Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
bukan satu angkatan


__ADS_3

" ayok"


Kanaya berjalan dengan Jasmine , terlihat mereka sangat akrab sekali sampai sampai Hilman sedari tadi dilupakan , lalu dia mengambil posisi kedekat balkon dan disana terdapat buffee yang menyajikan beberapa dessert mewah .


Dia mengambil satu piring kecil lalu mengambil meja terpisah dan duduk karna sebagian besar sudah diisi teman Kanaya.


" boleh saya duduk disini " tiba tiba sebuah suara lembut mendatangi


" oh silahkan " Hilman lembut setelah melihat siapa yang datang.


" kenalkan saya Juliette , apa anda teman Naya , kelihatannya anda lebih muda dari dia"


" ya kami dekat "


" apa pekerjaan mu , apa kamu asli sini " tatapan Juliette membuat Hilman tidak nyaman.


" saya bekerja di Empiere , dan sayab bukan asli penduduk disini"


Juliette mengangukanbkepala sambil memutar minuman dalam gelas .


" cukup bagus , aku punya teman di Empiere dia kepala marketing disana jika kamu mau aku bisa membantu mu mendapat posisi lebih tinggi " terdengar ramah , yang pasti Ekpetasi Juliette terhadap Hilman awalnya tinggi namun mendengarnya , dia beranggapan Hilman hanya pegawai biasa.


" tidak perlu , saya sudah nyaman di posisiku kali ini " hal itu membuat Juliette tersenyum kecut.


" hah disini ternyata model kita , saya kira kamu tak datang , eh siapa pria ini apa dia pacarmu " celetuk salah seorang diantara mereka .


" bukan lah , mana mungkin aku berpacaran dengan pria seperti ini , pegawai rendahan di empiere apa yang bisa ku banggakan " Julieete jutek .

__ADS_1


" terus siapa dia , dia bukan angkatan kita , tidak mungkin kan Jasmine mengundang sembarang orang " ledek mereka lagi. Hilman hanya tersenyum tanpa memperdulikan ujaran mereka .


" dia pacarnya Kanaya , kalian tahu kan kalau orang level bawah pasti bergaulnya juga dengan orang selevel " entah kenapa Juliette menghina Hilman padahal mereka tidak saling mengenal .


" hahaha betul juga kamu , tumben sekarang lebih pintar" celetuk seorang gadis yang rambutnya sebahu dan berwarna warni.


" kamu kira aku bodoh hah , kalo aku bodoh mana mungkin aku sampai keparis "


" iya kami tahu " dia mengalah sambil melirik jijik kearah Hilman.


" hey kelihatannya rame disini " ternyata Antonio mendatangi mereka .


" hey bro , kami sedang mengenal pacarnya Kanaya , katanya dia hanya staff biasa di Empiere lucu kam " ledek gadis dengan rambut bewarna warnitadi


" mana mungkin bocah biasa ini pacar Kanaya , palingan sopir pribadi " sanggahnya , dia tak terima jika Kanaya memiliki pacar , dia hanya punya satu saingan yakni Bastian dan untungnya pria manja itu tak ikutan .


Jasmine terganggu dengan keributan di sudut ruangan , dia melirih terlihat gerumunan disana tertawa riuh.


" ngak tau juga " Naya juga binggung , dia sibuk berkeliling menyapa temannya hingga melupakan keberadaan seseorang.


" oh ya , tadi kalo tidak salah ada pria muda disebelah mu , apa dia temanya Antonio " celetuk Jasmine mengingat sesuatu.


" ngak , tadi Antonio datang berdua dengan Juliette"


" terus pria tadi siapa , setaguku dia bukan angkatan kita "


" mungkin ada teman teman kita membawa temannya , biar saja " celetuk salah seorang yang duduk dimeja.

__ADS_1


" Naya , selamat ya , aku ngak nyangka lo , Starlight sekarang makin maju "


" biasa aja "


" serius lo , perusahaan papaku aja ngak tembus mega proyek Empiere , sedangkan perusahaan kamu malah paling depan menjadi rekanan terpercaya mereka" pujinya diiringgi riuh tepuk tangan .


" itu kebelutan , saingan dibidangku ngak banyak coba kalau rame pasti aku sudah ter eliminasibduluan " Naya merendah.


Mereka terganggu denganriuh suara diujungbdekat balkon , apalagi suara mengelegar khas soerang Antonio membuat mereka tidak nyaman .


" eh aku liatin bentar ya" Jasmine mesara tidak nyaman dengan tingkah bebeapa temanya itu.


" ada apa ni , kok berisik " sela Jasmine membuat mereka menghentikan suara.


" oh , ini Jass , nih ada yang numpang makan gratis " celetuk Juliette menunjuk kearah Hilman .


" iya Jass"


Jasmine menatap tajam pada Hilman , dia tak mengenal pria itu dan teman temannya malah membulinya.


" ngak pa pa , ini pesta ku biarkan saja " sela Jasmine lembut.


" ya ngak bisa gitu , orang seperti ini tidak menghormati kita , jelas jelas ini menganggu privasi kita " celetuk gadis yang rambutnya berwarna warni "


" walaupun gitu kalian ngak usah meledeknya berlebihan, aku mengundang kalian bersenang senang , maaf kan temanku , mereka terladang usilnya kelewatan" Jasmine lembut pada Hilman .


" iya ngak masalah "

__ADS_1


" kalo boleh tahu siapa yang mengundangmu , kamu bukan angatan kami kan "


" aku datang bersama Kanaya "


__ADS_2