
Alicya membersihkan meja makan setelah Sury dan Hilman selesai , Hilman membawa laptopnya ke ruang tengah lantai atas kemudian mengerjakan pekerjaan .
Alicya membawa dua gelas minuman hangat cemilan untk mereka karna sesaat Al naik kelantai atas dia melihat Hilman tengah sibuk mengerjakan sesuatu , dia tahu bagaimana Hilman jika bekerja sering lupa waktu , namun saat sampai di ujung tangga langkah nya terhenti , Naya sudah menemani Hilman .
“ permisi Nona “ Alicya menyajikan untuk Hilman dan Naya yang sebenarnya dia buat untuknya dan Hilman.
“ makasih , eh kemana , sini “ tawar Hilman membuat Naya cemberut .
“ nah ini kamu periksa “ sambil memutar laptopnya kearah Naya , dia membaca dengan antusias belum pernah dia menemukan penyusunan proposal seperti yang dibuat Hilman .
“ serius proposal seperti ini bisa “
“ tentu saja , kita harus meniru negara maju , mereka selalu berinovasi dan kreatif , makanya kita selalu tertinggal dari aspek manapun “ jelas Hilman secara umum .
“ Tapi apa perusahaan lokal bisa memahami “
“ makanya kita buat menarik , mereka akan tertantang dengan pencabaran visi kita dan itu akan menjadi sesuatu yang baru yang mesti mereka kejar “ sambil menganguk kan kepala seolah memahamk perkataan Hilman , Naya menikmati cemilan yang dibawa oleh Alicya.
“ kamu bisa kejar tayang seperti ini “ Naya binggung dengan cara kerja Hilman , dihadapannya ada tiga proposal dan hanya dalam satu jam dia bisa menyelesaikan satu.
“ sudah kebiasaan ya kan Al “
Naya ikut mengarahkan pandangan kearah Al yang masih diam duduk disamping Hilman , dia mengangukan kepala.
__ADS_1
“ maksudnya “ Naya penasaran .
“ kami sering kerja semalaman bikin seminar , bukan hanya sekali dan itu berhasil , bahkan kami sampai tidur disana “ Hilman mengarahkam pandangan lagi pada Al .
“ semalaman “
“Iya “
“ dan kalian tidur disana “ nada Naya ahmgak meninggi.
“ Tidak non saya selalu pulang “ sela Alicya takut diangap salah .
“ kenapa apa hanya kamu perempuan disana“ Naya curiga jika Hilman dan Alicya sebenarnya sudah memiliki hubungan sebelumnya , hal ini sungguh membuat hatinya dongkol .
“ Tidak non, non Fransiska selalu marah marah dan bikin ribut makanya saya selalu disisinya dan tidak terlalu banyak membantu Hilman karna dilarang non Ara “ jelas Al menunduk .
“ iya non “
" emang apa masalah kalian dengan Ara " kedua nya diam tak menjawab.
" dia hanya tak terima semua seminar yang kami handle kebanyakan sukses , padahal dia tergabung dalam senat mahasiswa " jelas Hilman .
“ aku ngantuk “ Naya kemudian meningalkan Hilman dan Alicya.
__ADS_1
“ gimana harimu “ tanya Hilman saat Al meningalkan tempat duduknya .
“ baik “
“ maaf ya “ Al terdiam berusaha menenangkan hatinya , dia berusaha menerima keadaan sebagai istri kedua tapi dia harus tinggal satu rumah dengan istri pertama hal intu membuatnya sulit ditambah dia tidak bisa leluasa seperti dulu karna harus memikirkan perasaan majikan .
“ tidak ada yang perlu disalahkan , aku juga berusaha menerimanya "
lidah Hilman kelu , dia bingung dengan ucapanya sendiri bagaimana untuk mengungkapkan apa yang ada dihatinya.
“ kita jalani saja dahulu “ Alicya bergegas masuk kekamar meninggalkan Hilman .
..
Alicya tersentak ketika ada bayangan bergerak disampinnya , saat hendak berteriak dia terdiam melihat sosok Hilman yang sedang Khusyuk sholat , dia melirik kedinding kamar .
“ belum waktu subuh “ gumamnya , dia kembali merebahkan tubuhnya dan kembali berusaha tidur.
Hilman sudah tidak ada dikamar , dikamar mandipun tidak terdengar aktifitas .
“ apa Hill pindah kekamar Nona “ gumamnya .
Tak mau pikirannya melayang kemana mana , Al bergegas turun menyiapkan sarapan pagi , Gilbert dan Sury menyukai masakan Al dan hal itu yang mambuat Al betah bekerja dirumah ini selain sikap tuan rumah yang ramah bahkan menyekolahkannya sampai ke perguruan tinggi.
__ADS_1
Hilman masuk dari pintu samping dengan badan penuh keringat , dia pergi maraton saat Al masih tidur .
“ astaga “ Al terkejut .