
Grand mall Future Empiere tertulis di puncak gedung berlantai lima , didepan sudah berjejer tenda yang dihiasi berbagai ornamen , disepanjang jalan karangan bunga sudah berjejer mencapai ratusan meter , para aparat pun sudah sedari pagi mengatur lalu lintas .
" bos , pesawat Nyonya sudah mendarat " sela Glen ketika Hilman menyambut tamu.
" apa nonya Natasya sudah datang " sela seorang didepan Hilman .
" betul pak , saat ini mereka baru sampai di bandara " jelas Glen.
Pengunjung sudah memadati area tenda yang sudah di sediakan , sekeliling gedung utama masih tertutup kain setinggi empat meter di dalam para pemilik toko yang baru seminggu yang lalu diperbolehkan mengisi outlet mereka . sementara diseberang jalan sekitar seratus meter , sebuah bangunan yang masih dalam tahap pegerjaan sudah mencapai lantai sepuluh , tiga hari ini para pekerja diliburkan dan jalan besar diantara keduanya sudah membentang ketengah lautan disana sudah tampak sebuah pulau , sekitar satu kilometer dari bibir pantai , itulah lokasi proyek ketiga .
Hilman berkeliling menyapa seluruh undangan ditemani Grace.
" selamat nak Hilman " Prayitno mendekati bersama Senina.
" ya selamat nak Hilman , kami bangga dengan anak muda seperti mu" sambung Rahmayadi.
" terima kasih pak Prayitno , pak Ramayadi , maaf selama ini merepotkan merepotkan"
" hahah biasa saja "
" selamat ya Hill , aku salut sama kamu" ujar Senina .
" kamu juga pasti bisa , aku yakin itu"
__ADS_1
" selamat ya Hill , aku ngak nyangka semua ini ide kamu loh " Mikasa tiba tiba datang dan langsung memeluk erat dan mencium pipi Hilman membuat pria itu gelagapan.
" iya makasih ya Aerin , kamu sama siapa datang " menarik tangan Mikasa lembut , gadis itu terlihat terlalu senang tanpa memperdulikan keadaan sekeliling.
" sama ayah dan ibu "
keduanya mendekat memberi selamat , mereka terkejut persis seperti Mikasa pertama kali tahu.
Senina tersenyum masam , dia tak menyangka jika Mikasa terlalu bar bar mengungkapkan perasaanya , bukan hanya Senina yang merasakan hal yang sama dibagian lain tenda sepasang mata terlihat sembab menyaksikan kejadian yang hanya beberapa detik , tapi jelas menancapkan besi panas langsung di jantungnya .
" Naya kemana " Bastian bergegas mengejar Naya yang berlari keparkiran .
" kamu kenapa , ada masalah" dia panik.
" ngak Bas , aku pulang dulu"
" bajingan kau Hilman , apa kau lupa kalau kau beristri" sambil memukul setir mobil.
..
Jordi dan Miriam saat ini sudah dalam perjalanan kembali , di kursi penumpang Natasya dan Ray duduk bergandengan , senyum tak lepas dari bibir mereka , sementara tangan Ray mengelus lembut perut Natasya yang mulai berisi , di mobil belakang PaknGamawan dan Abymana , mereka beriringan memasuki area.
" mana istrimu " tanya Ray dibelakang panggung.
__ADS_1
" dia pulang pa lagi ngak enak badan "
oh ya Hil bunda punya kabar gembira apa kamu bisa menebak " sela Natasya yang tak bisa lagi menahan mulutnya .
" kabar apa bunda " Hilman agak kosong karna kelerihan hanya menatap aneh kedua orang tuanya .
" bunda Hamil , sebentar lagi kamu punya adek"
" apa"
matanya twrbuka lebar , tak menyangka jika bundanya hamil , memang selama delapan bulan ini komunikasi mereka berkurang ditambah Hilman sedang kejar target demi memuktikan diri pada bundanya.
" Alhamdulillah , Hil senang bunda " dia memeluk ibu sambungnya , pelukan pertama semenjak Natasya resmi bergabung dalam keluarga Hisyam.
" pasti cewek ya bunda , iya kan "
" belum Hill , baru jalan tiga bulan , makanya bunda jarang mengunjungi kamu kesini "
" iya bunda , ngak usah nanti kalau bunda ada perlu biar Hill yang ke metro city Hill janji " saking semangat lupa melepas pelukanya.
" hey ini istri papa ngak usah peluk peluk" Ray memarahi diiringi tertawaan mereka ..
" kamu kapan nyusul bunda jangan sampai adekmu lahir duluan "
__ADS_1
" nanti lah bunda ada waktunya sekarang giliran bunda "
" ohya kapan rencana perta pernikahan kalian , target mu sudah terpenuhi "