
Pagi hari lobby Empiere State sudah dipenuhi utusan dari perudahaan yang mengincar kerja sama , Lobby yang sangat luas terlihat seperti pasar , Hilman dan Grace membagi mereka agar bisa menerima kunjungan , menjelang soren semuanya baru aman terkendali .
" Bos makan siang nya sudah datang " Anisa sekretarisnya mengantarkan makanan, dia pun harus mengundur jadwal makan siangbkarna kesibukan.
" Apa masih ada jadwal setelah ini "
" Semua sudah di pindahkan ke hari esok bos , malam besok ada petemuan di pantai Paradise "
jelas Anisa sesuai dengan yang tertulis di agenda.
Sebuah acara pesta rakyat yang di gagas oleh seniman daerah yang di sponsori oleh Empiere dan Rahmayadi dan Prayitno, acara yang mengundang semua pengusaha dan delegasi asing untuk menikmati suguhan leindahan budaya daerah.
Tentu nama Rahmayadi yang paling di tonjolkan karna berkat dialah acara ini terselengara.
" Kalau tidak ada jadwal kamu boleh pulang , sampaikan jika aku tak menerima tamu lagi"
" Baik bos"
Dia kemudian pergi setelah menunduk.
Hilman menikmati nasi padang dengan dendeng dan ayam bakar , kebetulan sang sekretaris berasal dari sana sehingga Hilman minta dibelikan makanan yang menurut Anisa nikmat.
Glen saat ini pergi bersama Jordi tang menyebabkan dia sendiri .
" Tok tok tok "
__ADS_1
Seseorang mengetuk pintu dari luar , padahal dia sudah berpesan untuk tidak mengirom tamu ke atas.
" Ya masuk "
Hilman menghentikan makannya.
" Apa aku menganggu"
Suara dari sosok pria muncul dari balik pintu .
" Sebenarnya iya "
" Kalau begitu maaf , saya memang ingin menganggu "
Pria itu adalah Bastian, dia menatap remeh Hilman yang makan mengunakan tangan dari nasi yang dibungkus dengan daun.
Dia langsung duduk di hadapan Hilman.
" Sepertinya banyak hal yang tidak penting yang mau anda bahas" Hilman menyelesaikan makanya lalu membereskan sisa dan menarok di sudut ruangan.
" Tentu sama denga tidak penting nya saya kesini "
" Katakan berapa kamu jual Starlight saya akan membeli dua kali lipat"
" Berapa anda tawar jika itu meyakinkan akan saya pertimbangkan "
__ADS_1
Hilman tahu maksud kedatangan Pria satu ini , namun sebagai pebisnis dia juga memiliki banyak tak tik .
" Lima triliun " sambil mengeluarkan cek dari saku jasnya.
" Apa menurut anda harganya semahal itu"
" Baiklan tujuh triliun penawaran terakhir , kamu tahu kan ini tawaran tertinggi bahkan Empiere puntak berani membayangkan "
" Begini saja , saya akan kasih solusi mudah , kamu tahu siapa pemilik sah Starlight , beli berapa dia jual , saya akan jual dengan harga yang sama "
Dahi berkerut , dia binggung mengapa Hilman menawarkan solusi aneh, padahal dia ingin membeli untuk dikembalikan pada Kanaya bukan untuk memilikinya.
" Kanaya tidak akan menjual perusahaannya lagian saya membeli untuk hadiah pernikahan kami "
" Jadi kalau begitu saya juga tidak bisa menjualnya , karna seperti itu perjanjian awalnya " Hilman tak mengacuhkan kegeraman lawan bicaranya .
" Apa kau tidak punya malu , merampas milik orang lain karna kamu memiliki segalanya"
" Maaf , aku tidak pernah merampas , merekalah yang menyodorkannya "
" Bullsit , kamu pintar sekali berbucara , seharusnya orang orang sepertimu mendapat karma buruk "
" Ya seperti yang kamu lihat , karma buruk itu selalu berpindah pada orang yang mendatangiku, jadi apa ada pembicaraan lain " sambil melirik jam tangannya. dia selalu membalikan kata kata Bastian.
" Ini penawaran terakhir sepuluh triliun , jual atau tidak sama sekali "
__ADS_1
" Sepertinya kamu sudah tahu jawaban ku"