
( kanaya )
“ Nay ada surat masuk “ Cintya masuk setelah mengetuk pintu .
“ dari siapa “
“ kurang tau nih katanya buat Kanaya Alexe “
Disana tertulis Dakota Cargo , matanya menyipit melihat kop amplop lalu bergegas membuka , ternyata didalam terlihat proposal pengajuan kerja sama dan tertulis Leonel Alexe sebagai manager pemasaran
“ kamu udah cek “
“ Udah kebetulan tadi kakakmu sendiri yang ngantarin dia bilang pemegang saham utama tuan Gilbert , makanya dia ngajak kamu kerja sama “
Kepala Naya kembali berdenyut , bagaimana tidak , sudah beberapa kali Leonel membuka usaha dan ujung ujungnya pasti tutup dan meninggalkan hutang besar bahkan sampai papanya harus menjual tiga puluh perseng saham AXL untuk menangulangi nya dan sekatang tinggal dua puluh persen saham miliknya dan sepuluh puluh puluh persen saham milik Papanya , Naya sendiri tidak tahu jika empat puluh puluh persen saham milik Gilbert sebenarnya juga sudah dijual beberapa waktu yang lalu karna perusahaan mengalami defisit karna tekana dari Howart beruntung Miriam membeli dengam harga dua kali lipat dan tetap memberikan jabatan sebagai HRD kepada Gilbert , setelah mereka membeli tiga puluh persen saham sebelumnya dijual pada perusahaan lain. sekarang HaZa group pemilik terbesar AXL yang sebenarnya dimiliki Hilman .
“ kenapa kamu sakit “ Cintya terlihat cemas .
__ADS_1
“ engak kok , Cuma pusing mikirin ini “ elaknya sambil menunjuk berkas.
“ lu tahu kan gimana Leonel “
Tentu saja Cintya tahu bagaimana katakter kakak Naya itu , mereka satu angkatan saat kuliah dulu , selain playboy El juga boros dan manja , sedikit sedikit pasti merengek pada papanya yang saat itu sedang dimasa jayanya , dia juga tahu Gilbert menjual tiga puluh persen kepemilikan AXL karna utang yang dimiliki Leonel hingga dia diusir dari paradise city dan hanya dikirimi uang belanja lima juta perbulan dan tinggal di sundalanf tempat kakak Gilbart yang seorang tentara dan memiliki perternakan , tujuannya supaya Leonel bisa mandiri dengan didikan keras George .
“ ya tentu gue tahu “
“Nah tu makanya gue pusing , kok mau maunya papa nalangin dia buat buka usaha “
“ ya ngak mungkin papa banyak duit lo tahu sendiri kan perusahaan papa “
Baik Naya maupun Cintya tahu perusahaan papanya sedang pailit bahkan nilainya tak sampai tiga puluh milyar .
“ papa kamu baru saja melego AXL“
“ hah serius , siapa yang beli ngak Howart kan “ Naya tekejut mendengarkan berita dari mulut Cintya , bagaimana tidak usaha yang dirintis kakeknya dahulu sekarang mengalami kerugian besar ditambah beberapa bulan lalu papanya sempat berniat menjual AXL demi menutup kerugian yang sudah memakan modal bahkan sampai papanya harus menjual beberapa properti demi menyeimbangkan keuangan perusahaan , Dia tak bisa membantu terlalu banyak perusahaanya juga tidak baik baik saja saat itu , dengan lesunya pertumbuhan ekonomi membuat perusahaanya harus memgencangkan ikat pinggang walau masih ada beberapa proyek yang dikerjakan dan itu juga berasal dari luar kita dan harus menekan budget .
__ADS_1
" iya gue tahu dari orang orang , beruntung nya ada dermawan membeli dengan harga dua kali lipat dan tetap memberi kepercayaan pada tuan Gilbert untuk menjadi salah satu manager dan sekarang perusahaan itu mulai mengeliat kembali “
“ lu tahu siapa yang membeli “ Penasaran .
“ ngak tahu juga sih tapi dari kabar yang beredar buk Miriam ikut ambil andil "
“ Lu yakin berhubungan demgan Empiere “ Naya menerka tak percaya dengan ucapan Cintya.
“ ngak langsung dengan Empiere sih karna Saat itu buk Miriam belum bergabung dengan Empiere “ Cintya tak memastikan karna kabar yang dia dapat juga dari mulut orang lain dan belum bisa memastikan.
“ bisa lu cari info kan , kita masih punya dua puluh persen saham disana “ Naya memandang sayu .
“ sudah , saya sudah kirim surat pada CEO nya dan katanya bulan depan akan diadakan rapat umum dan kita di diharapkan hadir “
“ Kabari aja “ Naya begitu penasaran demgan pemilik Axl baru yang baru saja mengakuisisii perusahaan keluarganya tanpa disadarinya ditambah papanya sendiri juga tak pernah mengabarinya .
“ terus gimana “
__ADS_1