
Hilman kembali ke Empiere menyelesaikan pekerjaan yang tertunda .
“ apa laporan dari Stone E sudah masuk “ tanyanya pada Grace saat melewati meja .
“ belum ada pak “
Oke “ hilman masuk kekantornya yang bersebelahan dengan ruangan Grace ruangan berukuran tiga kali tiga yang berada di sebelah liftbsebelum ruangan Presdir .
“ bro gimana “ hilman menelpon seseorang .
“ aman bos tinggal eksekusi kalo lu mau “ jawab disebrang sambil tertawa .
“ kalo lo becanda terus kapan lo bisa naik jabatan “
“ yaelah bos , posisi gue udah benak buat rabahan , ngak perlu naik lagi “
“ gue bilang bokap nyaho lu “
“ Ah dasar bos kecil , beraninya bawa bokap ,hahahaha"
“ kapan adek gue lo bawa kesini “
__ADS_1
“ minggu depan dia datang bareng bokap , lo nanya aja ama bokap “
“ ohya orang orang dari howart datang tadi gue belum tahu apa aja yang mereka bahas “ menjelaskan sedikit tentang permintaan Hilman.
“ lo awasin aja dulu , gue lagi nyiapin bahan buat ngejebak mereka”
“ oke gue tunggu “
Sore ini mendadak Hilman harus mengantikan tuan Vila menghadiri pertemuan di hotel Benaya , dengan Dinas Kota. sebuah hotel bintang lima .
Nona Grace sudah menanti di lobby , sudah banyak pengusaha yang hadir dan memenuhi aula.
Hilman terlihat aneh saat memasuki area hotel , dengan mobil jimny lawas dia menjadi pusat perhatian dalam konotasi jelek , banyak yang mencibir apalagi kaum kaum hawa yang memuja harta , hanya segelintir orang yanh mengangumi sikap Hilman yang gentle yang mempertahankan jati diri , memang beberapa jenis mobil biasanya mencerminkan karakter seseorang apalagi mobil lawas yang mempunyai kelas tersendiri .
" acara belum dimulai , mari "
Grace begitu anggun mengenalkan Hilman pada para pengusaha kota Paradise city, dia juga tak mempermasalahkan cibiran yang secara sengaja di ucapkan pengusaha yang terkenal angkuh dan sombong .
Setelah bertegur sapa dengan beberapa pebisnis yang memjalin kerja sama dengan Empiere mereka masuk ke aula menikmati acara , Hilman mengekori Grace .
Disudut ruangan terlihat sosok yang begitu akrab bagi Hilman , sesekali dia mencuri pandang , setelah memastikan dia mendekati tapi
__ADS_1
“ hay sayang “ Caesar datang dan merangkul pinggang Naya tepat disaat mata mereka beradu .
Naya tak bisa menyembunyikan keterkejutannya melihat Hilman berdiri jauh , walau banyak orang lalu lalang , Naya bisa dengan jelas menangkap amarah lewat mata Hilman .
“ maaf tuan muda Howart “ Naya berusaha menjauhkan tubuhnya dari Caesar.
“ kenapa apa perusahaan kalian tidak ingin berbisnis lagi dengan perusahan kami “ ancam seseorang disamping Jhon , papanya Caesar berjalan bersama Bruno.
“ maaf tuan Howart , kesepakatan saya dengan nona Nita sudah final “ beberapa waktu belakangan ini dia menerima ancaman jika kerjasamanya dwngam Emporio akan batal dan hal itu disebabkan oleh keluarga Howart apalagi mereka didukung oleh Bruno salah satu manager senior di Empiere.
“ kamu tahu apa soal Nita , jika aku mau besok dia angkat kaki dari Empiere “ Bruno sambil tertawa .
Naya terlihat kaku dia takut jika kontrak batal dia harus menangung akibatnya .
“ kelihatanya sebentar lagi pak Bruno diangkat menjadi CEO Empiere State” suara dibelakang Bruno membuat dia dan Jhon berbalik.
“ Oh manager Hilman selamat datang “ Bruno bergegas menyalami Hilman .
“ kenalkan ini manager operasional baru kami “seketika sikap Bruno yang tadi angkuh berubah lembut.
“ selamat datang manager Hilman saya dari Howart company menyambut anda “ Jhon ikut menyalami.
__ADS_1
“ anda terlalu sopan tuan Howart , saya hanya manager magang di Empiere” mata Hilman tetap mengarah pingang Naya yang disana masih ada tangan Caesar .
“ papa dia junior ku dikampus tak kusangka beasiswa Empiere membuatnya bergabung dengan mereka secepat ini , jika tidak pasti sudah lama aku menariknya keperusahaan kita “ Caesar berbanga diri.