
" Kanaya "
seketika kedua pasangan itu berbalik .
" maaf bro kami sedang kencan jangan ganggu kami " bentak Bastian .
Hilman tak mengubris nya matanya menatap tajam kearah Naya , dia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya .
" pelayan usir orang ini , saya sudah memboking lantaibini satu hari penuh" Suara Bastian mengelegar , para pelayan bergegas menghampiri.
" Naya apa maksud semua ini " terlihat Hilman menahan amarah , matanya memerah .
" ini bukan urusan mu pergilah "
" Hilman maaf , aku mencintai Bastian jadi jangan mengharapkan aku " jawab Naya terbata , sesunguhnya dia sangat malu selarang jika ada lobang erdalam mungkin dia melompat disana .
" begitu ya , oke selamat aku mendoakan kalian " Hilman langsung berputar meningalkan pasangan yang dimabuk asmara itu .
" ayo sayang kita lanjut makan malam nya"
Kanaya sudah kehilangan selera , padahal sedari tadi dia begitu bahagia terbuai kata kata manis dari Bastian .
( sebelumnya)
kanaya
"ini hadiah untuk mu semoga kmu menyukainya " memberikan kado berbalut pita .
" kamu jadi beliin buat aku " tiba tiba Naya kaku .
" ya pastilah , buat orang tersayang apasih yang engak " sambil mengedipkan mata.
__ADS_1
" makasih ya Bas " setelah membuka kado , sebuah tas berwarna perak bertaburan permata sangat cantik. keluaran Hermes birkin blue .
" sayang nanti malam dinner diluar yuk " jemari Bastian mengelus manja pucuk kepala Naya.
" oke , kamu jemput ya "
Kanaya menghabiskan waktu bersenandung ria , pekerjaanya selarang hanya memeriksa laporan , Cintya dan Sera sudah cukup menghandle semua tugas , hatinya begitu bahagia mendapat tas kesukaannya .
Pukul enam Kanaya sudah berada di lobby , Bastian sudah menynggu dengan stelan jas putih , terlihat pas dengan tubuh jangkungnya , sebuah porche taycan bewarna kuning sudah terparkir di depan gedung , dengan senyum lebar Bastia membukakan pintu penumpang untuk Naya .
" kita kemana Bas "
" nanti kamu tahu " Bastian mengendarai mobil nya menuju utara lalu berhenti didepan sebuah butik ternama .
" ayo "
dengan binggung Naya mengikuti Bastian masuk kedalam
" selamat datang tuan Bastian " sapa staff .
" mari nona "
" Bas apaan ini "
" kamu ikut aja "
Kanaya didandani sedemikian rupa wajah polosnya berubah begitu cantik, sebuah dress putih sebetis dipasangkan , ukurannya pas membalut tubuh pada Naya terlihat begitu sempurna .
" perfect" bastian memuji dari belakang . Naya malu .
" ayo kita jalan"
__ADS_1
tak terasa mereka menghabiskan waktu lebih daridua jam .
" acara apa Bas " Naya terkejut saat Bastian mengajak Naya kedalam aula yang diisi puluhan pengusaha penting dan pejabat tinggi.
" kita menyapa papa sebentar"
Bastian dan Kanaya berputar berkeliling , dengan senyum penuh kebangaan dia memperkenalkan Kanaya pada kolega papanya .
" sekarang tutup matamu" memberikan sebuah selendang berbahan sutra menutupi mata Naya.
" apaan sih Hill , ngak lucu deh "
" nah disini letak kelucuannya ".
Saat mereka melangkah keluar lift , alunannmusikbromantis mulai terdengar , perlahan Bastian membawa Naya ketengah cafe .
" sekarang buka mata mu"
suarana temaram dengan kelopak bungga bertaburan , Naya seketika tegang sekaligus bahagia .
" ayo"
sambil mengandeng tangan Naya menuju meja yang khusus disediakan di ujung , sepanjang jalan dibatasi bunga mawar membentuk jalan .
" kamu bikin ini buat aku " merasa tak percaya .
" iya hanya buat kamu "
Bastian menarik kursi dan mendorong kembali ketika sang putri duduk , berikutnya pelayan langsung menghidangkan beef steak dan Wine , suasana romantis diiringi suara gesekan biola dari pemain langsung diatas pentas , hanya mereka berdua .
" Naya , sepuluh tahun lamanya kita saling mengenal , dihatiku selalu ada kamu sekarang aku ingin mengatakan , jadilah miliku seutuhmya "
__ADS_1
Bastian mengeluarkan sebuah kotak dari balik jasnya , sepasang cincin berlian putih .
" will you marry me "