
“ jangan membantahku , aku mengajimu patuhi aku “
gelegar suara Naya memenuhi ruangan seketika seluruh pengunjung berhenti melihat sumber suara.
“ hahaha , apa aku tidak salah dengar , setelah sekian banyak aku membantumu , apa kau angap aku karyawanmu yang dengan mudah kau bentak lagian kapan kamu mengajiku ”
Hilman terbawa emosi .
“ plakkk”
Hilman terdiam , Naya memegang tangannya yang baru saja mendarat mulus dipipi Hilman , bukan karna sakit tapi karna dia juga terkejut tangannya bergerak sendiri tanpa dia sadari .
“ terima kasih ,karna sudah memastikan tempatku “
“ Abang“
Celine yang melihat kejadian itu berlari mendekati kemudian mengusap pipi Hilman .
“ sakit ya “ Celine mengelus lembut pipi Hilman yang berbekas cap lima jari Naya .
“ tidakkok , mari pulang “ Hilman mengandeng Celine menuju Hawa dan Hasan.
“ tunggu “ mereka berempat menoleh kebelakang .
__ADS_1
“ siapa dia “ Naya menatap ****** Celine yang sedang berdiri didekat Hilman sambil memegang lengannya , ada sakit dihatinya melihat keadaan itu.
Hawa dan Hasan saling pandang mereka tidak berkata .
“ ini adikku dan itu bibiku dan suaminya , itu anak mereka “ menunjuk kearah belakang bi Hawa dan pak Hasan berdiri.
Hilman berbalik kemudian melangkah . Dia tak perduli dengan wajah Naya yang menatapnya penuh amarah.
“ antarkan aku pulang “ suara Naya melemah tanpa sadar meminta Hilman ,dia sudah lemah seperti kehilangan separuh nyawanya.
“ paman antarkan nona muda Naya pulang “ Hilman tak tega melihat Naya yang terlihat tak berdaya.
“ baik “
“ mari nona “
Hilman kehilangan gairah menemani Celine belanja , walaupun celine mengodanya dia hanya membalas lewat senyuman .
. .
Naya termenung disofa kamarnya , sudah ketiga kalinya dia membentak Hilman dan menampar tak jelas , padahal dia tahu tak sedikitpun Hilman memiliki kesalahan dan kesalah pahaman ini berawal dari emosinya yang tak bisa dia kontrol saat dia bertemu dengan Hilman di situsi yang membuatnya serba salah dan selalu saja dia salah tingkah, seperti ingin membela diri dan melimpahkan kesalahan pada Hilman , emosinya juga dia lampiaskan tanpa terkontrol .
Kanaya tidak punya sedikitpun pembelaan , ditambah secara sengaja dia mengatakan kalau Hilman bodiguardnya dan bukan orang pentibg di hidupnya , dia juga melupakan hal yang terpenting , janjinya akan menjalankan kewajibanya sebagai istri diluar tapi yang terjadi malah sebaliknya , untuk ketiga kalinya dia dipergoki Hilman sedang dipeluk Caesar dan dia tak berusaha membela diri ataupun bertindak secara tegas.
__ADS_1
“ tok tok tok “
Naya perlahan mengetuk kamar Hilman dan Alicya , kamar yang sebulan lalu dihuni Hilman semenjak tinggal dirumah ini dia tidak pernah di kunjungi .
“ iya non ada apa “ Alicya terkejut melihat Naya didepan kamarnya , matanya sayu menahan kantuk .
“ Mana Hilman “
“ maaf non Hilman belum pulang “
“ telpon dia suruh pulang sekarang“
“ maaf non , nomor Hilman hilang non hape rusak kemasukan air “ Al menjawab pelan karna melihat wajah Naya memerag seperti habis menangis .
Naya kembali kekamarnya meningalkan Alicya yang kebingungan , sambil mondar mandir di kamar sambil memegang hpnya , setiap ingin menelpon Hilman bergegas menghubunginya.
“ kamu tahu kemana dia “ setelah satu jam lebih dan kembali mengetuk kamar Alicya .
“katanya kerumah sakit “ mata Al yang sudah setengah watt menjawab asal .
“ siapa yang sakit , keluarganya “ Naya terkejut sambil menduga duga.
“ bukan non bos tempat Hilman bekerja “ Naya menatap Alicya bingung , selama yang dia tahu , Hilman bel mempunyai pekerjaan .
__ADS_1
“ tapi dia bilang dia tidak bekerja “ Naya mengeja .
“ dia sudah bekerja semenjak dia tinggal dikota ini non “