
“ Ngak Hill , jangan disini “ tante Dinda keberatan dengan usul Hilman.
“ terus gimana tante , kan ngak mungkin Hilman bawa pulang , yang ada malah digantung sama babe “
kebiasaan dari dulu Hilman memangil papanya dengan sebutan Babe.
Hilman kehabisan ide , ditambah gadis yang dia tolong terlihat begitu kelelahan dan lapar , untung saja tante Dinda selesai masak hingga Hilman tak perlu repot mencari makanan nantinya .
“ tempat abah aja pasti aman “ usul Dinda setelah lama merenung , dua juga kasihan mendengar cerita gadis yang diselamatkan Hilman , baru saja lepas dari sekapan para penjahat tapi tak mau melapor ke kantor polisi .
“ kan jauh tante , trus apa bedanya abah sama babe “
Hilman binggung .
“ paling ngak disana lebih aman , uwak sma unang pasti jagain , kalo disini tante ngak ada , masa ditinggal sama Aris nanti “
Hilman memahami alasan Dinda karna ditempat tinggal Dinda , papanya membuka sasana dan tempat latihan beladiri , pasti banyak yang menanyai kalau ada pendatang baru apalagi raut wajah gadis yang dibawa Hilman bukan berasal dari kota ini.
..
Tante Dinda meminjamkan beberapa lembar pakaian untuk gadis itu agar tak terlalu merepotkan abah dikampung , Dinda juga sudah menghubungi abah kalau Hilman dan temanya liburan kesana.
Hilman memacu motornya dengan kecepatan sedang , walaupun jalanan mulus namun berliku ditambah hari sudah mulai sore dan jalanan cukup padat .
__ADS_1
Gadis itu memeluk pingang Hilman sangat kuat , terlihat dia belum pernah naik motor membuat Hilman tak leluasa bergerak didepan.
Mereka sampai setelah matahari terbenam , Abah dan uwak terlihat menunggu kedatangan Hilman dan temanya .
“ assalamualaikum “ Hilman mendekati abah lalu mencium tangan kemudian memeluk abah , ya adab kebisasan yang diterapkan leluarga nya untuk menghormati orang tua .
“ Loh kok berdua aja “
“ kebetulan bah yang lain sibuk , kenalin Bah teman Hilman “
Hilman mengangukan kepalanya agar gadis yang dibawanya memperkenalkan diri .
“ malam Bah saya Gladis “
“ Malam , saya kira pacar mu tadi , masuk kalo disini malam dingin “
Abah mendahului lalu disusul uwak.
“ Makan dulu kebetuan tadi uwak masak banyak “
Tanpa basa basi Hilman langsung duduk dimeja makan dan menyantap hidangan , Gadis yang juga lapar ragu ingin memakan apa karna hidangan yang tersedia belum pernah dia makan , dengan ragu dia mencomot telur dan urap pepaya .
“ pahit “ Gadis mengeluarkan kembali urap dari mulutnya lalu menengak air minum sampai habis .
__ADS_1
Abah dan Uwak tersenyum melihat
“ ini urap dari daun pepaya wajar pahit , pakai ini saja “ uwak menyodorkan sop sayur jamur yang aromanya mengugah .
“ gimana orang tua mu” Tanya Abah sambil menambahkan lele goreng sambal terasi kepiringnya.
“ seperti biasa Bah “ Hilman juga ikut mencomot tapi kali ini belut goreng sama sambal terasi .
“ cobai pakai ini pasti enak “ Hilman menyodorkan telur dadar yang sudah diolesinya dengan sambal terasi sedikit. Gadis mengigit nya ragu lalu mengulanginya karna keenakan .
“ iya enak “ satu posri telur dadar langsung berpindah kepiring Gadis , terlihat begitu lahap mencocol dadar tanpa dibarengi dengan nasi, terlihat wajah Gladys kemerahan karna pedas tapi tak menyurutkan nafsunya untuk melahap habis .
...
Hilman membersihkan kamarya di lantai atas untuk Gladis , selama mereka liburan kekampung kamar diatas tempat mereka beristirahat , ada tiga kamar , satu untuknya satu untuk Zarfan adiknya dan satu untuk tamu , papanya tidak tidur dirumah ini melainkan di rumah pohon belakang rumah yang hanya memiliki satu kamar dilantai atas dan ruang santai dibawah .
Gadis duduk dipingir ranjang kamar Hilman menunggu Hilman yang menyiapkan selimut dan bantal.
“ kamu ngak tanya asal ku dari mana “ Gadis menatap heran karna sikap Hilman yang cuek sejak mereka bertemu .
“ besok aja “ Hilman segan karna terlihat kalau Gadis sudah mengantuk .
“ kalau aku kabur gimana “
__ADS_1
Hilman tersenyum mendengar penuturan Gadis