
“ jadi ketemu non Naya ” Alicya senyum , walau hatinya terasa dicubit.
“ ketemu tapi ngak sempat bahas masalahnya lagian rame , kamu udah makan “ Hilman mengibah pembicaraan , diq tak mengatakan permasalahan yang baru saja terjadi antara dia dan Naya .
“ belum lagi nunguin kamu “
“ ayo mumpung lapar “
Al memanaskan makanan dan mereka makan dimeja dapur ..
( keseharian Alicya di mansion )
Alicya bangun lewat tengah hari perutnya keroncongan , setelah mandi dan berbenah segera turun , untung saja saat dia sampai dibawah bi Hawa sedang makan diapun ikut.
,Sepanjang hari dia menghabiskan dengan berkeliling sampai kebelakang rumah disana ada sebuah kolam renang yang cukup besar dikelilingi kebun bunga dan sebuah gazebo , saat dia tahu kalau dibelakang ada sebuah cottage dan bi Hawa tingal disana sekeluarga dan juga dia tahu kalau mansion besar ini dibangun untuk keluarga besar Crowsford bunda Hilman saat berlibur ke paradise Island. Saat ini penghuni rumah hanya enam orang ditambah security enam , dua kali datang pembantu dari biro membersihkan rumah dan perkarangan.
Alicya membantu bi Hawa masak untuk makan malan , bi Hawa begitu senang mendapat teman masak karna Celine hanya membantu dihari libur, Al juga senang melakukannya .
( end)
“ hill kapan kita pulang “
“ nantilah , kita cari waktu yang tepat “ sambil mengelus lembut bahu Alicya , mereka bersantai di balkon kamar .
“ apa tidak terlalu lama kita disini “
“ kenapa , apa kamu tidak suka “ Hilman menatap Alicya , heran mendengar perkataannya.
“suka tapi sepi , bibi seringnya dibelakang “ terdengar sedih , Hilman pun mengakui jika mansion sebesar ini sangat sepi keluarga bihawa hanya fokus di bungalow .
“ kamu sabar ya , nanti kalo kerja ku sudah pasti , kita pindah “
" pulang “ Alicya tersenyum .
" engak nanti kita beli rumah kecil untuk kita berdua "
__ADS_1
" emang kamu punya uang" seketika pipi Alicya memerah mengingat perkataanya , dia sadar sebuah rumah bukan hal sulit baginya untuk membeli.
" nanti kita cari , aku terkadang juga bosan disini" lalu memeluk kekasih halalnya .
" tapi non Naya gimana "
" ya tergantung dia , jika mau kita serumah atau beli rumah yang lain untuknya " perkataan Hilman mengetuk hati Alicya , membayangkan Hilman menghamburkan uang membeli rumah seperti membeli bakso saja , pengen cari dimana kita suka.
“ kamu jangan sedih , aku punya hadiah buat kamu “
“ mana “ Al memperbaiki posisi duduknya yang tadi bersandar di dada bidang Hilman.
“ Cium dulu “ sambil mendekatkn pipinya .
“mmuuuachhh “ Hilman langsung memeluk bidadarinya dan menyasap menikmati madu yang disuguhkan .
Kemudian tangan nya mengambil goodie bag dari dalam tas.
“ makasih “ Alicya membalas pelukan .
hape Hilman juga dibongkar Al serta mengambil bebesapa gambar dengan pose berbeda lalu menjadikan nya walpaper , sebenarnya Hilman sudah ada yang setipe dengan milik Al yang biasa gunakan untuk bekerja , dia hanya butuh perangkat pendukung .
" makasih sayang " sebuah kata meluncur tulus dari dalam hati Alicya , pangilan pertama yang membuat tubuh Hilman menegang , perlahan dia merapatkan pelukan dan memberikan kehangatan penuh , ditemani langit penuh bintang , Hilman bergerilya , dari balik kai tanganya menyusup pelan , Al sudah pasrah dengan serangan pelan kekasih halalnya itu , permainan baru saja dimulai , Perlahan perthanan mulai kendor , tak butuh taktuk satu dua bagi Hilman menjebol gawang , nafas saling brpacu , lapangan sudah basah oleh keringan membuat semagat mereka mengumpulkan poin tak terbendung dan sampai akhirnya .
sudah berapa kali Hilman membuat poin sempurna hingga membuat Al tak berdaya .
...
“hhuueekkkkkk, huuaeekkk “ Hilman bergegas mendekati Al yang muntah dikamar mandi lalu memijit pundaknya .
“ kamu dingin kali Al , kita kerumah sakit ya “ Hilman cemas.
“ ngak usah , perutku aja yang mulas sayang “ sambil menyandarkan kepalanya dibahu Hilman ketika dipapah menuju ranjang.
“ kamu istriahat ya , aku ambilin sarapan “ Hilman bergegas turun .
__ADS_1
Alicya sudah tertidur dibalik balutan Selimut , pagi terlihat mendung , gerimis sudah membasahi bumi . Al merasa tubuhnya kembali hangat saat pelukan hanggat diterima dari belakang , Hilman tersenyum saat Al membalik tubuhnya.
" maaf ya semalam"
Hilman merasa bersalah saat mereka memadu kasih di balkon kamar dan tertidur beberapa saat, beruntung dia bangum lebih dulu dan memindahkan Alicya ke dalam.
...
Sementara ditempat lain seorang pemuda memuntahkan isi perutnya di kamar hotel bersama seorang wanita seksi yang masih terbalut selimut merasa terganggu dengan suara berisik daei kamar mandi.
“ kamu pulang dulu “ dia merogoh kantong jas lalu melemparkan beberapa lembar merah keranjang , wanita itu mengeliat malas langsung memakai pakaiannya tanpa membersihkan diri dan bergegas keluar
“ kenapa setiap pagi selalu kaya gini “ dia mengurut keningnya wajahnya terlihat kusam dan lebih kurus.
..
“ ni sarapannya sayang “ Sarapan sudah sedia diatas meja terlihat baru saja dioanaskan .
“ nanti aku makan , aku masih ngantuk “ sambil merebahkan tubuhnya .
“ nanti kamu telat “ melihat suaminya masih ikut tiduran.
“ bener kamu ngak pa pa sayang” mengelus lembut pipi Al.
“ iya nanti setelah bangun aku seger lagi “
“ baiklah , nanti biar bibi yang nemanin disini , nanti kalo makanannya dingin disana ala mikrowave " mata Al langsung nyalang lalu melihat kearah yang ditunjuk .
" sejak kapan"
" dari kemaren memang sudah ada disana"
saat mencium kening , al malah menyosor bibir Hilman dan memagutnya lama , dia begitu menikmati aroma Hilman melekat ditubuhnya.
“ cepat pulang ya nanti aku kasih lagi “ sambil membelai pipi Hilman .
__ADS_1