Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
lepaskan aku


__ADS_3

“ heh ngapain lo disini “ Ara baru saja turun dari mobil nya terlihat sedang mabuk .


“ eh Ara , nih baru ngantarin mobil pak Gilbert” sambil senyum tanpa memperdulikan sikap Ara.


“ ngapain senyum senyum gak akan gue ajak mampir “ bentaknya , semwnjak Senina marah tadi ,Caesar dan rombongan meninggalkan Restoran dan dia juga ditinggalkan Caesar saat baru saja minum di club malam.


“ Ngak kok sudah malam , gue duluan ya “ Hilman kemudian pergi meninggalkan Ara yang memperhatikan kepergian Hilman.


Seperti kawasan perumahan elit lainya , jalan utamanya pun terlihat sepi tak terlalu banyak kendaraan yang lewat , butuh waktu yang cukup lama bagi Hilman menunggu Ojol dan memgantarkannya le apartemen semula menjemput motornya.


“ tolong , lepas “ terdengar teriakan diujung parkiran saat Hilman hendak menghidupkan motornya dan bergegas kesana.


Terlihat seorang gadis yang dikenalinya diseret keatas mobil dan pergi dengam kecepatan tinggi , Hilman yang merasa khawatir langsung bergegas mengambil motor dan tancap gas mengejar mobil tersebut , namanya motor butut yang tenaganya senin kamis , Hilman kewalahan membuntuti untung saja jalanan sepi sehingga memudahkanya mengintai dari jauh dan tak kegilangan jejak .

__ADS_1


Tak berapa lama movil jenis SUV itu berbelok ke kiri menaiki bukit dan sampai di sebuah villa tua diatas bukit mobil itu masuk dan penjaga gerbang langsung menutup kembali .


Hilman menjatuhkan motornya kesemak semak memanjat tebing pembatas antara jalan dan villa langsung naik keteras belakang yang tidak dijaga , didalam terdengar suara teriakan dan tertawa sahut sahutan , dengan pelan pelan Hilman mengendap karna terlihat beberapa penjaga sedang duduk santai sambil menikmati miinuman keras ditemani musik disko .


Hilman satu persatu menyergap penjaga yang sedang santai dan setengah mabuk lalu membuat mereka tak sadarkan diri , butuh waktu cukup lama hingga akhirnya Hilman membereskan lantai dasar karna ruangam berputar mereka tersebar dan area cukup luas serta minim pencahayaan , dari kamar deoan tangga terdengar suara tangisan dan erangan ,Merasa situasi berbahaya Hilman bergegar menerobos pintu .


“ duarr “


Hilman menendang pintu hingga membuat penjaga terkejut , disudut ruangan terlihat Alicya tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya seadanya sedang menangis sesengukan , tubuh putih polos terkena cahaya lampu langsung dari atas ranjang yang sengaja diarahkan padanya seseorang yang dikenalnya terlihat sedang tertawa kenikmatan diatas ranjang menindih Alicya sedangkan seorang lagi sedang berusaha menanggalkan celana yang sudah sampai ke mata kaki dan tidak mengunakan baju mereka terkejut melihat Hilman berdiri .


“ kamu sembunyi disini dulu “ Alicya mengangukan kepalanya. Hilman yakin masih ada korban penculikan diruangan lain .


Saat Hilman sampai tangga menuju lantai tiga dari pintu kamar ada dua preman berlari dari lantai atas , tanpa menunggu Hilman mengayunkan balok , salah satu preman yang melangkah lebih dulu tidak siap , balok mendarat tepat di kelapanya , dengan sekuat tenaga dia mengayunkan balok pada ayunan preman satunya dan tepar bersamaan dengan patah nya balok.

__ADS_1


“ bajingan kau Caesar “ gadis itu berusaha berontak karna Caesar menarik gaun nya sampai robek menyisakan sedikit menutup bagian sensitifnya.


“ tenang manis sebentar lagi kau akan jadi milihku , terima benih ku “ dengan kesetanan Caesar merengut kain terakhir bersaman dengan bunyi pintu terbuka.


“ sialan “ Caesar melihat dan terkejut.


“ ngapain kau disini Hill” Caesar terkejut karna mendapati Hilman berdiri disana dan kemana penjaganya.


“ Kembali kau kebawah disana ada mangsa untuk mu “ tersenyum penuh ambisi , dia tahu jika Hilman selalu menuruti perkataanya .


“ kalian lepaskan aku , atau aku laporkan ke polisi " teriak gadis yang meringkuk di atas ranjang ketakutan , suaranya serak karna berteriak sejak tadi mempertahan kan harga dirinya .


“ jangan takut sayang setelah aku dia akan menikmatimu setelah aku haha “

__ADS_1


Tawa Caesar terputus karna tendangan Hilman tepat di kepalanya dan terjungkal kebelakang.


“ bajingan kau Hilman “ Caesar berusaha berdiri dan menyerang Hilman , tak seperti Orlando Caesar ternyata menguasai beladiri yang cukup mumpuni wajar saja dia songgong dan merendahkan orang lain .


__ADS_2