
“ Ahh kenyang “ Naya mengelap peluhnya yang membasahi kening , terlihat seperti kelaparan tidak makan beberapa hari , wajar saja saat makan bersama keluarga Bastian disana dia harus jaga gengsi , keluarga Bastian memesan gurami bakar dan udang bakar dan dia memesan tomyam cumi dan pepes bakar serta makanya pun dijaga agar terlihat ayu sehingga dia tidak bisa menikmati hidangan sama seperti nenek dan mama Bastian .
Bagaimanapun dia ingi terlihat angun didepan keluarga Bastian berbeda jika dedepan Hilman .
Hilman menyingkirkan piring kotor serta mencucinya sedangkan makanan yang tidak dimakan disimpan ke dalam kulkas agar bisa dinikmati esok hari . Dia terus kesofa dan mengeluarkan berkas yang kebetulan tadi diantar Zola saat dia sampai di parkiran apartemen sedangkan Naya terkapar tak berdaya diatas meja makan.
“ sibuk “ Naya masih malas untuk berpindah walau badanya sudah gerah karna keringat .
“ lumayan ngejar hari senin “ Hilman fokus dengan laptop serta laporannya dan tak memperdulikan Naya yang sesekali mencuri pandang , bukanya dia tidak tahu tapi dia mulai menjaga jarak agar nantinya mereka kembali terbiasa seperti saat dulu. .
Sedangkan Naya kembali resah , melihat Hilman yang sedang fokus pikirannya kembali melayang kesana kari , ketakutanya disaat melihat Hilman di saung tadi kembali memenuhi benaknya .
“ maaf tadi ngak bisa ikut , soalnya banyak kerjaan yang harus diselesaikan “ ujar Naya terbata bata .
“ ngak pa pa kok , kalau ada yang lebih penting ngak masalah “
__ADS_1
Naya kembali kaku , jawaban Hilman yang pelan seakan menusuk jantungnya .
“ bukanya ngak mau , kerjaan ku ngak bisa ditinggalkan “ menjelaskan kembali
“ Iya aku paham “
Naya salah tingkah melihat ke acuhan Hilman , terlihat sekali Hilman tak mempermasalahkan alasannya yang mengada ada , padahal saat kembali tadi staf receptionya mengatakan jika Hilman datang sesaat dia pergi dengan Bastian dan tak berjarak sepuluh menit bahkan karyawannya bilang jika Hilman berdiri lama diparkiran sambil menelpon seseorang ,karna bingung Naya masuk kekamar tanpa memperdulikan Hilman yang masih sibuk , tapi tak tau mau melakukan apa sebentar berbaring sebentar bangun terkadang kembali dengan gawai hanya mengskroll sosial media lalu kembali berbaring.
Pelan pelan Naya menekan handle pintu lalu melengohkan kepala keluar , lampu dapur sudah dipadamkan tapi ruang sofa Hilman masih tengelam dalam kesibukanya tak memperdulikan kecemasan Naya yang sudah beberapa kali mengintip , sama seperti Naya , Hilman juga menanti Kanaya memulai pembicaraan karna selama ini dia yang lebih banyak mengalah . Hilman merasa kecewa dengan tindakan Naya dan Naya juga kesal terhadap perlakuan Hilman yang tak mengubrisnya , biasanya bagaimanapun Hilman pasti bertanya sedikit sekedar basa basi.
“ astaga “ Naya melompat dari Ranjang , dia telat bangun karna bergadang tak jelas , setelah mencuci wajah lalu memoles tipis berlahan keluar , dia tertegun melihat Hilman tertidur di atas sofa semua berkas berserakan dilantai kelihatanya dia bekerja sampai subuh maklun sekarang hari minggu .
“ Hil bangun “
" bangun "
__ADS_1
“ ohh ya maaf ketiduran “ sambil mengedipkan mata.
“ mandi gih udah siang” sambil berjalan kedapur dan mengeluarkan makanan semalam lalu memanaskanya , cukup simple tinggal masukan ke mikrowave.
Dua gelas susu coklat sudah diatas meja , tanpa memungu Hilman , Naya lebih dulu sarapan dengan roty bakar diberi selai coklat dia tak berminat menyentuh makanan yang baru saja dipanaskan .
“ masih banyak “ ujarnya saat Hilman keluar kamar yang pernah ditempati Alicya.
“ engak kok tinggal kordinasi sama tim aja “ Sambil mengambil piring , Hilman biasa sarapan agak berat.
“ apa pak Gamawan marah aku ngak datang kamaren “ ternyata dibenak Naya masih memendam rasa penasaran .
“ ngak ngak masalah kok “
“ Beneran "
__ADS_1