Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
kesal


__ADS_3

“ ada apa om “


Kepala om Surya muncul dari balik pintu .


“ ada job mendadak nih , anak anak udah pada keluar “ sambil menyerahkan sebuah kertas catatan , Surya tak punya pilihan karna karyawanya yang lain sedang banyak yang keluar karna malam minggu.


“ kalo sudah baik langsung antar aja ke alamat “


“ baik om “


Hilman turun dan bergegas setelah membawa beberapa perkakas yang dibutuhkan sesuai dengan jenis kendaraan yang rusak , tak butuh waktu lama dia sudah sampai di sebuah parkiran apartement mewah dengan view lautan .


Tak sulit bagi Hilman mencari mobil yang rusak karna kap mesin terbuka dan pintu nya juga tak terkunci , terlihat pemilik tak memperdulikan keadaan mobilnya yang terbuka begitu saja , beruntung karna ini merupakan kawasan elit jadi pengawasan sangat ketat dan tak ada yang berani melakukan kejahatan.


Yang namanya mobil baru tentu saja mekanisme nya dijalankan dengam sistem komputerisasi , Hilman cekatan memeriksa kerusakan dan menstel ulang sistem operasional nya , untung saja dilaptopnya ada sistem untuk bmw seri 3 seri lawas , sehingga tidak begitu sulit mencari kendalanya Setelah itu kembali mengecek mesin secara langsung karna seperti pemberitahuan ada mekanisme perbaikan hanya bisa dilalkukan secara manual .

__ADS_1


Hilman merasa curiga dengan keadaan mobil , tak banyak yang rusak , terlihat seperti sabotase oleh profesional hingga tak terlihat secara kasat mata, setelah mobil diperbaiki Hilman tanpa menaruh kecurigaan mengantarkan mobil ke alamat yang dituju tentu saja sebelumnya mencatat laporan tentang kerusakan dan bagian mana saja yang diperbaiki , tak lupa mencatat semua kendala yang ditemui serta part yang disabotase .


Penjaga gerbang bergegas membukakan pintu saat mobil sampai karna dia mengetahui mobil bosnya yang datang. Hilman langsung saja memarkirkan sesuai dengan yang di aba aba penjaga.


“ maaf pak , pak Gilbert nya ada “ ucap Hilman sopan tentu saja sesuai dengan alamat serta pemilik pemesan.


Penjaga itu menatap Hilman dari atas dia memang diberi tahu kalau mobil nanti diantar montir tapi melihat tampilan Hilman yyang tak seperti montir pada umumnya dia ragu , Hilman saat itu sedang mengunakan kaos oblong hitam lengan panjang dengan celana denim yang sudah pudar tidak mengunakan seragam bpekerja bengkel pada umunya , ditambah dia baru sekali ini melihat Hilman.


“ Bapak tidak ada dirumah “ ucapnya kasar .


“ untuk apa ini “ merampas dengan kasar .


“ sabar Hill” dalam hati.


“ laporan saya ke atasan pak karna mobil sudah sampai dengan aman “ tersenyum dengan ramah .

__ADS_1


“ nih “ menyerahkan dengan kasar , terlihat penjaga itu tak bersahabat.


“ ada apa lagi “


“ soal pembayarannya pak belum dikonfirmasi apa bisa cash atau ditranfer” Hilman mengepalkan tangganya , kesabaranya sudah menipis melihat songongnya satapam yang merendagkannya , emosunya sudah sampai ke ubun ubun.


“ Nanti bapak langsung kebengkel , sekarang silahkan keluar “


“ permisi “ tak mau berlama lama menahan amarah Hilman keluar dari komplek perumahan mewah , dari rumah pemilik mobil sampai ke gerbang cukup jauh dan dia harus berjalan kaki karna tak mungkin bagi pengendara ojol diperbolehkan masuk , komisi yang diharapkan diterima secara cash sudah raih.


“ heh ngapain lo disini “ ujar seorang gadis yang baru saja turun dari mobil freed putihnya terlihat gurat wajahnya seperti habis pulang dari club malam .


“ eh Ara , nih baru ngantarin mobil pak Gilbert” sambil senyum tak memperdulikan tatapan sinis lawan bicara .


“ ngapain senyum senyum gak akan gue ajak mampir “

__ADS_1


__ADS_2