
" Zack malam ini aku balik le Metro city kamu gimana " Zack dan Zarfan saat ini sedang sarapan di Restoran Royal .
" gue balik senin malam , buk Miriam minta gue ganriin elu di HaZa" memanyunkan bibir nya.
" hah gaya lu aja , palingan lo juga pengen jauh dari gue "
" mana ada , bacot lu aja "
" seriusan , badan gue pegel nih " sambil merentangkan tangan.
" eh kalosoal itu gue akuin"
Zack akhirnya tahu maksud Hilman dahulu menghindari Zarfan jika sedang berlatih , Zarfan sangat ganas , Zack yang posturnya sama tinggi dengan Zarfan tidak sanggup menyaingi ketangkasan dalam bertarung.
" maaf lama nunggunya " Keysa langsung memeluk Zarfan tangbsedang menikmati sarapan.
" engak kok , ni baru mulai"
" abang lu kenapa liatinbguebkaya gitu Fan" Keysa risih melihat tampang mesum Zack.
" dia suka kali sama elu "
" sekali kali non Keysa masa cuma liat ngak boleh, ngak usah khawatir saya ngak ngegigit kok" sambil tertawa pelan .
" oh ya kenalin sepupu gue , namanya Isma " seorang gadis lebih muda dari Keysa menyodorkan tangan.
__ADS_1
" isma kak"
" Zarfan "
" pangil Zack" bergantian.
" yuk jalan sekarang .
Zarfan dan Zack mengiringi kedua gadis manis menuju lobi disana sudah terparkir Ford Raptor yang dikendarai Zack , rencanahari ini mereka menaiki gunung gede di selatan sekitar satu jam perjalanan daei proyek Hilman , saat kekuar dari lobby mereka tidak menyadari jika ada yang membuntuti.
" mmmm nyaman yan beda sama di Metro City " Keysa merentangkan tanggannya menikmati segar nya udara pegunungan
" Eh Fan , kampungmu juga kaya gini kan " Keysa ingat saat sekolah dulu Zarfan bercerita jika kampungnya berada dikaki pegunungan dan hawanya sejuk.
" iya malah lebih dingin dibanding ini"
Sementara mereka menikmati segarnya alam , beberapa pemuda mengunakan masker mendekat , mereka terlihat membawa balok dan batangan pipa.
" siapa kalian " sentak Isma terkejut karna melihat kedatangan rombongan
seketika Zarfan , Keysa dan Zack menoleh.
" kalian tidak perlu tahu siapa kami"
...
__ADS_1
Hilman baru saja selesai mandi saat bel rumah berbunyi dengan celana santai selutut dan baju kaos putih polos membuka , dia nerharap Naya atau Alicya yang datang.
" tumben tu wajah ditekuk " ledek Jordi dibelakang Miriam.
" kampr*t " berlalu kedapur membuat segelas kopi tubruk , pagi ketika santai Hilman suka menikmati kopi tubruk semenjak abah mengenalkan .
" gue juga tuh "
Miriam dan Jordi memang sering menfhabiakan waktu didekat Hilman apalagi jika tidak ada pekerjaan , Miriam tak ingin berlama lama berdua bersama Jordi , sedangkan Jordi sebisa mungkin selalu berada didekat Miriam.
" bos kecil , enak ngak nikahnya "
" burrrt" seketika kopibyang baru diseruput berhamburan keluar.
" mukut tuh dijaga " sambil mencubit pinggang Jordi , wajah Miriam memerah , tak menyangka jika kekasihnya itu menanyakan hal memalukan .
" ya kan penasaran , lagian kan aku juga ngak pengalaman sayang " bermanis ria.
" dasar , ngak tau orangbpengen santai " sela Hilman sambil mengelap mulut , bajunya belepotan cairan kopi.
"nikah sono dari pada penasaran" berjalan kekamar menganti pakaian yang basah.
" pengennya gitu , ya ngak sayang "
" udah jangan sok bucin" sambil menjitak kepala kekasihnya itu.
__ADS_1
Miriam terlihat kasar saat berhadapan dengan Jordi , tapi saat mereka berdua , dia begitu manja dan juga suka mendominasi membuat Jordi semakin bucin .
Hilman menatap pakaian yang beesusun dilemari , hanya beberapa pasang karna dia belum sempat belanja , disana ada beberapa pakaian Alicya terlipat rapi serta kunci mobil lengkap dengan surat suratnya serta sebuah kotak beludru , tempat cinci pernikahan yang dia belikan untuk Alicya, di jari manis kiri terpasang pasangan nya sedangakan pasangan lain ikut sertta dengan Alicya yang keberadaannya sekarang entah dimana.