
“ astaga “ Al terkejut mendapat bayangan bergerak dibelakangnya , masih subuh mbok dan bi Asih biasanya masih dikamar .
“ Maaf “ dengan cepat Hilman menyambut tubuh Al yang terpeleset , seketika mata mereka beradu pandang , mereka terdiam lama sampai .
“ Al nasinya su .... “ Al bergegas melepaskan diri dari pelukan Hilman , bi Asih berbalik kabur .
“ maaf “ Hilman bergegas kekamar dan Al berlari kekamar mandi menahan detak jantungnya yang seakan meloncat , ini pertama kalinya dia bersentuhan langsung debaran jantungnya sulit di kontrol , senyum menghiasi bibirnya.
Alicya kuliah pagi jadi dia berangkat lebih dulu sedangkan Hilman dan Naya sedang sarapan menunggu Gilbert yang belum turun .
“ siap proposalnya "
“ sudah “
Hilman membukakan pintu depan untuk Naya dan disaat yang sama Naya membuka pintu belakang , Hilman tentu tak ingin diangap sebagai sopir , dia mengalah .
“ Nih “ Hilman menyerahkan proposal yang selesai dia kerjakam semalam sekaligus soft copy nya .
“ nanti disana langsung temui Abimana “
__ADS_1
“ hah “ Naya kaget mendengar nama yang disebutkan oleh Hilman , dia tahu jika Abimana adalah Presiden direktur sekaligus putra pemilik Future hand company .
“ serius ni langsung dengan CEOnya “ Naya tergagap tak menyangka akan menemui sosok yang paling sulit diajak bekerja sama.
“ iya , nanti kalau ada masalah telpon aja aku “
“ tapi , aku ngak punya nomor telpon kamu “ suara Naya ragu , Hilman memberikan teleponya pada Naya , telpon jadul dengan logo buah tergigit masih terlihat bersih , namun benda itu sangat berkelas dizamanya . Dia melakukan pangilan kenomornya ternyata Hilman sudah menyimpan nomor Naya dengan nama lengkap lengkap jiga dengan relasionship sebagai istri dibawahnya.
“ nanti telepon kalau sudah selesai “ Hilman mengoyangkan jari ditelinga saat menurunkan Naya dilobby Future Hand companya.
. .
“ buk , ini nona Kanaya “ menyapa seorang gadis seumurannya di balik meja .
“ permisi “ reception tadi membungkukan kepala dan meningalkan Naya didepan perempuan yang menatapnya tajam .
“ tunggu sebentar “ dia menuju pintu besar dengan ukiran naga .
“ silahkan , pak Aby sudah menunggu anda “ mengarahkan tanganya ke ruangan yang pintunya terbuka , setelah Naya masuk pintu itu tertutup otomatis .
__ADS_1
“ silahkan duduk “ suara dari sosok yang tengah sibuk mencoret kertas dihadapanya ,
Sosok yang tidak mengunakan jas itu mempertontonkan otot ototnya membuat baju kemeja yang dia pakai seakan menunggu waktu untuk robek .
“ nona Kanaya Alexe , dua puluh tujuh , s II , baru merintis usaha dan dalam setahun sudah diperhitungkan dalam dunia bisnis “ Aby membacakan seluruh biografi hidupnya . Naya hanya mengangukan kepala dan terlalu takut beradu pandang dengan pria brewokan yang tatapannya tajam , tubuhnya tinggi lebih tinggi dari Hilman , mungkin sampai 185cm .
Naya bergegas menyerahkan proposal ditangannya karna Aby menyodorkan tangganya disaat Naya bengong .
“ oke , bagus , sangat bagus “ Aby tersenyum puas .
“ selamat proposal anda kami terima “ sambil menyalami Naya .
Naya tentu saja senang bukan kepalang , Aby meningalkanya sedirian , setelah menunggu satu jam kontrak kerja sama mereka di tanda tangani , bukan hanya satu melainkan ketiga proposal yang dia ajukan .
Saat sampai dilobby Naya bergegas menelpon Hilman namun terhenti karna matanya bertemu dengan sosok yang harus di hindarinya namun kemanapun dia melangkah selalu saja ditemuinya.
“ Naya sayang , aku mencari mu kekantor ternyata kamu disini sayang” Caesar mengembangkan tanganya seakan ingin memeluk Naya .
“ Ngapain kamu disini “ Naya mundur menghindari Caesar .
__ADS_1