Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
kejutan untuk soraya


__ADS_3

" Ini penawaran terakhir  sepuluh triliun , jual atau tidak sama sekali "


" Sepertinya kamu sudah tahu jawaban ku"


Bastian kehabisan akal , dia tahu uang tak mengoyahkan minat saingannya ini , namu selama separoh starlight masih dikuasai Hilman  hatinya  masih cemas jika sewaktu waktu Kanaya berpaling.


" Kamu tahu , kami akan menikah jadi hilangkan hal itu dari pikiran mu"


" Hahahha , apa yang kupikirkan berbeda dengan apa yang kamu pikir kan , sepertinya tidak ada lagi yang bisa kita bahas , kamu mau tinggal disini atau keluar"


"Kamu , jangan terlalu bermimpi "


Hilman menahan senyum nya , selama hidupnya dia tak pernah memimpikan sesuatu , selama ini dengan kedua tangannya dia mengapai semua dan tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya yang dia ingin kan.


" Ngomong ngomong kalian akan menikah , kalau begitu selamat aku doakan , tapi satu hal yang pasti , aku akan mendapatkan apa yang pantas ku raih dan apa yang ada dipikiranmu sungguh diluar nalarku"


Hilman berjalan menuju pintu keluar membiarkan Bastian hanyut dalam pikirannya sendiri , dia masih mencerna perkataan Hilman.


Bastian melepas kepergian Hilman di pintu lobby , pria muda yang sangat berpengaruh itu pergi mengendarai motor matik murah , berbeda dengan status yang dia miliki sedangkan dia datang dengan sebuah kebanggaan.


Hilman pulang dengan  motor ADV hadiah pertama Natasya , dia merindukan suasana santai saat dia kuliah dahulu, semenjak bekerja dia tak lagi memikiki waktu luang untuk menikmati hari.

__ADS_1


" Maaf aku telat"


Setelah memarkirkan motor dia bergegas masuk.


" Horee bos kita akhirnya datang" Sorak  Dere begitu melihat kedatangan Hilman , memang  dia sudah menjanjikan datang pada  acara ulang tahun Soraya kali ini bahkan dia juga sudah mentranfer pada Ramish agar menyewa tempat untuk perta mereka.


Didalam ruangan  ada lima belas orang dan semua mengelilingi Soraya yangengunakan gaun penuh bungga, hari ini ulang tahun soraya yang ke dua puluh tiga, apalagi dua bulan lagi dia wisuda , sementara Ramish sudah wisudah dibsemester genap kemaren dan belerja di Haza sebagai asisten pemasaran, Hilman mencarikan pekerjaan pada rekanya yang sudah lulus kuliah dan kedepan tinggal Soraya dan beberapa  orang lagi yang akan wisuda .


"Selamat Soraya , semoga apa yang kamu impikan secepatnya tercapai"


" Tentu , sebentar lagi Ramish pasti meminangmu"


" Setuju" Soraknyang lain mendukung.


Pintu ruangan terbuka , Senina mendorong trolly yang berisikan kue ulang tahun , diatasnya sebuah kotak bewarna merah menyala.


Semuanya bertepuk tangan menikmati momen indah bagi Soraya , tak seorangpun  yang tidak mendoakannya , Soraya dikenal sebagai gadis yang baik bahkan rela membantu rekannya yang sedang kesusahan.


" Soraya , aku tahu ini yerburu buru tapi inilah waktu yang baik untuk menyatakan semua perasaan ku, maukah kau menjadi pendamping ku seumur hidup , berjalan dalam suka dan duka"


Ramish berlutut di hadapan Soraya sambil menyodorkan tangan yang nerisika sebuah cincin bertahtakan berlian.

__ADS_1


" Iya "


" Hore"


" Cium "


" Cium"


Serempaknsemua bersorak mendengar jawaban lugas Soraya , mereka saling berpelukan menikmati momen , tak lama Ramish menyorongkan cincin ke jari manis Soraya.


" Jadi isi kotak itu apa "


Semua mata melihat ke arah Senina yang bertanya .


" Itu cincin pernikahan kami" Ramish dengan bangga.


Pesta  berlangsung riuh namun taknlama karna mereka sudah sepakatengantar Ramish meminang Soraya pada kekuarga , terlihat Dere sudah mempersiapkan segalanya , terbukti rumah Soraya sudah dihiasi tanpa sepengetahuan Soraya, kedua orang tuanya pun sudah berdandan rapi duduk di ruang tamu bersama keluarga Ramish .


" Kenapa begini , apa kalian membohongiku" Wajah Soraya memerah , dia tak menyangka jika orang tua Ramish sudahelakukan lamaran saat mereka  di restoran.


" Hari baik takbselalu datang tepat waktu, jadi tak perlu di permasalahkan yang penting kalian akhirnya bersatu " Dere bersenandung diiringi tepuk tangan.

__ADS_1


" Hill aku bareng kamu ya pulang nya" Senina mendekati Hilman yang tengah bersantai diluar.


__ADS_2