Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
tak mau mengalah


__ADS_3

“ apa pak Gamawan marah aku ngak datang kamaren “ ternyata dibenak Naya masih memendam rasa penasaran .


“ ngak ngak masalah kok “


“ Beneran " binggung .


“ iya beneran “ sambil sarapan jari dan mata nya sibuk dengan gawai , terlihat agak kesal tatapan mata Naya melihat Hilman tapi ditahanya , semenjak bangun dia sudah berbicara sendiri didepan cermin untuk menahan emosi dam membicarakan kesalah pahaman kemaren , Naya merasa Hilman masih mempermasalahkan nya melanggar janji.


“ kamu ngak mau mbahas sesuatu sama aku “


“ Soal apa , proyek besok siang diumumin “ tetap tak melihat kearah Naya.


“ Bukan soal kemaren “


“ mmm kan udah clear semalam “ sejenak menghentikan makan .


“ terus kenapa sikap kamu kaya gini , kalo masih kesal bilang , aku juga ngak mau kesalahpahaman ini berlanjut “ Agak tegas nada bicara Naya membuat Hilman memberhentikan suapanya .


“ oke , aku akan dengar alasan kamu “ Hilman meletakan sendok dan gawainya lalu menatap mata Naya membuat Naya membuang wajah .


“ aku lagi sibuk , ada proyek yang mendesak makanya “


“ Dimana “

__ADS_1


“ Dikantor” Naya singkat.


“ sudah jelas kan , aku kan ngak bahas hal lain lagi “ Tapi mata Hilman tetap menatap Wajah Naya.


“ tapi “


“ aku lekantor kamu dan kamu ngak ada “ Hilman mulai serius tapi intonasinya tetap lembut .


“ iya ada keperluan mendadak “


“ Lebih penting yang mana “


“ Ya proyek kulah “


“ sudah jelas kan , kamu lebih mentingin proyek kamu dari pada aku , terus butuh alasan apalagi kita membahas masalah ini , kamu punya prioritas akupun juga punya” ujar Hilman lembut.


Hilman diam menatap Naya , dia berusaha beradu pandang agar Nay bisa melihat keseriusan dimatanya .


“ sama seperti yang kamu bilang proyek ini penting bagi ku dan aku ngak ingin kosentrasiku buyar jika harus mentingin hal lain , lagian semalam juga sudah kamu jawab apa ada yang salah “


“ ya paling engak kan kamu bisa kordinasi sama aku “


“ kamu kan juga bisa nanya apapun toh aku ngak kemana mana ningalin kamu “

__ADS_1


“ jadi kamu nyalahin aku “ Naya terpancing .


“ nyalahin gimana tadi kan kamu sendiri yang nanya , bagian mana aku nyalahin kamu “ Hilman tetap tenang .


“ tadi kamu bilang ningalin , kamu nyindir aku ngak nepatin janji “


“ Nay sebenarnya masalah apa yang harus kita bahas , aku tahu kamu sibuk jadi aku ngak mau membebani kamu jadi aku harap disaat aku sibuk kamu juga bisakan ngertiin aku “ Hilman tak ingin terjebak berputar pada masalah yang sama .


“ Ya aku ngerti terus kenapa kamu bahas aku ningalin kami kalo ngak suka bilang aja “


“ oke maaf kalo kamu tersingung , sekarang aku tanya kamu lemana kemaren “


Sebenarnya lidah Hilman sudah kelu untuk mengatakan kebenaran tapi pikiranya masih menolak berharap Naya bisa jujur .


Naya terdiam , bingung menjawab pertanyaan Hilman jika dijawab soal proyek Hilman tentu kembali diam , dia sebenarnya curiga Hilman tahu dia kemana.


“ kamu tahu aku kemana “ dengan ragu Naya berusaha mengikis keraguannya .


“ Tahu”


“ terus kamu ngak nanya “


“ untuk apa , kalo kamu mgak mau bilang , ngak mungkin juga kan aku paksa “ Hilman masih seperti semula , emosinya tenang tak terlihat sedikitpun marah atau cemburu.

__ADS_1


“ Nay jika kamu ngak mau membahasnya , aku ngak ingin bertanya lebih jauh , kamu punya prioritas begitupun aku jadi seberapapun banyak kita berdebat ujungnya ngak akan ketemu “ suara Hilman melunak , bukan karna mengalah tetapi lebih mengotrol emosi dia tahu Nay cukup teperamental da tak mau disalahkan .


“ ya sudah lah , aku juga ngak mau bahas lebih lanjut “


__ADS_2