Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
memberi semangat


__ADS_3

( Alicya)


" thanks ya gas "


sambil berdiri didepan gerbang kos.


" santai aja , oh , gue balik dulu ya " sambil melirik pergelangan tanganya , sudah jam sebelas malam.


" oke hati hati"


Alicya masuk setelah melepas kepergian Bagas , dia baru saja pulang dari toko roti kenalan bagas , sebelum mendapat pekerjaan Alicya keberja di sana dan baru beberapa hari ini dia diterima di sebuah bank daerah . dan pagi tadi baru pulang pembekalan selama dua hari satu malam di provinsi Gayo Canyon.


Selepas bersih bersih Alicya meluruskan tubuhnya di atas matras yang digelar dilantai , kamar kos yang berada di lantai du khusus perempuan , masih belum ada peralatan , hanya meja kecil dan lemari , tikar dan Matras dibelikan Bagas saat mereka baru sampai di Malayan park kebetulan jos Alicya cukup dekat dengan bank yang akan menjadi kantor ya kedwpan.


Sebuah benda berwarna peach baru saja terjatuh saat Al merohoh tasnya dari atas meja , sebuah hape yang dibelikan Hilman penganti hapenya yang rusak , saat ini dalam keadaan mati , semenjak Al keluar dari kediaman Gilbert .


Alicya tak berani mengaktifkan hanya mengenggam erat benda kesayangannya itu , di tanganya yang lain sebuah hape seri murah yang dia beli saat sampai di Musi river dengan nomor baru .


" Hill aku kangen "


erangan Alicya saat tidur.


...


" bi aku berangkat ya " Alicya memeluk bi Leha didepan pintu , hari ini dia berangkat ke Malayan park bersama bagas , kebetulan semalam Bagas sudah memasrikan ada pekerjaan untuk Alicya.


" hati hati ya nak , jangan lupa kabari bibi" membalas pelukan.

__ADS_1


" pasti bi , nanti kalau libur pasti al pulang"


" titip Alicya nya Bagas " pesan mang Dadang.


" pasti mang"


Sebelum matahari terbit Alicya dan Bagas berengkat , dari Musi River ke Malayan park butuh waktu dua setengah jam , jalanan cukup mulus hanya berliku .


" Al , kamu tadi udah sarapan"


sapa Bagas , namun Al diam , matanya menatap kejalan.


" Al , kamu ngantuk "


eh ngak , apa Gas " sadar .


" engak kok , ni cuma menikmati perjalanan"


Sebelum jam delapan mobil yang mereka tumpang sudah sampai , kesemuah bangunan lantai dua , bagas membongkar barang bawaan milik Alicya.


" kita dimana gas" alicya melihat sekitar .


" di kosan "


" ko kekosan kamu , katanya ke bank " Alicya menatap aneh .


" nitip barang dulu , lagian ribet kan bawa barang sebanyak ini "

__ADS_1


menunjuk satu koper dan dua kardus ukuran besar.


" ayo masuk"


mendahului.


" minum apa , teh apa susu"


" teh aja "


Kamar bagas di lantai satu paling pojok , ruangan lumayan luas dengan satu ranjang single dan sofa besar , sebuah tivi serta kamar mandi di dalam.


" interviewnya nanti jam sepuluh , kamu istirahat aja dulu " menyerahkan teh hangat dan cemilan yang di bungkusin buk eli dari rumah.


" apa aku beneran diterima gas " muncul kepanikan Al.


" berdia saja , lagian kampus kamu bergengsi lo , itu sudah modal besar " memberi semangat.


" kan aku belum lulus "


" ngak masalah , kebanyakan saingan kamu nantinya cuma diploma , banyak sarjana yang menolak bergabubg di bank daerah , ya karna jenjang karir nya ngak semulus bang terkenal " entah betul atau salah , yang pasti Bagas membuat Alicya percaya diri.


" eh ya , tadi kamu udah sarapan "


" udah , tadi bikinin goreng pisang sama ketan "


" haha , itu balum cukup , ntar ya , didepan ada yang jual bubur ayam "

__ADS_1


__ADS_2