Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
kikuk


__ADS_3

" makasih ya Hill"


Fadilla masih terisak menangis membayangkan apa yang akan terjadi seandainya Hilman tidak segera datang , padahal orang yang diharapkan tidak bisa dihubungi.


" kamu dari mana "


" dari tempat teman "


" terus kenapa dengan preman tadi "


Fadilla menjelaskan jika dia menabrak salah satu dari preman itu padahal dia mrmbawa mobil pelan dan tidak mengenai , tapi para preman langsung mengamuk memintanya turun. karna polos dia turun sehingga para preman semakin ganas , beruntung sebelum turun dia menghubungi Hilman .


“ nanti jika ada kejadian seoerti ini jangan turun , hubungi polisi atau teman yang bisa membantu , kita ngak akan tahu apa maksud mereka"


Hilman menenagkan .


“ gimana Mau diantar pulang “ taeanya melihat Fadilla masih ketakutan.


“ Ngak hill , bawa gue kemana lo suka “ Dilla masih terlihat pasrah pandangannya kosong menatap kedepan , Hilman memapahnya naik lalu melajukan kendaraan pelan dia binggung membawa ke mana.


“ kamu kenapa “


Setelah berhenti di sebuah taman .


“ ngak pa pa , Cuma masalah kecil “ dilla membuang muka keluar .


Terlihat dia memendam sesuatu yang tak bisa diungkapkan pada Hilman.

__ADS_1


“ Gue antar ketempat Akira ya “


Dilla mengangukan kepala tanpa menjawab. Hilman tak mempertanyakan masalah yang dialami oleh Dilla , dia lebih baik menunggu sampai dia bercerita sendiri.


..


Akhir pekan sudah datang , Hilman baru saja menyerahkan makalah kedua pada buk Santi.


Dia menghubungi Icha karna tadi pagi hari Icha menghubungi kalau dia bersedia pergi , setelah menjemput Icha dia pulang karna Zarfan juga nebeng .


“ Masuk Cha , adik gue lagi beresin barangnya “ Hilman membawa masuk Icha kedalam toko , disana ada Yela adik Dinda yang sedang menjaga toko .


“ siang mas ni pacarnya ya “ goda Yela sambil mengedipkan mata .


“ Mulutmu “ sambil memukul pelan kepala Dara manis itu dibalas dengan cengegesan .


“ Ya elah kak , kakak cantik kali bagi bagi donk cantiknya “ Yela memang nyablak dan mudah akrab dengan siapapun.


“ kamu juga cantik kok “


“ emang kak , bayangin aja kak mas Hilman tu Cuma masuk cadangan kalau jadi gebetanku “ hehe “ membuat lawakan .


“ mulutnya dijaga , ntar dikasih sambel biar nyaho “


“ tu ada sambel terasi mas enaakk “


Icha tertawa melihat tingkah Yela dan Hilman , selama ini dia tak pernah melihat tingkah Hilman seperti ini.

__ADS_1


Zarfan terdiam saat membuka pintu , dia menatap sosok yang seseorang tertawa dibelakang Hilman , hatinya tercubit melihat lesung pipi Icha.


“ kalian masih lama , kalo iya gue aja yang berangkat “ semua mata langsung melihat kearah suara , Zarfan sengaja bersuara memberitahukan kedatangannya.


“ kirain siapa ternyata inspektur kumar datang “ goda Yela yang langsung sok sok angun , berbeda dengan sikap Yela bertemu Hilman , kalau bertemu Zarfan terkesan angun dan lebih pendiam , begitu juga dengan Icha , dia terpana melihat siapa yang datang , tak nampak kemiripan dengan Hilman , lebih ganteng danenawan .


“ yok berangkat “ Hilman mengejutkan Icha , Zarfan cuek saat lewat didepan Icha yang masih terpaku , dia memperlihatkan pesonanya pada teman wanita kakanya itu .


“ mbak , ditingalin tu “ Icha tersadar langsung menyusul .


Zarfan mengambil bangku belakang , setelah memasang earphone dan kaca mata hitam dia merebahkan diri , Icha yang awalnya ingin duduk dibelakang akhirnya duduk dikursi depan disamping Hilman yang mengemudi .


“ ngak miripkan sama gue “ Hilman memecah kesunyian .


“ mmm mirip sih tapi dikit “


“ kalo ganteng siapa , gue atau dia“


Pipi icha merona bibgung , baginya Hilman punya daya tarik sendiri karna itu diacukup nyaman saat bersama Hilman , tapi saat melihat sosok yang disebut adik Hilman dia terpana , bahkan menurutnya Zarfa lebih tampan ditambah lebih tinggi dan putih .


“ gantengan dia “ malu malu.


“ bener gue lebih ganteng dibanding dia “ ucap Zarfan mendukung ucapan Icha.


Icha hanya diam sambil tersenyum senang mendengar jawaban Zarfan , entah mengapa dia begitu kikuk , padahal mau dengan siapapun saat bersama Hilman dia tak pernah grogi.


“ eh gimana makalah kemaren lancar ”

__ADS_1


__ADS_2