
“ apa informasinya akurat buk “
“ pasti saya langsung dapat dari sumbernya “
“ Pak Hilman “
“ iya dan mega proyek ini langsung dipimpin oleh Hilman “ Naya terlihat antusias menjelaskan pada Cintya berbeda saat dia meminta tempo hari yang terkesan setengah hari .
“ baik buk , sebisa mungkin akan saya lakukan dengan maksimal “ ujar Cintya .
“ dengan kerja sama sebelumnya ada kendala “
“ kendala kecil masih buk apalagi pihak Howart dan Guliart masih mencoba menghalangi pasokan bahan mentah , untung saja AXL bisa mencukupi dan pihak Empiere serta Future ikut mengawasi jadi tak ada kendala berarti “ jelas Cintya .
“ bagus lah , sekarang kita bisa bekerja dengan maksimal “ Naya tersenyum .
“ tinggal satu masalah lagi yang harus ibuk hadapi “ jelasnya ragu.
“ apa “
__ADS_1
“ Soal tuan Caesar , dia selalu bikin ulah setiap hari di lobby , kami berusaha mengusir dengan halus tapi dia selalu berulah bahkan membuat tidak nyaman mitra kita yang lain , jadi saya lebih sering meting diluar dibandingkan dikantor “ jelasny.
“ Kamu tenang saja untuk masalah Caesar biar saya yang hadapi “ Naya mantap semua itu karna beberapa waktu belakangan ini Howart tidak bisa lagi menekan AXL dia juga tidak mengetahui alasan yang pasti karna beberapa waktu belakangan dia tidak pulang kerumah dan tidak berkomunikasi dengan papanya , hanya membaca kabar dari media kalau AXL sudah kembali seperti semula dan tidak mengalami krisis lagi semua itu disebabkan oleh rekrutan baru di manager pemasaran , Naya tidak tahu kalau pemilik AXL sudah bertukar dan bukan lagi Gilbert , dan semua itu masih dirahasiakan oleh kedua pihak.
“ Naya sayang “ Caesar langsung bergegas masuk , dia mengetahui kalau hari ini Naya sudah masuk kantor .
“ pagi tuan Caesar , ada perlu apa anda di Starlight “ Naya berujar tegas sesaat Caesar baru saja masuk sehingga tak bisa mendekati .
“ tentu saja ingin bertemu kekasih ku , aku kangen setelah beberapa hari tidak bertemu “
Caesar tetap merentangkan tangan nya dan berusaha memeluk Naya tapi Naya mendorong Caesar dengan kuat hingga dia mundur beberapa langkah , Caesar tak mau mengalah dia kali mendekati Naya dan memeluk dia sudah tidak tahan menahan dan harus dilampiaskan secepatnya , dia juga tahu jika saat ini Hilman sedang pergi keselatan kota jadi tidak ada yang akan menganggu tujuanya .
“ aaaackk “ Caesar terpekik , Naya yang merasa pegangan Caesar terlepas berusaha menjauh .
“ cukup Caesar “ Naya menatap tajam sambil mengacungkan pena .
‘ kau tak diterima disini silahkan pergi “
Tanganya gemetaran menodongkam pena besi yang diujungnya sudah memerah , tapi tekadnya sudah mantap walaupun dia kalah paling tidak dia bisa membalas demi mempertahankan harga dirinya.
__ADS_1
“ kenapa Naya apa kau tidak takut keluarga ku menghancurkan bisnis keluargamu"
Ancam nya sambil memegang bahunya yang mengeluarkan darah , cukup dalam pena itu tertancap , terlihat cairan merah itu menetes ke lantai .
“ coba saja kalau kau bisa , palingan Howart lah yang akan hancur “ Naya tak salah ucap karna sekarang dia sudah mempunyai sandaran kuat .
“ baik kita lihat , kau akan berlutut dihadapanku memohon , aku pastikan itu “ mata Caesar memerah .
“ silahkan “
Naya bernafas lega setelah Caesar keluar dari kantor , seluruh badanya mengigil ketakutan seperti kejadian dulu , malah sekarang lebih takut karna rasa bersalahnya pada Hilman , dan salahnya dia hanya bisa menangis disaat itu tanpa bisa memberikan perlawanan berbeda dengan sekarang , dia sudah memantapkan hatinya .
Perlahan Naya masuk kekamar mandi setelah mengunci pintu blazernya sudah tidak ada kancing dan kemejanya juga sudah tak karuan , leher jenjang nya memerah karna perbuatan Caesar yang meninggalkan bekas perbuatanya , perlahan air mata menetes , dia tak menyangka jika hal yang ditakutkan Hilman terjadi juga , padahal dia sudah diwanti wanti untuk menjaga diri jika sendiri .
Naya dengan kuat mengosok tanda merah hingga sekeliling nya menjadi merah dan perih , dia tak terima dengan perlakuan Caesar dan berniat membalas
“ intan kemari “ Naya sudah merapikan dirinya , stelan tadi sudah dibuang untung saja dua mempunyai pakaian ganti.
“ pergi ke butik Avantie jemput baju saya , tadi sudah saya pesan “ Naya menyerahkan kartunya .
__ADS_1
“ Ingat cepat saya pakai sebelum makan siang “