Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
maafkan aku juga


__ADS_3

“ Al tunggu “ Hilman langsung berlari mengejar Alicya.


“ lepas “


“ tunggu , aku bisa jelasin“


“ tang”


Alicya menendang kaki Hilman , karna tangan lepas dia bergegas berbalik


“ bramm “ Hilman tumbang meringis kesakitan sambil memegang kakinya.


“ Hilman “


Naya bergegas mendekati Hilman yang sedang terbaring kesakitan


“ ahh darah “ Pekiknya .


Naya terkejut kaki Hilman sudah bermandikan darah hingga merember ke lantai.


“ Hilman , bangun Hill , “ Naya panik tak tahu apa yang harus dilakukannya.


Alicya yang baru saja masuk lift terkejut mendengar teriakan Naya , dia memukul mukul pintu lift yang baru saja tertutup sempurna , untung saja lify berhenti dilantai bawah karna penghuninya juga sedang mengunakan , sambil menangsi d ia berlari lewat tangga darurat .


“ Hill , maaf “ Al langsung memeluk Hilman, dia begitu menyesal menendang , dia tak sangup melihat Hilman yang meringis kesakitan , dia tak memperdulikan Naya yang memangku Hilman.


“ bawa kekamar al “


“ kerumah sakit non”


Al manatap Naya yang juga sepertinya


“ pegangan non “ Naya segera memegang kepala Hilam dan menaruh dipahanya , Al kembali kekamar mengambi kain kotak p3k yang berada di atas kulkas lalu kembali

__ADS_1


“ tahan non" ujar Al lalu menyingsingak celana Hilman lebih tinggi .


" astaga " tangan Alicya langsung kaku , terlihay perban yang melekat dikaki Hilman sudah merah , perlahan dia melilit erat agar pendarahan berhenti .


Setelah mengikat mereka memapahnya , Hilman jalan tertatih tatih dipapah Al dan Naya kiri dan kanan .


“ mobil saya aja Al “


“ non , kursinya Cuma dua “ setelah sampai didepan Audy tts . sebenarnya ada kursi tambahan dibelkang namunakses masuk sempit


“ ya sudah mobil kamu aja “ mereka kembali tertatih tatih menuju mobil Al.


“ aduh kuncinya tinggal non “ menepuk kepalanya .


“ bentar non al ambil dulu “


“ Ngak usah ini aja “ Hilman mengeluarkan kunci mobil dari sakunya . Naya dan Al berpandangan.


“ itu “ menunjuk dekat lift sebuah range rover sport dark grey parkir .


“ ayo “


..


“ dok selamatkan suami saya “ Naya dan Alicya .


Para suster yang di UGD menatap binggung , dua wanita cantik yang sedang memapah laki laki diakui sebagai suami mereka.


“ mari sini nona “ beberapa suster bergegas mbawa Hilman ke ranjang karna kain yang melilit kaki Hilman sudah berubah warna .


“ sepertinya tuan tidak betah dirawat dirumah sakit ini “ ujar seorang dokter muda yang memberi pertolongan pertama. Hilman memalingkan wajahnya


“ sus antar kekamar vip , kamar tuan ini semalam “ setelah menjahit bekas luka dan memasang infus

__ADS_1


“ Dok , apa maksud perkataan dokter tadi “ Naya dan Al menahan ketika hendak dokter tidak pergi .


“ tuan Hilman pasien kami yang kabur dari kamarnya pagi tadi “


“ apa yang terjadi dok “


“ tuan Hilman mengalami kecelakaan saat pulang kerja , sepertinya kelelahan dan ingin cepat sampai dirumah “


Dokter Maya memang tidak salah karna Jordi memberikan alasan seperti itu pada dokter Maya yang kemaren sedang bertugas saat mereka mengantarkan Hilman ke rumah sakit.


“ mari non “ dokter Maya berlalu


“ Hilman “ Seru Al dan Naya pun sadar .


Mereka bergegas karna Hilman sudah lebih dulu dianter kekamar .


...


Hilman pura pura tidur saat Naya dan Al masuk keruang rawat , dia tahu kalau kedua istrinya pasti kesal tidak diberitahu saat dia kecelakaan .


“ Hill “ Naya duduk dikiri ranjang dan Al di sebelak kanan sambil mengelus lengan Hilman yang sedang dipasangi infus , sedangkan Alicya mengusap lembut pipi Hilman , wajahnya sembab karna menangis menyesali perbuatanya , ditambah saat Hilman terluka dia tidak berada disisi suaminya , begitu juga Naya .


“ Al maafkan aku ya “ ujar Naya menatap penuh harap .


“ sama non maaf kan saya juga “


“ Hill kami tahu kamu belum tidur , aku , aku berjanji akan menjadi pribadi yang baik seperti yang kamu katakan “ Naya bergetar


“ iya Hill maafkan Al juga , sering marah ngak jelas bikin kamu kesal “


Hilman tak bisa berbuat apa apa , sebenarnya dia tak tega mendengar penuturan wanita yang dinikahinya dalam satu waktu.


“ maafkan aku juga membuat kalian susah"

__ADS_1


__ADS_2