Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
putus asa


__ADS_3

Pamela menatap tajam Hilman , giginya mengeluarkan suara sambil melihat sekeliling , dia memiliki tiga puluh anak buah , sedangkan lawannya paling banyak sepuluh orang , dia masih menang jumlah , apalagi dengan keberadaan Ivan . petarung terbaiknya.


" dengar , habisi mereka semua , buktikan jika Skull masih hebat ".


" buktikan" serempak.


Seketika suasana makin mencekam , Pamela menatap penuh emosi , ditambah keyakinanya.


Perkelahian tak tak terelakkan , untungnya saja tidak ada satupun yang membawa senjata api . Arif Dian dan Sera ikut bergabung , telihat keahlian mereka diatas rata rata Begitu juga Miriam , hanya Glen yang tidak ikutan .


" kau mangsaku " Zarfan menunjuk lurus kearah Ivan , emosinya masih tinggi saat Ivan mencuranginya , sekarang tidak ada lagi penghalang, dia menyarungkan knukle ketangan karna diujung sana Ivan mengunakan belati dan Karambit.


Pertarungan berlangsung sengit , tenaga Zarfan keluar berkali lipat , setiap serangan Ivan mental , bahkan dia berani memukul tebasan belati , Ivan kehabisan kesempatan serangan Zarfan membuatnya terpojok ditambah sudah banyak anak buuahnya terkapar , Hilman bermain santai bermodal double stik dari tangan lawan dia menghajar beberapa elit sekaligus .


" aku menyerah " Ivan mengangkat tangan , tenaganya sudah habis walau baru beetarung sepuluh menit , bagi orang biasa bertarung segitu mungkin biasa tapi bagi petarung melawan petarung yang lebih ahli ibarat lari cepat dua belas jam.


" mana kehebatan mu , jangan buat malu " teriak Pamela.


" nyonya mereka sangat kuat " erang Ivan, sebenarnya dia sengaja agar kewaspadaan lawan kendor ditambah nyonya besarnya tidak memiliki penjaga.


" apa segitu nyali Ivan Argo , pembunuh berdarah dingin daei eropa timur " lirik Hilman sambil mengelengkan kepala jelas matanya menatap laptop Glen.


" Tim mu hebat bos , kami menyerah serahkan kami ke puhak berwajib " membujuk .

__ADS_1


" bisa , tapi dengan satu syarat"


" apa itu katakan lah "


" dalam keadaan tidak bernafas " sambil tersenyum .


seketika Ivan menegang , dia tahu maksudnya , tidak ada satupun diantara mereka yang akan selamat , itu adalah aturan tak tertulis , apalagi mereka masuk tanpa perlindungan politik.


" jabingan kau anak muda , apa kau kira aku takut "


" ya terserah kau saja , dia masih bersedia melanjutkan duel " menunjuk kearaglh Zarfan .


Ivan kehabisan akal , dia menyesal meninggalkan persenjataan di dermaga saat mereka sampai , kini penyesalan tidak ada artinya. dengan putus asa dia harus membawa salah satu Guardian mati bersamanya. Miriam dan Sera berposisi paling jauh sedangkan Glen berada dibelakang Hilman dia satu satunya yang tidak bertarung.


" ooo ternyata tuan muda Guliart "


" hey kau , ini vila ku kalian tidak diundang " bentaknya tanpa menyadari apa yangbtangah terjadi.


" nona Pamela , kapan barangmu datang , pelanganku sudah menunggu" para Guardian membiarkan karna mereka tahu tuan muda manja ini tidak memiliki kekuatan .


" diam kau bajingan "


" hey kenapa kau marah , aku sudah menyiapkan segalanya , berapa banyak gadis yang kau butuhkan lagi , apa Keysa masih kurang " mulutnya berbicara tanpa rem .

__ADS_1


" plakk"


" diam "


Ernest sempoyongan dan akhirnya mendarat di dalam kolam renang .


" awas " Keysa berteriak ketika Ivan bergerak .


Ivan melihat kesempatan karna para Guardian sedang lengah , ditambah arah pintu keluar cuma dijaga Sera.


" bug "


" barkk" tubuh Ivan melayang saat tangannya hampir menyentuh kepala Sera, gadis itu sudah mengambil ancang ancang , terjangan dari Zarfan mendahului ditambah tusukan dari Sera tepat dibahu kirinya.


Ivan tak bergerak bersandar di bemper land cruiser , terjangan Zarfan jelas sangat akurat dan mematikan


" sekarang giliran semua , lumpuhkan " perintah Holman diikuti para Guardian. semua tentara bayaran Skull Army dilumpuhkan dab diikat , Pamela hanya terrunsuk lemah tak berdaya


" Jordi amankan area , kau tahu siapa yang bertanggung jawab "


" oke bos kecil "


Hilman kembali keluar , Zarfan sudah tenang tidak ada lagi yang perlu dia awasi .

__ADS_1


" Fan Isma "


__ADS_2