
" makasih ya Hill"
Fadilla masih terisak menangis membayangkan apa yang akan terjadi seandainya Hilman tidak segera datang , padahal orang yang diharapkan tidak bisa dihubungi.
" kamu dari mana "
" dari tempat teman "
" terus kenapa dengan preman tadi "
Fadilla menjelaskan jika dia menabrak salah satu dari preman itu padahal dia mrmbawa mobil pelan dan tidak mengenai , tapi para preman langsung mengamuk memintanya turun. karna polos dia turun sehingga para preman semakin ganas , beruntung sebelum turun dia menghubungi Hilman .
“ nanti jika ada kejadian seoerti ini jangan turun , hubungi polisi atau teman yang bisa membantu , kita ngak akan tahu apa maksud mereka"
Hilman menenagkan .
“ gimana Mau diantar pulang “ taeanya melihat Fadilla masih ketakutan.
“ Ngak hill , bawa gue kemana lo suka “ Dilla masih terlihat pasrah pandangannya kosong menatap kedepan , Hilman memapahnya naik lalu melajukan kendaraan pelan dia binggung membawa ke mana.
“ kamu kenapa “
Setelah berhenti di sebuah taman .
“ ngak pa pa , Cuma masalah kecil “ dilla membuang muka keluar .
Terlihat dia memendam sesuatu yang tak bisa diungkapkan pada Hilman.
__ADS_1
“ Gue antar ketempat Akira ya “
Dilla mengangukan kepala tanpa menjawab. Hilman tak mempertanyakan masalah yang dialami oleh Dilla , dia lebih baik menunggu sampai dia bercerita sendiri.
..
Akhir pekan sudah datang , Hilman baru saja menyerahkan makalah kedua pada buk Santi.
Dia menghubungi Icha karna tadi pagi hari Icha menghubungi kalau dia bersedia pergi , setelah menjemput Icha dia pulang karna Zarfan juga nebeng .
“ Masuk Cha , adik gue lagi beresin barangnya “ Hilman membawa masuk Icha kedalam toko , disana ada Yela adik Dinda yang sedang menjaga toko .
“ siang mas ni pacarnya ya “ goda Yela sambil mengedipkan mata .
“ Mulutmu “ sambil memukul pelan kepala Dara manis itu dibalas dengan cengegesan .
“ Ya elah kak , kakak cantik kali bagi bagi donk cantiknya “ Yela memang nyablak dan mudah akrab dengan siapapun.
“ kamu juga cantik kok “
“ emang kak , bayangin aja kak mas Hilman tu Cuma masuk cadangan kalau jadi gebetanku “ hehe “ membuat lawakan .
“ mulutnya dijaga , ntar dikasih sambel biar nyaho “
“ tu ada sambel terasi mas enaakk “
Icha tertawa melihat tingkah Yela dan Hilman , selama ini dia tak pernah melihat tingkah Hilman seperti ini.
__ADS_1
Zarfan terdiam saat membuka pintu , dia menatap sosok yang seseorang tertawa dibelakang Hilman , hatinya tercubit melihat lesung pipi Icha.
“ kalian masih lama , kalo iya gue aja yang berangkat “ semua mata langsung melihat kearah suara , Zarfan sengaja bersuara memberitahukan kedatangannya.
“ kirain siapa ternyata inspektur kumar datang “ goda Yela yang langsung sok sok angun , berbeda dengan sikap Yela bertemu Hilman , kalau bertemu Zarfan terkesan angun dan lebih pendiam , begitu juga dengan Icha , dia terpana melihat siapa yang datang , tak nampak kemiripan dengan Hilman , lebih ganteng danenawan .
“ yok berangkat “ Hilman mengejutkan Icha , Zarfan cuek saat lewat didepan Icha yang masih terpaku , dia memperlihatkan pesonanya pada teman wanita kakanya itu .
“ mbak , ditingalin tu “ Icha tersadar langsung menyusul .
Zarfan mengambil bangku belakang , setelah memasang earphone dan kaca mata hitam dia merebahkan diri , Icha yang awalnya ingin duduk dibelakang akhirnya duduk dikursi depan disamping Hilman yang mengemudi .
“ ngak miripkan sama gue “ Hilman memecah kesunyian .
“ mmm mirip sih tapi dikit “
“ kalo ganteng siapa , gue atau dia“
Pipi icha merona bibgung , baginya Hilman punya daya tarik sendiri karna itu diacukup nyaman saat bersama Hilman , tapi saat melihat sosok yang disebut adik Hilman dia terpana , bahkan menurutnya Zarfa lebih tampan ditambah lebih tinggi dan putih .
“ gantengan dia “ malu malu.
“ bener gue lebih ganteng dibanding dia “ ucap Zarfan mendukung ucapan Icha.
Icha hanya diam sambil tersenyum senang mendengar jawaban Zarfan , entah mengapa dia begitu kikuk , padahal mau dengan siapapun saat bersama Hilman dia tak pernah grogi.
“ eh gimana makalah kemaren lancar ”
__ADS_1