
“ Hil kamu membelikan aku mobil , nona Naya gimana “
“emang boleh “ melirik.
“ ya boleh lah , dia kan istri kamu juga “
“ tapi lebih mahal dari mobil kamu ngak pa pa “ Hilman berniat mengoda .
"ya ngak pa pa , sebagai istri pertama wajar Nona mendapatkan yang lebih baik , apalagi kesibukan dia lebih banyak , beda sama aku yang hanya dirumah “
“ kamu pengen kerja “
“ pengen sih tapi gimana “ pikiran Al membayangkan jika dia punya kesibukan seperti Naya pasti menyenangkan , dia senyum senyum sendiri .
“ oke nanti biar aku cari yang cocok"
“ Kamu udah kerja lagi kan bengkel udah ludes “ Al terkejut .
“ aku udah dapat kerja baru kalo ngak mana berani aku beli mobil “ Hilman tertawa pelan.
“ kok ngak pernah ngomong kalo kamu udah kerja , udah berapa lama “
“ hampir sebulan lah , tapi masih dalam masa percobaan “
“ dan kamu ngerahasiain ini pada aku dan nona “ cemberut.
“ kalian aja yang ngak pernah nanya , padahal kamu yang milihin aku jas , untuk apa kalo bukan buat kerja “
__ADS_1
“ eh iya , aku lupa “ senyum .
“ terus nona gimana , kan kamu harus ngantar jemput nona terus .”
“ kan bisa searah , siap ngantar Naya pergi dan jemput ketika pulang “
“ emang ngak masalah gitu , emang kamu kerja dimana “
“ kan ngak tiap hari “ Hilman mengelus pipi.
Tanpa mereka sadari , ada seseorang yang menatap penuh amarah saat melangkah kedalam , dia tidak jadi masuk karna tidak bisa menahan bedungan dikelopak matanya .
( Kanaya )
Setelah brefing pagi Naya dan Xintya mendapat pangilan dari Nita direktur Emporio agar menemuinya di Empiere State . Naya meminta Xintya menyiapkan berkas kerjasama dan laporan dengan Emporio serta beberpa proposal tentang perusahaanya .
“ selamat datang nona Naya , mari” dia mengikuti langkah Nita menuju aula .
Ruangan sudah disusun rapi ada beberapa wartawan disisi aula , dan untung bagi Naya , Nita mengarahkan dia untuk duduk dibarisan depan , barisan yang selalu diincar pengusaha.
Para manager dari anak perusahaan Empiere state datang satu persatu mengikuti langkah Vilanueva sang General manager , di sebelah kanan tuan Vila terlihat satu kursi kosong , disana tertulis , Operasional Manager yang lainya berjejer dari , Emporio , the NATH , Zero sport , dan Thislife serta Grace sekretaris GM.
Tuan Vila mengumumkan jika Empiere state membuka peluang bagi rekanan sebagai pemasok bahan baku dan pemasaran , dan secara resmi dia mereka me launching produk terbaru dari empat anak perusahaan Empiere.
Tentu saja berita ini menjadi topik utama dikalangan pebisnis , mereka yang tidak memiliki persiapaan meraba raba besaran pasar yang akan dibuka , tentu saja Empiere State memuba peluang bagi seluruh perusahaan agar bisa bekerja sama dan tidak membuka kesempatan bagi perusahaan besar memonopoli satu sisi .
Naya yang mengikuti perkataan Hilman , menjadi yang paling aktif dalam pembahasan materi, membuat perusahaanya mendapat nilai plus bagi Empiere , Starlight menjadi perusahaan pertama mendapat kontrak dalam promosi produk terbaru dan sebagai pemasok , perusahaan lain bergegas meniru kebijakan yang dibuat Naya .
__ADS_1
Vila membuka kesempatan untuk pengajuan proposal seimggu kedepan .
" selamat Nona Kanaya semoga kerjasama kita berjalan lancar "
" terima kasih tuan Villa"
Villa meninggalkan aula setelah beramah tamah , kursi milik operasional Manager kosong sedsri tadi namun pihak Empiere tak mempermasalahkan.
" Cintya kita makan siang dulu "
" baik buk "
" kamu tahu restoran tradisional yang enak" tiba tiba Kanaya ingin menikmati makanan khas.
" ada buk , dikawasan patimura , saya langanan disana " sambil menjelaskan menu menu andalan.
" kita kesana aja "
Restoran sederhana dari pohon bambu namut terlihat asri , banyak mobil terparkir dihalaman , walau di area sepi tapi terlihat banyak peminantnya.
Langkahnya terhenti saat melihat sosok yang dikenalnya sedang menikmati hidangan , tiba tiba airmata jatuh perlahan.
“ kita pulang “ Cintya terkejut karna bosnya berputar arah .
Dia tak banyak berbicara atau bertanya , berbeda dengan Sarah yang selalu ingin tahu kehidupan Naya , dia begitu kangen dengan sosok Sarah tapi setiap mengingat penghianatan nya Naya semakin membenci
“ Cintya , antar aku pulang kamu lanjutin dengan tim. “ ucap Naya tak bersemangat .
__ADS_1
“ baik buk “ Cintya hanya melirik lewat spion tapi tak berani bertanya .