
(Gladis)
Jantungnya seakan berhenti ketika pemuda itu melengohkan kepalanya kebawah , matanya beratu sejenak dan dengan spontan Gladis mengangkat telunjuk kearah mulutnya memberi kode , kakinya sudah Kram karna jongkok sedaru tadi apalagi letih sudah mendera ditamvah perutnya keroncongan karna sejak kemaren malam dia belum makan apapun karna disekap diatas mobil , dia berharap pemuda itu mengerti maksudnya . Pelan pelan Gadis meluruskan kakinya yang sudah hilang rasa karna pemuda itu memberi ruang dengan memundur kursinya dan mengangkangkan kaki agar ruang dibawah meja menjadi lega .
Gadis duduk dilantai sambil menekukan kepala dan memijit kakinya yang sudah mati rasa.
“ ada masalah bos “ jantung ku berdetak kencang saat pria itu bergegas berdiri dan berkata tegas seakan ketahuan dia menyembunyikan aku dikolong meja .
“ mati aku “ Sambil memejamkan mata”
“ maaf salah orang “
“ Makasih ya “ ucapku setelah mendapatkan kode kalau situasi sedah aman dan menyuruhku keluar dari kolong meja .
Untung saja mejanya memiliki sekat tinggi jadi tak begitu terlihat dari sisi depan dan luar. Aku duduk sambil merebahkan kepala diatas meja , detak jangtungku masih terasa , tak ada tenaga lagi dan pikiran ku juga sudah buntu untuk memikirkan apa tindakan yang harus aku ambil setelah ini , tanpa dompet , hendphone dan kenalan di kota ini ditambah para cpenculik itu pasti masih mencari keberadaan ku . seketika air mataku menetes , sesal dihati muncul " seandainya aku menyetujui ucapan papa agar membawa pengawalnya di liburan ku kali ini pasti kejadian seperti ini tak akan terjadi , aku percaya teman temanku akan menjagaku oleh karna itu aku menolak " .
“ kabur “
__ADS_1
Seketia pria intu menyapa , aku hanya mengangukan kepala .
“ kriiukkk”
“ aduh “ kasihan perutku “ erangku dalam hari semoga pria ini tak mendengarkannya.
Tanpa diduga dia memberikan aku beberapa snack dan minuman .
“ mau diantar pulang atau pulang sendiri “
“ gue ngak berasal dari kota ini “
“ Terus sekarang gimana “
“ ikut kakak boleh “
seketika jabawanku keluar tanpa sadar.
__ADS_1
“ Ngak , kekantor polisi aja “
“ Jangan ikut kakak aja ya , please “ mata ku menatap sayu entah mengapa saat ini aku hanya merasa pria ini bisa dipercaya apalagi aku takut seandainya para penculik itu mengawasi kantor polisi .
..
Sudah Dua rumah kediaman keluarganya kami kunjungi , saat ditempat pertama terlihat orang yang dia pangil tante Dinda enggan menampungku , aku tak terlalu memikirkanya karna wajar saja aku bukan siapa siapa dan baru saja kabur dari para penculik membuat pemilik rumah takut menampungku .
Tante yang dia sebut tante Dinda ternyata baik , dia memberikan beberapa pakaian untuk ku dari penjelasannya aku paham karna pemukiman tempat dia tinggal bukan tempat yang aman bagi pendatang baru apalagi dia harus berbagi waktu dengan suaminya mengurus anak , ya ku pahami mungkin saja dia takut nantinya suaminya atau aku sendiri yang tak nyaman.
Pria yang entah siapa namanya ini hanya dipanggil Hill karna aku belum sempat bertanya namanya dan akupun belum memperkenalkan diri kembali membawaku kesuatu tempat , dia mengendarai motor dengan kaku , aku semdiri tak mengerti karna bagiku ini pertama kalinya aku menaikinya , perjalanan cukup jauh dan sangat menyiksa tubuh ku , untung saja pemandangan indah disepanjang perjalanan dapat mengalihkan semua rasa letih dan takutku .
Kami berhenti disebuah perkampungan yang sangat asri , seperti yang kulihat kala menonton anime yang sawahnya menguning dan pohon kelapa berjejer disepanjang jalan , ditemani langit senja menguning , dari kampung ini jelas terlihat matahari menyentuh sudut bumi diujung sana , sepasang kakek nenek menyambut kedatangan kami, aku mengikuti dari belakang memperhatikan keakraban mereka.
“ malam Bah saya Gladys “ aku memperkenalkan diri dan mencium tangan abah dan uwak seperti yang dilakukannya.
“ Malam , saya kira pacar mu tadi , masuk kalo disini malam dingin “
__ADS_1