
Hilman berdiri menatap Mansion di bagian timur kota , sebuah komplek perumahan mewah yang baru saja selesai dibangun tahun lalu oleh perusahaan Fortune company .
Wong satpam mansion itu bergegas membukakan pintu gerbang sebuah mansion paling atas dan paling besar diantara bangunan disana , terdapat sekitar dua puluhan bangunan dengan halaman luas , setiap bangunan berbeda model karna merupakan pesana dari pembeli dan aja juga riset dari pengembang .
Mansion yang dilihat Himlman merupakan bangunan termewah , terdiri dari dua bagunan dan berada di puncak bukit sehingga pemandangan seluruh kota paradise city dan pantai terlihat jelas .
“ selamat datang tuan muda “
“ terima kasih “
Mansion ini milik Natasya ibu sambungnya yang dibelinya pada perusahaan F&F induk perusahaan Fortune compank dan Future Hand sebagai bentuk dukungan kerja sama ditambah Ray suaminya merupakan anak angkat pemilik utama F&F , setiap seminggu Hilman biasanha menginap disini .
.
“ nak kapan sampainya “ bi Hawa menyongsong kedatangan tuan mudanya , Hilman melarang Bi Hawa memangilnya tuan muda lantas dia dipanggil Nak oleh bi Hawa .
“ kamu mau makan , biar bibi masakin “
“ nanti aja bi , Himan mau tidur dulu“
__ADS_1
Hilman menuju kamarnya lantai atas , Vilanya berada diatas bukit paling atas dari seluruh vila , dan berlantai lima , kamar nya dan kamar Zarfan bersebrangan dibatasi ruang keluarga dan ruang fitnes serta ada dua kamar lagi yang kosong di lantai itu , lantai bawah merupakan basemant parkiran terus lantai berikutnya area luas sebagai ruang tamu , lantai tiga ada enam kamar yang disediakan untuk tamu jika menginap sedangkan lantai empat ada empat kamar sekaligus area kekuarga .
Bi Hawa tinggal sekeluarga di bungalow belakang mansion , bangunan tiga lantai dan mereka bekerja pada keluarga Natasya sudah lama oleh karna itu saat Natasya membeli mansion ini Bi Hawa dan keluarga setuju ikut pindah dari villa yang lama yang berada di Metro city , tiga kali seminggu petugas pengembang akan datanh membersihkan mansion sesuai perjanjian , dia merebahkan tubuhnya di ranjang , hampir sebulan dia tidak pulang kesini karna menetap dirumah Naya tapi kamarnya tetap dibersihkan .
Entah mengapa perkataan Naya tadi begitu menusuk hatinya bahkan sampai menyelimuti pikirannya , padahal dia sadar sedari awal takkan mungkin baginya mempertahankan pernikahan tapi melihat perbuatan Naya dan Caesar tadi hatinya terluka bahkan lebih tajam jika dibandingkan sikap Naya selama ini , Gilbert juga sama , setelah pernikahan itu terjadi mereka tak lagi mengangap Hilman dan seakan keberadaan nya dirumah itu seperti penjaga dan sopir yang siap mengantarkan majikanya kemanapun , hanya Sury yang sekali bertanya tapi terkesan basa basi selebihnya.
“ kring , kring “
“ Hallo “ dengan malas Hilman mengangkat telpon .
“ Aduh adik ku yang malang , jangan tidur terus , pekerjaan masih menungumu ini “
“ maaf bang , kemaren ada masalah jadi baru tidur pagi ini “
“ bengkel om surya kebakaran dan dia menjadi korban sekarang sedang dirawat di Rumah sakit “
“ semoga cepat sembuh Hilman , oh ya hadiah dari kakekmu belum kamu jemput “
“ tidak usah bang aku tak membutuhkannya , mereka mengusirku saat aku datang “
__ADS_1
kesal.
“ dasar sialan kubantai mereka semua , kau tahu siapa dia “ Aby terdengar marah .
“ katanya pemilik showroom “ Hilman malas menyebutkan nama walau saat berkelahi disana dia dengan jelas menyebutkan nama.
“ oke ,mobilmu akan datang dalam satu jam kamu dimana sekarang “
“ di mansion bunda “
Abymana mematikan telepon seketika .
Dia kembali menatap hpnya , seakan menanti sebuah pangilan namun selama apapun dia tunggu orang yang diharapkan menghubunginya tak pernah melakukan , Hilman memlilih tidur .
“ tok tok “ terdengar suara pintu terbuka setelah hampir satu jam.
“ abang ada tamu “ terdengar suara gadis belia memangil.
“ masuk “
__ADS_1
Hilman masih merebahkan tubuhnya diranjang , Celina duduk dibibir ranjang .
“ siapa “