Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
mereka sudah disini


__ADS_3

" hey ini istri papa ngak usah peluk peluk" memukul kepala Hilman .


" kan salah papa sendiri ngapain dijadiin bunda Hilman "


" kamu kapan nyusul bunda jangan sampai adekmu lahir duluan " Natasya tak melepas pelukan putra sambungnya .


" nanti lah bunda ada waktunya sekarang giliran bunda "


" ohya kapan rencana pesta pernikahan kalian , target mu sudah terpenuhi "


" nantilah bunda saat ini lagi fokus sama kerjaan "


Hilman mengantar Natasya dan Ray ke bandara , mereka kembali le Metro hari itu juga karna masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan . Malam harinya seluruh staff Stone E merayakan keberhasilan mereka diruang vip House of bamboo , Bianca terlihat begitu mempesona dengan balutan blazer unggu yang melepat membentuk lekuk tubuhnya , siapa yang tak tergiur menjamah namun tak satupun karyawan Stone E yang berani mengingat tabiatnya yang gampang meledak , di depan tv led 90 inch dengan sebuah mix ditangan kiri , Bianca mengeluarkan suara emas mengikuti nyanyian gembira , seluruh ruangan mengikuti gerakan Bianca , Hilman sesekali bertepuk tangan memberi semangat , diruangan enam kali dua belas dia sedang bersantai dengan Miriam dan Jordi .


" bos kecil ada perusahaan dari pusat mengirimi proposal untuk proyek ketiga keliatannya slah satu dari lima keluarga besar" sela Jordi menikmati cemilan.


" apa mereka sudah punya cabang di Paradise city "


" belum tapi kekuarga Waskita salah satu rekanan mereka ada di Paradise citu , merekacukup berpengaruh sebagai salah satu dari empat keluarga besar paradise city "


" biarkan , selagi tidak mempengaruhi bisnis kita tidak perlu berurusan dengan mereka " sambil menikmati mocktail dengan campuran beberapa macam buah "


" brakkk"


Seketika saat suasana di dalam ruangan sedang memuncak , pintu utama dibuka paksa membuat mereka yang didalam langsung melihat ke sumber suara "

__ADS_1


" maaf menganggu kalian tapi suara yang kalian buat menganggu kenyamanan kami " seorang dengan jas coklat bermotif merek terkenal .


" jangan komplain ke kami , komplain sana ke managemen , mengapa mereka menyediakan hiburan seperti ini" balas salah seorang yang sedang berjoget ria .


Wajah pria itu memerah , matanya menatap tajam seakan mampu membunuh lewat mata.


" hahahha , nyali kalian cukup tinggi , sungguh berani tidak ada yang berani membentak ku seperti itu , biasanya ku kirim langsung kedasar lautan " tawanya mengelegar membuat pria yangenjawab tadi ciut.


" sekarang kalian pergi ruangan ini akan kupakai " sambil mengibaskan tangan kirinya .


" bos " semua mengarahkan pandangan ke Hilman yang masih santai disofa seakan tak terganggu dengan keributan , apalagi pria itu membawa beberapa pria kekar dengan tampang menakutkan.


" kalian lanjutkan saja " hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Hilman tanpa melirik .


"ooo kelihatannya masih banyak bocah yang tidak mengetahui luas nya dunia " dia berjalan sambil menendang meja hingga semua yang berada diatasnya bertaburan.


Eliot berdiri dengan kaki sebelah diatas meja , dia melihat Hilman dengan tatapan menghina apalagi pria yang dihadapanya terlihat begitu sederhana pasti dari keluarga menengah. putra tertua kekuarga Waskita lebih lebih tua lima tahun dibanding Hilman .


" siapa pun kamu aku tak perlu tahu , itu pintu keluar pergilah jangan mengongong disini "


Hilman tak memeperdulikan amarah lawan bicaranya , mereka sedang berpesta jadi tak perlu mengurus hal kecil .


" hahahahaha , bocah sialan sepertinya kamu bosan hidup , kalian hajar dia "


beberapa pria sangar berpakaian hitam bergegas mendekati mengelilingi Hilman , Jordi dan Miriam yang masih santai di sofa .

__ADS_1


" salahkan nasibmu berhadapan dengan ku "


" plak "


" dunk "


" auu"


Eliot begitu bangga melihat bodyguard nya bergerak cepat menyerang Hilman , pria itu pasti dirawat beberapa bulan di rumah sakit , matanya tegang seketika, empat bodyguardnya terkapar di lantai sedangkan Hilman masih duduk santai di sofa , seorang dengan tangan penuh tato dengan kaos putih tanpa lengan berdiri membelakangi Elliot , rambutnya merah karna diwarnai .


" kau bocah kaya , sepertinya tidak pernah tahu apa itu maut"


serak suara pria itu melihat sekilas , tubuh Eliot berguncang , empat bodyguardnya merupakan orang pilihan dari kesatuan tentara bayaran internasional , tentu mereka dipilih bukanlah orang sembarangan tapi didepan pria kekar ini tidak ada artinya.


" siapa kau , apa kau tak takut dengan kekuarga Waskita " antam Eliot .


" apa itu Waskita , apa mereka menjual kue lapis" ejeknya , pria kekar itu adalah Zola petarung palung sangar yang mengikuti Hilman.


" da dasar bajingan jangan mendekat " Eliot mundur karna pria itu mendekat , luturnya mengigil ketakutan melihatbtatapan tajam .


" hentikan " seorang pria dengan postur hampir sama menahan gerakan Zola dan langsung di depan Eliot .


" hajar dia Mason , aku ingin dia berlutut " Eliot merasa aman , emosinya kembali naik melihat pengawal kepercayaan ayahnya datang


" sabar anak muda, kau telah menghajar anak buahku takkan kubiarkan bertindak lebih dari ini " ancam Mason memperlihatkan gigi emas dengan tinggi sepadan dia menghalangi gerakan pria berambut merah.

__ADS_1


" sepertinya berita yang kudengar , Blood Diamond sudah berada di Paradise"


__ADS_2