
“ Hill bisa keluar ngak malam ni “
sebuah pesan masuk saat Hilman baru saja selesai mandi .
“ Oke dimana “ balasnya.
“ long beach , anak anak sudah ngumpul “
Hilman keluar dengan motor matic pemberian Natasya bos Ray , awalnya Natasaya ingin membelikan sebuah mobil mewah tapi ditolak karna Hilman terbiasa hidup sederhana , mengendarai sebuah adv 150 Hilman menyusuri jalan tepi pantai mengarah ke tempat yang di janjikan .
Ramish dan yang lain sudah berada dilokasi maklumlah para jombloers kecuali Ramish yang sudah jadian dengan Soraya tapi tetap kumpul tanpa memperlihatkan kemesraan karna mereka berasal dari satu golongan dan terbiasa saling membantu .
“ nahh juragan kita datang “ sorak Dere ketika melihat kedatangan Hilman , kebetulan mereka mengelar tikar di tepi pantai sambil menikmati angin malam ada beberapa makanan ringan tersaji di tengah .
“ Nih “ Senina memberikan jagung bakar dan duduk disebelah Hilman.
Walaupun termasuk golongan kaya Senina tak pernah memilih dalam berteman apalagi diabtak memandang status dan suka bergabung dengan kelompok ini .
“ thanks ya “
“ udah di acc skripsinya “
ujar senina sambil menikmati jagunh bakar .
__ADS_1
“ udah kalo lo gimana “
“ udah tinggal nunggu sidang “
“ ntar setelah tamat rencana lo apa Hill “
“ Belum jelas Na , mungkin pulang kampung dulu “
“ boleh ikutan ngak , soalnya gue juga pengen liburan “ Senina memandang wajah Hilman sambil tersenyum.
“ boleh , t api baliknya ntar sendiri. "
“ ngak pa ap , asal liburannya lo temenin “
“ Na , ngapai lo disini “ Ara dan Caesar ternyata juga ada disana dan melihat keberadaan Senina dekat gerombolan Hilman cs. Mereka menatap aneh apalagi Ara.
“ Ni lagi ngumpul sambil bakar jangung , ikutan Ra , Caesar “
“ ngak ah “ mengelengkan kepala
“ Say kita kesana yuk “ Ara menarik lengan Caesar supaya menjauh , dia begitu membenci Hilman padahal gara gara masalah kecil tapi kebenciannya membuat dianjuga membenci orang disekitar Hilman .
" Senina , kita ada acara di dalam , gabung yuk " ajak Caesar .
__ADS_1
" kalian lanjut aja , gue disini ajax
tolaknya lembut membuat wajah Caesar memerah lalu pergi meninggalkan kelompok itu .
..
..
Hilman baru saja mengumpulkan skripsinya pada Pak Putena , dan jadwal sidangnya pun sudah diumumkan , sebagai mahasiswa yang mendapat rekomendasi penuh dan sponsor yang kuat , pihak kampus tak berani mempersulit apalagi Hilman dikenas sebagai mahasiswa yang berprestasi apalagi pihak sponsor meminta agar keberadaan mereka dirahasiakan .
“ lihat ni bocah miskin datang “ ejek Orlando saat melihat Hilman.
Seketika para mahasiswa ikut tertawa apalagi tampilan Hilman begitu sederhana beda dengan mereka yang necis dan memakai pakaian mahal dan bermerek , mereka menganggap seorang yang mendapatkan beasiswa penuh seperti Hilman merupakan orang miskin yang mengais rezeki dari para jutawan apalagi kampus mereka merupakan kampus terbaik dan termahal tak masuk kualifikasi menjadi bagian mereka .
“ Dasar anjing kurap merusak pemandangan kampus aja , lebih baik ngak usah datang kuliah “ ledek Daniel tak mau kalah , mendukung perkataan Orlando .
“ byuuurrrrr” seember air melesat dari lantai atas membasahi tubuhnya sempurna.
Semua terdiam hanya berani manahan tertawa .
“ brengsek siapa yang berani “ pekik Orlando dan Daniel yang terkena siraman karna Hilman bergegas masuk gedung.
“ cao “ Caesar mengedipkan mata sambil mengangkat ember. Banyak yang tak menyangka preman kampus yang terkenal sebagai pembuli akhirnya kena batunya juga , siapa juga yang tak kenal dengan Caesar , generasi ketiga pegusaha terkenal dan sangat disegani , dia melakukan bukan karna ingin membela Hilman tapi hanya mencari alasan untuk membuli Orlando dan Daniel , baginya sebuah kepuasan tersendiri membuli pembuli.
__ADS_1
“ brengsek “ Orlando mengacungkan jari tengah lalu pergi entah kemana , mereka jelas tak berani melawan balik karna keselamatan hidup keluarga mereka berada di telapak tangan keluarga Howard dan Caesar salah satu penerus nya.