
“ semua janji pak Preadir selalu terdaftar dan hari ini tidak ada janji dengan pak Presdir “ bentak nya semakin angkuh ,
“ pantasan bau bangkai disini, ternyata ada an***g kurap “ Caesar sengaja menutup hidung mendekati meja reception .
“ maaf menganggu tuan muda Caesar , bapak Tito sudah menunggu anda di ruangannya “ receptionis angkuh tadi malah lembut terkesan terbar pesona , dia sepertinya tahu jika Caesar tuan muda konglomerat yang royal.
“ Jennie lebih baik kamu usir gembel ini dari pada kantor ini mendapat sial “
“ baik tuan muda “ Jennie langsung melambaikan tangan memangil security .
“ usir pengangu ini dia membuat tamu kita tidak nyaman “ terlihat Jennie begitu bangga mengusir Hilman dengan dukungan Caesar yang merupakan tuan muda keluarga Howart pengusaha dibidang kontruksi dan pengadaan bahan baku industri lain .
“ jangan Jen “ sahut temanya yang menyambut Hilman menyela .
“ apa , ngak usah ikut campur kamu hanya anak magang mana ngerti masalah beginian “ Jenni membelalakan matanya pada rekan baru di front ofice dan hanya menundukan kepala tak punya keberanian lebih untuk membela Hilman.
“ stop gue bisa keluar sendiri “ Hilman menatap tajam Jennie karna tanganya ditarik keluar penjaga .
Hilman keluar dengan berjalan kaki lalu menyebrangi jalan raya menuju sebuah resto disebrang .
“ hallo bunda “ menghubungi Natasya .
“ iya sayang apa sudah kamu terima hadiahnya “ suara dari sebrang sana , Natasya sudah mengangap anak sambung sebagai anaknya sendiri terkadang dia juga merasa lucu dengan umurnya sendiri sudah memiliki putra sedewasa Hilman , baik Hilman maupun Zarfan menghormati dia lebih dari yang dia bayangkan.
__ADS_1
“ belum bunda “ terdengar mengehembuskan nafas.
“ sekarang kamu dimana “ terdengar Natasya sedang memencet nomor telepon .
“Hilman didepan Empire state , receptionnya mengatakan tak ada Tuan Vilanueva dikantor “
“ sebentar biar bunda suruh dia menjemput keluar “
terdengar dari dalam telepon Bunda Natasya membentak lalu menutup teleponya .
“ kamu tunggu aja sayang sebentar lagi dia pasti datang “
“ makasih bunda “
Hilman memesan club sandwich serta hot milk karna tadi pagi dirumah tidak sempat sarapan yang banyak gara gara Kanaya.
Sementara digedung seberang seorang lelaki tua bergegas turun kelobby dalam keadaan panik sekretaris dan asistenya juga ikutan panik karna Presdir mereka tidak menjelaskan apa yang terjadi
Semua karyawan yang berada di lobby seketika bergegas menyambut kedatangan bos besar .
“ mana orang yang mencariku tadi “ bentak tuan Vila membuat reception ketakutan .
“ Sudah pergi tuan “ jawab Adele ketakutan menyela karna tidak ada yang bersuara .
__ADS_1
“ dasar kalian , kemana dia pergi , cari “ seketika paniklah seisi lobby , mereka tak menyadari kedatangan Hilman bahkan saat dia keluarpun luput dari pantauan mereka.
“ siapa yang menerima tadi “
“ saya tuan “ Adele menjawab kaku.
“ kau dipecat”
“ tapi tuan Jennie yang mengusirnya “ jawabnya terbata bata menahan air mata .
“ kau juga dipecat “
" ampun tuan jangan pecat saya "
Jennie seketika bersujut memohon ampun dan mengaku bersalah , dia tak menyangka lelaki sederhana yang baru saja dihina ternyata memiliki pengaruh besar , namun terlambat baginya menyesal , berbeda dengan Adele menerima dengan pasrah , bagaimanapun juga tak ada kesempatan dia membela diri , bahkan semenjak mulai magang Jennie selalu menekannya .
Dia meningalkan lobby setelah mengambil barang nya di loker lalu menyebrangi jalan raya tengorokanya kering karna menahan tangis , pekerjaan yang sangat di idam idamkanya selama ini dan baru saja dia lulus sebagai keryawan magang dan menanda tangani kontrak ternyata harus diputus sepihak karna kesalahan yang dilakukan orang lain , sebagai junior dia tak bisa berbuat apa apa saat para senior memberi perintah.
“ milk shake strowberi double keju satu “ Adele memesan minuman manis , jika dia bersedih dia selalu memakan makanan yang manis sebagai pelarian .
“ tuan “ Adele melihat sosok yang pemuda diusir Jenni tadi dan bergegas mendekati Hilman yang baru saja selesai makan .
“ tuan , tuan Vila sedang mencari anda “ Adele berdiri kaku disamping Hilman , dia tak berani menatap langsung apalagi duduk didepan orang yang membuatnya kehilangan pekerjaannya .
__ADS_1
“ kenapa kamu disini , menjemput saya “