Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
ini peringatan terakhir


__ADS_3

Alicya yang bangun lebih dulu membuat sarapan untuk dia dan Naya serta untuk dibawa kerumah sakit nanti , setelah setelah selesai lalj membangunkam Naya kekamar sebelah , mereka memilih tidur dikamar yang pernah mereka tempati.


Naya dan Alicya memarkirkan mobilnya lalu kemudian turun.


“ Naya , Al “ saat mereka melewati lobi rumah sakit seseorang memangil .


“ eh Ara dari mana “


Ara yang sama sama turun di parkiran bergegas .


“ ni lagi jenguk teman katanya dia kecelakaan kemaren”


dibelakang Ara ada Orlando dan Julius .


“ kalo kalian “


" kami juga menjenguk teman kebetukan sedang dirawat “ sela Al saat Naya ingin berbicara , dia tahu jika ketiga orang yang ada didepanya ini membenci Hilman.


“ siapa ini Al “ tanya Orlando yang tertarik dengan Naya yang lebih cantik jika dibandingkan Ara .


“ ini Non Naya “ ujar Al.


“ kenalkan saya Orlando Putra “ menyodorkan tangan . Naya hanya mengangukan kepala.


" Kanaya "


“ yuk bareng “ Ara merangkul Naya dan berjalan lebih dulu diikuti Al , Orlando dan Julius , wajah Orlando berubah masam , kesal diacuhkan .


“ teman mu dikamar mana Naya "


“ Vip “

__ADS_1


“ boleh aku ikut “ Ara sebenarnya risih dangan Orlando karna matanya jelalatan melihatnya , kalau bukan karna Caesar dia takkan pergi menjenguk Daniel.


“ boleh “


Lift berhenti dilantai 6 khusus lantai VIP , Naya berjalan lebih dulu sedangkan Al dari tadi tak bersuara karna dia dan Ara sudak tidak berteman lagi.


“ silahkan masuk nona “ seseorang yang berseragam hitam yang duduk didepan kamar membukakan pintu untuk Naya .


“ Nay “ sela Ara karna langkahnya tertahan , dia ngeri menatap pria sangar itu .


“ biarkan mereka masuk “


Zola kemudian mempersilahkan .


“ kau “ Ara dan Orlando terkejut melihat Hilman sedang duduk didalam bersama Jordi dan Glen .


“ ni sarapannya “ Naya menaroh diatas meja dan duduk disebelah Hilman , berbeda dengan Al yang tak ingin menarik perhatian malah memilih duduk di kasur.


“ kalian tidak duduk “ tawar Hilman.


Ara yang segan dengan Naya memilih duduk diikuti Julius sedangkan Orlando serba salah dan memilih mendekati tempat Al, namun pilihannya salah , Zarfan yang baru keluar dari kamar mandi membuat Orlando menghentikan langkahnya , Zarfan yang melihat sofa sudah penuh akhirnya pergi menuju ranjang dan duduk disampingAlicya..


Mereka semua menatap tingkah Zarfan dan orang yang dilihat malah cuek dan sibuk dengan hpnya.


“ Nay kami permisi dulu “


Ara risih disana karna ada Hilman apalagi Jordi dan Glen selalu memperhatikannya .


“ baik lah hati hati “ Naya singkat .


“ titip salam buat Daniel ya semoga bisa berjalan lagi “

__ADS_1


Semua yang ada kecuali mereka yang tahu terkejut mendengar penuturan Hilman .


“ maksud lo apaan “ Orlando meningikan suara .


“ ya mana tahu kan , kau pastikan aja dulu “


Orlando bergegas keluar karna tatapan tajam Hilman dan Jordi. Ara dan Julius menyusul.


“ kau tahu dari mana Hill “ Al berpindah kesisi kiri Hilman .


“ denger dari suster tadi “


Mereka sarapan bersama , untung saja saat Zola danGlen datang tadi dia membawa makanan jadi Naya dal Al tidak risih karna makananya tidak cukup.


..


Selepas kepergian Naya dan Al


Hilman dan Jordi pergi ke kantor Empiere state , kebetulan Vila sedang membutuhkanya untuk persiapan penyambutan Presdir Empiere Building corp yang diadakan di Royal Empiere Hotel setelah wisuda Hilman.


“ sudah dapat informasi tentang Ernest “ saat keluar Empiere state.


“ sudah bos , mereka sedang pesta di kapal pesiar lepas pantai “


“ oke kita lakukan malam ini “


Jordi menmerintahkan anggotanya berkumpul dipelabuhan kuta pusat destinasi dan pariwisata.


Hilman dan enam bawahan Jordi naik ke pesiar yang ditumpangi Ernest. Didalam terdengar hentakan musik dan para pengunjung sedang berjoget ria diruangan sebelah ada kasino , pesiar mewah yang dilengkapi berbagai macam hiburan bintang lima.


Ernest terkapar dilantai sambil memegang tangannya yang terlihat patah , didepanya berdiri dengan angkuh Zarfan yang memegang kursi bar sebelah tangan.

__ADS_1


“ ini peringatan terakhir , jaga mata mu “ bentak Zarfan.


__ADS_2