
" kamu bisa bantu Hill , jika kamu mau gabung kan ke Empiere"
" maaf kalo itu aku tak bisa , Empiere punya kebijakan , mereka lebih suka membangun perusahaan dari nol "
mata Kanaya memerah , jelas pikirannya sedang kalut , Hilman bisa mengetahui tapi dia memilih diam .
" Hill papa bangkrut , usaha yang dia rintis hancur "
Seketika air mata Naya tumpah , dia menangis sesengukan sambil menutup wajahnya dipaha , Hilman mendekat mengelus pundak memberi semangat .
" Hill bantu papa , aku tidak tahu bagaimana lagi , Starlight ikut terjebak "
" kamu yang tenang , coba cerita masalah apa yang kalian hadapi"
Kanaya malah memeluk Hilman , tangis nya makin keras , mau tidak mau Hilman merengkuh tubuh lemah itu , Naya jelas butuh tempat bersandar , selama ini dia terlihat begitu kuat namun itu tampak diluar , ketika jatuh tak satupun pegangan yang menopangnya .
" perusahaan papa melakukan pinjaman ke bank dengan jaminan Starlight , aku dan papa tidak tahu soal pinjaman itu , sekarang pihak bank mengajukan tuntutan sedangkan mereka sekarang kabur "
" mengapa , Starlight ikut , kan perusahaan atas nama kamu "
" aku awalnya binggung , tapi ini karna Leonel kakak ku , selama aku tidak dirumah , dia mengambil berkas Starlight dikamar dan memalsukan tanda tangan , sekarang dia pun sudah hilang entah kemana "
__ADS_1
Kanaya hancur sehancurnya , perusahaan yang dia rintis tiga tahun lalu sekarang terlilit hutang , Gilbert juga saat ini terbaring dirumah sakit , tentu Bank mengincar Starlight bukan AXL karna Gilbert tidak punya kuasa akan pengelolaan , sedangkan saham sepuluh persen hanya dalam bentuk bagi hasil .
" baik , aku akan coba bantu , katakan berapa pinjaman Bank "
" satu triliun "
Dahi Hilman menengerut .
" tidak mungkin kan perusahaan sekecil itu bisa mendapat pinjaman sampai satu triliun apa pihak bank tidak melakukan inspeksi "
" aku tidak tahu Hill , Starlight pun tidak mengetahui sampai surat tagihan dari bank datang sekarang perusahaanku hancur Hill "
Naya masih menangis dipelukan Hilman , karna kelelahan dia tertidur , perlahan Hilman mengendong Naya kekamar sebelah kiri , kamar yang pernah Naya tempati.
" Glen periksa perusahaan Fastspeed siapa dalang dibalik itu " Hilman rebahan di sofa , tempat tidurnyabselama satu bulan belakangan.
...
Kanaya bangun ketika hari sudah terang , wajah sembab semalam sudah tak terlihat , dia keluar kamar dan mencium aroma masakan , Hilman sedang kaldu ayam untuk bubur ayam , dia tahu Kanaya kehilangan nafsu makan , dengan makanan yang bisa langsung ditelan Naya bisa makan lebih banyak
" ayo makan "
__ADS_1
meletakan satu porsi bubur ayam lengkap , dimeja ada terlur gulung dan orek bakso sosis campur brokoli.
" Hill kamu bisa bantu aku kan "
" oke , aku usahakan "
" kuserahkan lima puluh persen saham Starlight seharga satu triliun"
ternyata Naya sudah memikirkan solusi sedari tadi dia bangun .
" beri aku waktu dua hari ini , nanti kita bahas lagi "
" kenapa Hill apa kamu tidak mau " menatap curiga.
" bukan gitu , selagi ada alternatif lain pasti aku usahakan , jika tidak , nanti aku beli lima puluh persen saham starlight satu setengah triliun , aku janji "
" tidak Hill , nilai Starlight hanya satu triliun ngak lebih" dia menatap tak percaya omongan Hilman.
" aku percaya , selama kamu memimpin Starlight kedepan nilai perusahaan mu akan jauh meningkat , sekarang yang penting penting , buktikan jika Starlight tidak terlibat , kamu tenang aja "
Kanaya merenung lama , bahkan bubur ayamnya mulai dingin .
__ADS_1
" makasih Hill , kamu masih mau bantu aku , padahal aku sudah jahat"
" ngak usah dipikirin , yang perlu kamu ingat sekarang , buktikan kamu tidak jatuh karna masalah ini , buktikan kamu masih mampu maju"