
“ Al tunggu “ Hilman langsung berlari mengejar Alicya.
“ lepas “
“ tunggu , aku bisa jelasin“
“ tang”
Alicya menendang kaki Hilman , karna tangan lepas dia bergegas berbalik
“ bramm “ Hilman tumbang meringis kesakitan sambil memegang kakinya.
“ Hilman “
Naya bergegas mendekati Hilman yang sedang terbaring kesakitan
“ ahh darah “ Pekiknya .
Naya terkejut kaki Hilman sudah bermandikan darah hingga merember ke lantai.
“ Hilman , bangun Hill , “ Naya panik tak tahu apa yang harus dilakukannya.
Alicya yang baru saja masuk lift terkejut mendengar teriakan Naya , dia memukul mukul pintu lift yang baru saja tertutup sempurna , untung saja lify berhenti dilantai bawah karna penghuninya juga sedang mengunakan , sambil menangsi d ia berlari lewat tangga darurat .
“ Hill , maaf “ Al langsung memeluk Hilman, dia begitu menyesal menendang , dia tak sangup melihat Hilman yang meringis kesakitan , dia tak memperdulikan Naya yang memangku Hilman.
“ bawa kekamar al “
“ kerumah sakit non”
Al manatap Naya yang juga sepertinya
“ pegangan non “ Naya segera memegang kepala Hilam dan menaruh dipahanya , Al kembali kekamar mengambi kain kotak p3k yang berada di atas kulkas lalu kembali
__ADS_1
“ tahan non" ujar Al lalu menyingsingak celana Hilman lebih tinggi .
" astaga " tangan Alicya langsung kaku , terlihay perban yang melekat dikaki Hilman sudah merah , perlahan dia melilit erat agar pendarahan berhenti .
Setelah mengikat mereka memapahnya , Hilman jalan tertatih tatih dipapah Al dan Naya kiri dan kanan .
“ mobil saya aja Al “
“ non , kursinya Cuma dua “ setelah sampai didepan Audy tts . sebenarnya ada kursi tambahan dibelkang namunakses masuk sempit
“ ya sudah mobil kamu aja “ mereka kembali tertatih tatih menuju mobil Al.
“ aduh kuncinya tinggal non “ menepuk kepalanya .
“ bentar non al ambil dulu “
“ Ngak usah ini aja “ Hilman mengeluarkan kunci mobil dari sakunya . Naya dan Al berpandangan.
“ itu “ menunjuk dekat lift sebuah range rover sport dark grey parkir .
“ ayo “
..
“ dok selamatkan suami saya “ Naya dan Alicya .
Para suster yang di UGD menatap binggung , dua wanita cantik yang sedang memapah laki laki diakui sebagai suami mereka.
“ mari sini nona “ beberapa suster bergegas mbawa Hilman ke ranjang karna kain yang melilit kaki Hilman sudah berubah warna .
“ sepertinya tuan tidak betah dirawat dirumah sakit ini “ ujar seorang dokter muda yang memberi pertolongan pertama. Hilman memalingkan wajahnya
“ sus antar kekamar vip , kamar tuan ini semalam “ setelah menjahit bekas luka dan memasang infus
__ADS_1
“ Dok , apa maksud perkataan dokter tadi “ Naya dan Al menahan ketika hendak dokter tidak pergi .
“ tuan Hilman pasien kami yang kabur dari kamarnya pagi tadi “
“ apa yang terjadi dok “
“ tuan Hilman mengalami kecelakaan saat pulang kerja , sepertinya kelelahan dan ingin cepat sampai dirumah “
Dokter Maya memang tidak salah karna Jordi memberikan alasan seperti itu pada dokter Maya yang kemaren sedang bertugas saat mereka mengantarkan Hilman ke rumah sakit.
“ mari non “ dokter Maya berlalu
“ Hilman “ Seru Al dan Naya pun sadar .
Mereka bergegas karna Hilman sudah lebih dulu dianter kekamar .
...
Hilman pura pura tidur saat Naya dan Al masuk keruang rawat , dia tahu kalau kedua istrinya pasti kesal tidak diberitahu saat dia kecelakaan .
“ Hill “ Naya duduk dikiri ranjang dan Al di sebelak kanan sambil mengelus lengan Hilman yang sedang dipasangi infus , sedangkan Alicya mengusap lembut pipi Hilman , wajahnya sembab karna menangis menyesali perbuatanya , ditambah saat Hilman terluka dia tidak berada disisi suaminya , begitu juga Naya .
“ Al maafkan aku ya “ ujar Naya menatap penuh harap .
“ sama non maaf kan saya juga “
“ Hill kami tahu kamu belum tidur , aku , aku berjanji akan menjadi pribadi yang baik seperti yang kamu katakan “ Naya bergetar
“ iya Hill maafkan Al juga , sering marah ngak jelas bikin kamu kesal “
Hilman tak bisa berbuat apa apa , sebenarnya dia tak tega mendengar penuturan wanita yang dinikahinya dalam satu waktu.
“ maafkan aku juga membuat kalian susah"
__ADS_1