
Hari ini awak media sudah bersusun rapi didepan Empiere state , mereka menunggu klarifikasi dari pihak direksi tentang kecelakaan yang melibatkan anak Gubernur , sudah seminggu kasus ini berjalan serta pihak kepolisian pun belum mengeluarkan statement karna baru mendapat laporan dari media belum dari korban.
" maaf pak Hilman kami ingin memastikan , siapa direksi yang melakukan tabrak lari terhadap putra Gubernur"
Hilman yang baru turun dari atas mobil diberondong media.
" maaf , sampai saat ini belum satupun dari pihak direksi dan karyawan yang terlibat kecelakaan , sebaiknya saudara para media sekalian meminta bukti pada pihak kepolisian , pasti mobil yang mengalami tabrakan dipasang cctv , bisa check disana atau disetiap persimpangan pastinya ada cctv pengamanan jalan "
" tapi ini menyangkut nama besar Empiere pak "
seorang reporter wanita berambut ikal bertanya.
" saat ini posisi kami korban , dan ada itikad pelaku menyampaikan permintaan maaf " ucap Hilman tegas membuat semua wartawan terkejut.
" bukanya salah satu oknum Empire yang melakukan tabrak lari"
semua setuju dengan pernyataan wartaean tang berseragam putih.
" itu hanya alibi , jika benar tolong buktikan kapan dan dimana kejadiaanya , kami pihak Empiere akan bertangung jawab dan siap menganti sepuluh kali lipat" Hilman mantap , membuat para wartawan mengangukan kepala.
Setelah Hilman masuk ke dalam para awak media bubar , mereka mendapat berita yang cukup mengemparkan , Hilman bermain dan memindahkan beban ke pundak kepolisian.
__ADS_1
" brakk" Syahrur membanting remot tivi , dia tak menyangka berita akan berbalik menyerangnya , walaupun dia dan Bastian sudah mengklarifikasi namun pihak Empiere bersikukuh menyalahkan pengendara yang tak lain putranya sendiri , bagai mana juga ini tentu mencoreng nama baiknya sebagai pemimpin negeri .
" siapkan tim , kita ke Empiere hari ini " Syahrur menghubungi asistennya .
...
" silahkan tuan "
sapa Grace setelah menyodorkan minuman keatas meja , pagi ini Hilman kedatangan tamu penting mereka terlihat cukup akrab , diantara pria paruh baya ada seorang gadis manis sering melirik kearah Hilman , dia adalah Senina yang datang bersama papanya Prayitno , diseberang meja Rahmayadi terlihat sedang bebicara santai dengan Hilman .
" tentu , ini ide bagus jika seluruh Paradise Island dijadikan lahan industri kota ini akan kehilangan keseimbangan, saya akan membantu nak Hilman "
" terima kasih sebelumnya pak Rahmayadi "
" permisi pak Hilman , pak Syahrur menunggu anda di ruang meting" Grace membisik pelan .
" kenapa Gubernur datang , apa kalian punya agenda " Rahmayadi binggung , dia berfikir Hilman dan Empiere akan mendukungnya .
" kemungkinan soal kecelakaan Bastian , kamu kan tahu kasus itu membuat gubernur tidak bisa tidur " sela Prayitno menenangkan kakaknya.
" kemungkinan betul tuan Rahmayadi , saya tidak punya agenda dengan tuan Syahrur saat ini "
__ADS_1
" hahah tentu , kalau begitu kami permisi dulu , besok kami akan keselatan melakukan kunjungan apa Nak Hilman ikut"
" saat ini saya belum bisa memastikan tuan Rahmayadi , jika ada waktu saya usahakan menyusul" menunduk pelan.
Hilman bergegas menuju ruang rapat , disana tuan Syahrur dan beberapa media sudah siap.
" Selamat pagi pak Gubernur maaf menunggu lama" Hilman sopan.
" selamat pagi nak Hilman , kami kesini meluruskan kesalah pahaman yang beredar" dengan wibawa nya Syahruru memulai.
" kami juga meminta maaf akan ketidak nyamanan ini " balas Hilman sopan.
" saya tahu kesalahan kecil diawali oleh putra saya dan kami kesini menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi pada pihak Empiere soal kecelakaan , Bastian , bicaralah"
Seorang pria tampan mendekat lalu menghidupkan mike .
" saya Evander Bastian Jayles meminta maaf pada pihak Empiere atas kecelakaan yang disebabkan oleh keteledoran saya "
" bagainama nak Hilman "
" tentu kami sudah memafkan saudara Bastian terlebih dahulu , kita semua pasti memahami , kecelakaan bisa saja menimpa siapa saja dan dimana saja " jelas Hilman bijak .
__ADS_1
" baikah dengan ini kepada seluruh media , untuk tidak menambah atau mengurangi " Syahrur mengakhiri , terlihat para media tak ada yang ingi buka suara.
" sebentar tuan Syahrur , ada sedikit yang menganjal dihati saya , saudara Bastian mengatakan dalam klarifikasinya jika salah satu direksi Empiere melakukan tabrak lari ".