1
“ kemaren iya tapi hari ini ngak , dasar penghianat ngak nyangka Naya memelihara serigala berbulu domba , nih “ Cintya melempar berkas pemecatannya beserta doto dia sedang berciuman dengan seorang pria dan foto dia saat memberikan file .
Sarah terkejut melihat foto itu lalu bargegas meningalkan perusahaan .
..
“ Maaf buk Nita , anda harus melihat kekacauan yang saya buat “ Naya membungkukan kepalanya .
“ jangan cemas , saya sudah sering melihat hal seperti ini ,bagaimana apa anda masih ingin mengajukan kerja sama dengan perushaan kami“
Nita terdengar lembut sambil merapikan kacamatanya , walaupun lebih tua dibanding Kanaya namun wajah cubby Hananita membuat dia terlihat muda untung saja dia sudah menikah jika tidak pasti banyak tuan muda mengejarnya .
“ masih buk dan berharap kesan tadi tak merubah kesan ibuk pada perusahaan kami “ Naya menyerahkan .
“ keliatannya anda jeli dalam berbisnis “ ujar Nita saat membaca berkas Naya .
“ sebenarnya saya masih awan buk , ini karna ada teman yang mengajarkan saya beberapa trik seperti tadi “ sambil tersenyum.
“ teman biasa “
Wajah Nita berubah masam seketika lalu kembali dengan senyum menawanya .
“ boleh saya berkenalan dengan teman anda saya juga butuh seseorang yang memotivasi saya “
Tiba tiba pipi Naya memerah , hatinya tak karuan melihat Nita berubah genit .
“ maaf buk dia tak terlalu suka bertemu dengan orang baru , coba nanti saya tanyakan “ Naya jengah dengan pertanyaan Nita yang membahas hal pribadi .
__ADS_1
“ baik , sekarang kita bicara kontrak kerja sama kita , apa nona Naya bisa menjamin target pemasaran bisa mencapai prospek anda “ Nita kembali pada mode serius .
“ bisa , dengan pengalaman kami sebelumnya sangat memungkinkan target pasar tercapai tanpa kendala“
“ baik selamat bekerja sama dengan kami “
Naya menjabat tanggan Nita dengan erat, hatinya kembali meloncat karna begitu mudah baginya mendapat kontrak kerjasama .
“ terima kasih Hil , kapan kapan gue traktir “ bisiknya dalam hati, Naya bergegas kembali ke perusahaan .
..
Setelah hampir tengah malam Naya baru saja turun dari mobil , terlihat Alicya berdiri didepan pintu.
“ ngapain kamu disana “ Naya yang sudah letih melepas sepatu sembarang .
“ maaf non tadi “ Alicya binggung menjelaskan .
“ pangil Hilman sekarang “
Alicya memungut nya dan mengiringi nona muda keruang tengah.
“ anu non , tadi Hilman buru buru pergi sampai sekarang belum pulang “
“ ya sudah telpon sana “ Naya meluruskan badannya diatas sofa , lembur sampai tengah malam membuat tubuhnya kaku .
“ teleponnya tertingal Non “
__ADS_1
“ kamu tunggu aja , nanti bilang aku mencarinya “
Naya meningalkan Alicya diruang tamu sendiri , entah mengapa melihat Alicya dia jadi kesal padahal sebelumnya mereka sangat dekat seperti saudara .