
“ lebih suka ini , disana terlalu sepi , terasa menyeramkan “
Hilman tertawa mendengar penuturan Al , memang rumah sebesar jarang ditempati , keluaga bi Hawa hanya beraktifitas dilantai bawah dan bungalow.
“ kamu mau makan apa , aku yang masak “ Hilman mengecup kening .
“ gado gado “
“ok kita pesan dulu ”
" kenapa " Al terkejut .
" kan bahan bahanya belum dibeli sayang , rumahnya saja baru tadi pagi aku ambil kuncinya .
" yuk belanja sekarang " Alicya semangat .
Beruntung di depan apartemen ada swalayan jadi tak terlalu jauh jika mencari kebutuhan .
Tangan Hilman begitu cekatan memotong sayur , setelah menata , lalu disiram saus instan yang sudah tersedia di swalayan .
“ selesai “ sepiring gado gado ,batagor terhidang ditemani benerapa jajanan yang dipilih Al saat belanja tadi .
“ kamu pintar masak “
“ ngak terlalu dari kecil papa ngajarin kami mandiri ,jadi masak ala kadarnya yang penring bisa masak “ sambil menyuapi Al.
“ emang mama kamu ngak masak “
__ADS_1
Wajah Hilman berubah suram membuat Al tak enak hati.
“ jangan tanya dia , aku tak ingin membahasnya “ Hilman membelai kepala Al.
" kenapa , apa aku salah "
" ngak , cuma aku ngak pengen membahas masalah itu "
" maaf ya "
“ iya ngak pa pa , nanti kalau udah waktunya aku akan cerita “ Hilman tak ingin membuat mood Al hilang.
“ iya “
Tanpa terasa satu porsi gado gado dan batagor serta ayam goreng yang mereka beli di depan toko ludes oleh Al, Hilman mengantarnya ke tempat ridur lalu menyelimuti.
“ sebenarnya aku memiliki seorang adik , kami terbiasa berdua , sedangkan papa dia tidak suka tidur dikamar “
Memang dari awal Hilman berfikir , jika nanti Zarfan datang mereka bisa menginap di rumahnya , sedangkan papa pasti bersama bunda di mansion.
“ kamu istirahat ya sayang , aku kerja dulu “ mencium Al membalasnya.
. .
Al bergegas bangun karna telepon nya berbunyi di meja makan , Hilman baru beberapa menit yang lalu pergi .
Jantung Al berdetak kencang saat melihat siapa yang menghubunginya , tanpa bisa dia tahan air matanya meleleh.
__ADS_1
Alicya berusaha tenang lalu mengangkat.
“ ha halo non Naya “
Al memantapkan hatinya jika Naya memakinya .
“ Al apa Hilman ada disana “ terdengar lembut mwnyejukan hati Al.
“ maaf non dia baru saja pergi , ada perlu apa non , biar nanti saya sampaikan “ dengan suara berat Alicya menjawab .
“ Tidak , sudahya “
Al menangkap sesuatu telah terjadi pada nonanya , suaranya terdengar serak seperti habis menangis.
“ non maafkan Al non , saya yang salah jangan salahkan Himan non “ Tangis Al pecah , dia langsung meminta maaf , disebrang Naya juga sama mereka saling meminta maaf .
“ Iya non kami dilantai lima belas , biar saya share lokasinya “
Alicya memutuskan sambungan telpon lalu mengirim alamat , Hatinya begitu bahagia mendengar suara nonanya , ditambah pengakuan Naya membuat dia tak sabar menunggu kedatangan Naya .
..
Naya berdiri didepan pintu apartemen bertuliskan 1520 , sejenak dia ragu untuk masuk , jantungnya masih belum netral sejak keberangkatan tadi ditambah apartemen yang ditempati Al termasuk apartemen yang baru tiga bulan lalu diresmikan dan incaran para pebisnis muda , lokasinya menghadap ke pegunungan dan merupakan kawasan baru yang sedang gencar melakukan pembangunan harganyapun cukup mahal apalagi untuk gedung yang di masukinya ini .
Tiba tiba pintu terbuka sendirinya , rupanya Alicya juga sama seperti Naya , sejak tadi dia berdiri dibalik pintu menungu kedatangan Naya semenjak tadi bolak baik kelamar dan pintu rumah , kecemasan melanda hatinya.
“ non Naya “ mendadak Al langsung memeluk Naya yang berdiri kaku , tumpaj tangisnya melihan nona muda yang selama ini dirindukanya.
__ADS_1
“ Al maafkan aku “