Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
rasanya menikah


__ADS_3

" Zack malam ini aku balik le Metro city kamu gimana " Zack dan Zarfan saat ini sedang sarapan di Restoran Royal .


" gue balik senin malam , buk Miriam minta gue ganriin elu di HaZa" memanyunkan bibir nya.


" hah gaya lu aja , palingan lo juga pengen jauh dari gue "


" mana ada , bacot lu aja "


" seriusan , badan gue pegel nih " sambil merentangkan tangan.


" eh kalosoal itu gue akuin"


Zack akhirnya tahu maksud Hilman dahulu menghindari Zarfan jika sedang berlatih , Zarfan sangat ganas , Zack yang posturnya sama tinggi dengan Zarfan tidak sanggup menyaingi ketangkasan dalam bertarung.


" maaf lama nunggunya " Keysa langsung memeluk Zarfan tangbsedang menikmati sarapan.


" engak kok , ni baru mulai"


" abang lu kenapa liatinbguebkaya gitu Fan" Keysa risih melihat tampang mesum Zack.


" dia suka kali sama elu "


" sekali kali non Keysa masa cuma liat ngak boleh, ngak usah khawatir saya ngak ngegigit kok" sambil tertawa pelan .


" oh ya kenalin sepupu gue , namanya Isma " seorang gadis lebih muda dari Keysa menyodorkan tangan.

__ADS_1


" isma kak"


" Zarfan "


" pangil Zack" bergantian.


" yuk jalan sekarang .


Zarfan dan Zack mengiringi kedua gadis manis menuju lobi disana sudah terparkir Ford Raptor yang dikendarai Zack , rencanahari ini mereka menaiki gunung gede di selatan sekitar satu jam perjalanan daei proyek Hilman , saat kekuar dari lobby mereka tidak menyadari jika ada yang membuntuti.


" mmmm nyaman yan beda sama di Metro City " Keysa merentangkan tanggannya menikmati segar nya udara pegunungan


" Eh Fan , kampungmu juga kaya gini kan " Keysa ingat saat sekolah dulu Zarfan bercerita jika kampungnya berada dikaki pegunungan dan hawanya sejuk.


" iya malah lebih dingin dibanding ini"


Sementara mereka menikmati segarnya alam , beberapa pemuda mengunakan masker mendekat , mereka terlihat membawa balok dan batangan pipa.


" siapa kalian " sentak Isma terkejut karna melihat kedatangan rombongan


seketika Zarfan , Keysa dan Zack menoleh.


" kalian tidak perlu tahu siapa kami"


...

__ADS_1


Hilman baru saja selesai mandi saat bel rumah berbunyi dengan celana santai selutut dan baju kaos putih polos membuka , dia nerharap Naya atau Alicya yang datang.


" tumben tu wajah ditekuk " ledek Jordi dibelakang Miriam.


" kampr*t " berlalu kedapur membuat segelas kopi tubruk , pagi ketika santai Hilman suka menikmati kopi tubruk semenjak abah mengenalkan .


" gue juga tuh "


Miriam dan Jordi memang sering menfhabiakan waktu didekat Hilman apalagi jika tidak ada pekerjaan , Miriam tak ingin berlama lama berdua bersama Jordi , sedangkan Jordi sebisa mungkin selalu berada didekat Miriam.


" bos kecil , enak ngak nikahnya "


" burrrt" seketika kopibyang baru diseruput berhamburan keluar.


" mukut tuh dijaga " sambil mencubit pinggang Jordi , wajah Miriam memerah , tak menyangka jika kekasihnya itu menanyakan hal memalukan .


" ya kan penasaran , lagian kan aku juga ngak pengalaman sayang " bermanis ria.


" dasar , ngak tau orangbpengen santai " sela Hilman sambil mengelap mulut , bajunya belepotan cairan kopi.


"nikah sono dari pada penasaran" berjalan kekamar menganti pakaian yang basah.


" pengennya gitu , ya ngak sayang "


" udah jangan sok bucin" sambil menjitak kepala kekasihnya itu.

__ADS_1


Miriam terlihat kasar saat berhadapan dengan Jordi , tapi saat mereka berdua , dia begitu manja dan juga suka mendominasi membuat Jordi semakin bucin .


Hilman menatap pakaian yang beesusun dilemari , hanya beberapa pasang karna dia belum sempat belanja , disana ada beberapa pakaian Alicya terlipat rapi serta kunci mobil lengkap dengan surat suratnya serta sebuah kotak beludru , tempat cinci pernikahan yang dia belikan untuk Alicya, di jari manis kiri terpasang pasangan nya sedangakan pasangan lain ikut sertta dengan Alicya yang keberadaannya sekarang entah dimana.


__ADS_2