
“ jika kita tinggal dirumah kecil dan sempit apa kamu akan meningalkan ku “
“ kemanapun kamu membawa ku aku selalu ikut ”
“ apa kamu rela bersakit sakitan dengan ku “ Hilman merapatkan pelukanya.
“ aku takkan pernah membiarkanmu berjuang sendiri , bersandalah padaku saat kau lelah “ Alicya mendadak bijak , mentalnya sudah diuji menjadi orang bawah walaupun belum pernah mencoba bagaimana rasanya hidup dijalan
Alicya termangu menatap mata Hilman yang teduh membuatnya hanyut , perlahan , lisan mereka mendekat seperti magnet , Alicya tengelam dalam permainan Hilman , tubuh al merosot kehilangan kekuatan , untung Hilman tanggap memahan pinggul Alicya dan memangku tubuh alicya menempel didinding , tangannya berusaha mangapai rambut Hilman sebagai pegangan . Jemari Hilman hingap diatas gundukan lembut , terasa penub seolah memang diciptakan hanya untuknya.
Alicya sukses mengantung saat kedua kaki jenjannya melingkar dipinggul Hilman . Lisan mereka tak lepas saat Hilman berjalan memopung menuju ranjang , tubuh Alicya menegang benda hangat menyentuh harta tersembunyinya.
“ ahhhh “
lidah Hilman bermain dileher jenjang Al menegadah , pelan pelan Hilman menarik kain satin yang menutupi harta tersembunyi Alisya dan memperlihatkan pahatan halus nan alami berkilauan diterpa cahaya lampu , terlihat butiran keringat mengembun.
Saat lidah hilman bergeriliya dipuncak tangannya merangksek ke menapaki turunan .
Hilman bermain pelan menarik lepas pengawal terakhir , tak lupa pula Hilman melepaskan penlindungnya.
Tak menunggu waktu, nafas mereka saling berkejaran mencapai finish , sekali kayuh
berulang kalu mengayuh
__ADS_1
dan.
......
Alicya berguling dan tak mendapati guling panasnya disana, perlahan dia membuka mata karna masih gelap hanya lampu tidur kecil disisi lain ranjang yang masih hidup , gorden pun masih tertutup rapat , perlahan dia bangun dan menutup lekukan alami yang selama ini dia jaga , dia bingung dimana kamar mandi , setiap sudut telah dia periksa namu belum menemukan .
“ pagi sayang “ Sebuah tangan kekar melilit dipingangnya .
“ masih belum puas “ Bisik Hilman .
Sadar kalau tubuhnya tidak tertutup sempurna al mengeliat melepaskan diri.
“ jangan bergerak , nanti ada yang bangun “ Al memikirkan perkataan Hilman sejenak kemudian berusaha melepaskan tubuhnya kembali .
“ aaa” pekik tertahan al saat benda keras menusuk , seketika dia sadar maksud perkataan Hilman tadi ,
“ gerah “ sambil menangkat tangan Hilman .
“ kemana “
“ mandi “
“ emang tahu kamar mandinya dimana “
__ADS_1
Al memgelengkan kepala
Hilman mengendong Al kekamar mandi karna gadis itubterlihat sempoyongan berjalas seperti menahan sakit
Al terkejut ternyata pintu kamar mandinya berbeda dari yang dipikirnya , Hilman menidurkan Alicya kedalam jacuzy kemudian ikut berendam , karna dia sudah mempersiapkan sebelum keluar kamar tadi , Jacuzy menghadap pemandangan kota membuat Al betah berendam , Hilman mengangkat tubuh Al ke pangkuannya , sekali lagi dia mengejar garis finis , Alicya yang baru saja segar kembali berpacu bersama
. . . .
“ ada kuliah hari ini “
tanya Hilman dimeja makan , mereka hanya berdua karna bibi sudah pergi sambil mengantarkan Celine sekolah kemudian belanja .
“ ngak ada “
“ ada acara lain atau dirumah aja “
“ pengennya ketemu Non Naya minta maaf “ matanya sembab .
“ kamu tenangin diri dulu , soal Naya biar aku ngomong Nanti “ Ujar Hilman sambil tersenyum .
“ aku boleh ngapain aja dirumah ini “ minta izin.
“ selain kamar dilantai empat dan yanv itu kamu boleh liat liat , nanti kalo ada perlu bilang aja sama bibi “ menunjukan lamar yang tidak boleh dimasuki.
__ADS_1
tentu kamar lantai Empat semuanya milik keluarga Crwosford , Kamar milik bunda dan kakak bunda serta kamar kakek di lantai dasar.
“ Oke “