
(kanaya)
“ saya ketoilet bentar “ bisiknya kearah Bastian saat rombongan mulai keluar dari resto “
“ ditemenin ngak “ balasnya.
“ Engak usah “
sementara itu seorang memopong ikan besar dalam bakul melewati rombongan Bastian.
“ Jar bakarin buat tuan Gamawan “ mamad mendekati Fajar menyerahkan Bawal yang cukup besar yang kebetulan sedang berada distand tempat bakar ikan dekat pintu masuk .
“ oke , ntar gue kabari “
Jawab fajar semangat menyambut bawal yang sangat besar dan sangat jarang di olahnya ditambah ini milik tuan besar dan tentu saja harus dimasak special.
“ mang bentar “ pangil Syahrur melihat memutar badannya mendengar pembicaraan pekerja resto.
“ iya pak ada apa “ sambil menundukan kepala .
“ tuan Ganawan disini “ tanyanya , Dia tahu kebiasaan jika tuan Gamawan memancing pasti langsung membakar tangkapanya.
“ iya pak semalam beliau sampai dan sekarang sedang di waduk “ Jawabnya sopan , bagaimana tidak mamad mengenal sosok yang sedang berbicara dengannya , walau pun jarang bertemu tapi gambarnya hampir disetiap sudut kota terpampang.
__ADS_1
“ antarin saya kesana “
“ Silahkan pak “
Naya melihat rombongan berjalan memutar kearah samping resto sesaat dia baru saja masuk ketoilet , karna keburu dia tidak memperdulikanya.
..
“ astaga “
Naya langsung menyembunyikan tubuhnya dibalik dinding sebelum gazebo tempat tuan Gamawan memancing , disana sosok yang dia acuhkan sedang ikut bercengkrama , pelan pelan dia menuju mobil dan berusaha tidak terlihat dari mata pria itu ataupun rombongan.
“ kenapa dia disini kan katanya makan siang dengan Zefana “ jantungnya bergetar kencang , semenjak mendapat kabar dari Zefana kalau mereka bertemu siang Naya mulai panas dan melupakan janjinya dengan Hilman kemudian pergi dengan Bastian , beberapa kali Hilman menghubunginya dan tak digubrisnya , bukan karna sedang didekat Bastian melainkan karna kesal , pada Hilman dan Zafana .
“ pantas cuek “ batinya saat melihat gawai.
“ Bodoh kau Naya “ sambil mengetuk kepalanya menyesali keputusan mengabaikan permintaan Hilman tadi pagi.
“ Eh kenapa say “ Bastian mendekati terkejut melihat Naya memukul kepalanya
“eh engak kok Bas , nih gatal “
“ Ya sudah kita balik yuk “ sambil membukakan pintu mobil , terlihat rombongan sudah menaiki kendaraan masing masing .
__ADS_1
Didalam mobil Naya lebih diam dan sibuk demgan pikirannya.
“ ada apa say , sakit “ Bastian mengelus pipi Naya menyadarkannya.
“ E engak kok , Cuma kepikiran pekerjaan “ menarik wajahnya menjauh .
“ jangan dipikirin nanti aku bantuin kebetuam mulai hari ini aku ngangur sebulan kedepan “ lalu meremas tangan Naya.
“ ngak perlu , gue dan Cintya sudah cukup kok “
“ makasih ya “ Naya bergegas turun saat mobil yang dikendarai Bastian berhenti didepan perusahaanya .
“ Engak ngajak mampir dulu “
“ engak usah , lagian nenek pasti lagi nunguin kamu dah gue masuk dulu ya “ tanpa menunggu jawaban Naya langsungasuk dan bergegas keruangannya .
Bastian terdiam melihat perubahan sikap Naya semenjak keluar dari resto tadi , dia paham jika Naya sedang tertekan karna pekerjaan tapi sikap yang Naya tampilkan barusan berbeda dari biasanya , berlahan dia memajukan kendaraan meninggalkan gedung Starlihgt .
“ ahh “ Naya memijit kepalanya yang mulai sakit memiikirkan alasan yang harus dibuat untuk membuat Hilman mempercayainya , bagaimana juga dia harus membuat Hilman tak marah karna jika tidak proyek nya juga akan bermasalah , bukan karna dibatalkan sepihak oleh Hilman tapi melainkan hubungan nya secara pribadi dengan Hilman yang beberapa waktu belakangan mulai membaik akan kembali rengang ditambah semenjak Alicya pergi otomatis kesempatanya lebih besar .
“ Nay ada surat masuk “ Cintya masuk setelah mengetuk pintu .
“ dari siapa “
__ADS_1
“ kurang tau nih “
Disana terltulis Dakota Cargo , matanya menyipit melihat kop amplop lalu bergegas membuka , ternyata didalam terlihat proposal pengajuan kerja sama dan tertulis Leonel Alexe sebagai manager pemasaran