
“ non Naya “ mendadak Al langsung memeluk Naya yang berdiri kaku .
“ Al maafkan aku “
Mereka beriringan menangis , untung saja tempat itu mereka masih sepi .
“ rumah mu bagus ya Al “ melihat sekeliling dipenuhi perabotan baru , harinya teriris membayangkan begitu sayangnya Hilman pada Alicya membuat nya merasa kehilangan harapan.
“ bukan rumah ku non , tapi rumah Hilman “ Alicya membawa Naya duduk diruang santai .
“ kamu kan istrinya Hilman “ sebenarnya hati Naya sakit saat mengucapkan .
“ non juga istrinya dan non sebenarnya yang lebih berhak” jawab Al polos.
“ kamu yang lebih berhak Al , selama ini aku tak pernah memandangnya sedangkan kamu selalu berada disisinya , melayaninya “ ujar Naya .
“ non yang lebih penting bagi Hilman dan saya tahu itu , hanya saja dia belum mengungkapkan secara langsung “
Naya dan Alicya saling memuji kelebihan masing masing , kadang Naya terkesan basa basi dan Al lebih polos , satu hal yang pasti dihati mereka jelas ingin menjadi yang pertama bagi Hilman .
“ dia hanya menjagaku diluar karna dia tahu masalah apa yang kualami“
“ non , jika Hilman tidak memiliki rasa pada non , pasti dia tak terlalu memperdulikan non , bahkan setiap non marah dia selalu berusaha kembali pada non kan “ Alicya menghibur madunya dan membawa kepelukan.
“ kamu benar Al , saya yang buta. “
“ Cicin kamu bagus , pasti dia yang membelikanya “ Naya terkejut Al memakai cincin berlian selama ini dia tak memperhatikanya .
“ iya non , non juga sudah dibelikan Hilman bahkan jauh lebih mahal dari ini “
__ADS_1
“ Kamu jangan bohong , mana ada dia memberikanya “ hati nya kesal , dia merasa Alicya lebih diperhatikan dibandingkan dirinya.
“ iya aku sendiri melihat Hilman memilihnya untuk non , apa non tidak memeriksa goodie bag kemaren “
“ sudah kubuang “ ujarnya pelan .
Alicya tertawa pelan melihat ekpresi nonanya .
“ ada tiga gaun disana dan sebuah cincin berlian , kata Hilman itu cincin pernikahan buat non karna saat menikah non belum mendapatkanya" Al terlihat lebih tegar dibandinh Naya , dia rela memuni madunya .
Naya menunduk menyesal kaena dia begitu egois , dia tak menyangka isi tas itu sangat berharga.
“ selamat ulang tahun ya non , maaf Al Cuma bisa mengucapkanya “
“ Iya terima kasih Al , maaf jika selama ini kamu selalu kena marah” memeluk erat.
Alicya berdiri dan membimbing Naya kekamar .
“ Al jangan , ini kamar kamu dan Hilman “ Naya ragu .
“ kami belum menempati nya non , non juga berhak disini “ Al memaksa Naya masuk , lalu duduk disamping ranjang .
“ Maksud kamu gimana “ Naya binggung sudah beberapa malam mereka tidak pulang dan sekarang Hilman sudah punya rumah.
“ kami menginap dirumah bibi Hilman , baru tadi pagi kami pindah kesini “
“ jadi Hilman punya keluarga disini “
“ iya non saya juga baru tahu kemaren saat Hilman membawa kesana “ Alicya mengenang kebersamaannya bersama keluarga bi hawa .
__ADS_1
“ kamu kenal dengan mereka , dimana”
“ Iya non mereka baik ada bi Hawa , om Hasan , kak Adri dan Celine “
“ Celine “ Naya memastikan .
“ iya non , kenapa “
“ ah engak Cuma nanya aja “
Naya mengumpat dalam hati
“ ternyataaku yang salah paham “
“ non saya rindu saat kita dulu kecil , non suka curhat , saat non gembira selalu berbagi bahkan saat non takut saya selalu menemani non dikamar , semoga kedepan kita bisa selerti itu “
Naya mengangukan kepalanya sambil tersenyum , entah apa maksud perkataan Al tapi Naya sadar semenjak Naya bekerja jarak diantara mereka semakin jauh apalagi setelah menikah , Naya seakan membanci Alicya , teman masa kecil yang beberapa waktu yang lalu terasa jauh darinya sekarang berada didepanya .
“ non sudah dapat kado ulang tahun dari Hilman , gimana bagus “ Al bertanya sambil tidur bersebelahan dalam satu selimut .
“ kamu tahu “
“ tahu , Hilman selalu bilang apapun yang dilakukan termasuk apa yang dia belikan untuk non “ memuji prianya .
“ iya aku saja yang tidak tahu cara membalasnya , apa kamu tidak cemburu “ sebenarnya Naya lah yang cemburu .
“ tidak , karna disaat dia membelikan untuk non biasanya dia juga membelikan untuk ku “
“ termasuk mobil “
__ADS_1