Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
pernyataan cinta Bastian


__ADS_3

" Kanaya "


seketika kedua pasangan itu berbalik .


" maaf bro kami sedang kencan jangan ganggu kami " bentak Bastian .


Hilman tak mengubris nya matanya menatap tajam kearah Naya , dia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya .


" pelayan usir orang ini , saya sudah memboking lantaibini satu hari penuh" Suara Bastian mengelegar , para pelayan bergegas menghampiri.


" Naya apa maksud semua ini " terlihat Hilman menahan amarah , matanya memerah .


" ini bukan urusan mu pergilah "


" Hilman maaf , aku mencintai Bastian jadi jangan mengharapkan aku " jawab Naya terbata , sesunguhnya dia sangat malu selarang jika ada lobang erdalam mungkin dia melompat disana .


" begitu ya , oke selamat aku mendoakan kalian " Hilman langsung berputar meningalkan pasangan yang dimabuk asmara itu .


" ayo sayang kita lanjut makan malam nya"


Kanaya sudah kehilangan selera , padahal sedari tadi dia begitu bahagia terbuai kata kata manis dari Bastian .


( sebelumnya)


kanaya


"ini hadiah untuk mu semoga kmu menyukainya " memberikan kado berbalut pita .


" kamu jadi beliin buat aku " tiba tiba Naya kaku .


" ya pastilah , buat orang tersayang apasih yang engak " sambil mengedipkan mata.

__ADS_1


" makasih ya Bas " setelah membuka kado , sebuah tas berwarna perak bertaburan permata sangat cantik. keluaran Hermes birkin blue .


" sayang nanti malam dinner diluar yuk " jemari Bastian mengelus manja pucuk kepala Naya.


" oke , kamu jemput ya "


Kanaya menghabiskan waktu bersenandung ria , pekerjaanya selarang hanya memeriksa laporan , Cintya dan Sera sudah cukup menghandle semua tugas , hatinya begitu bahagia mendapat tas kesukaannya .


Pukul enam Kanaya sudah berada di lobby , Bastian sudah menynggu dengan stelan jas putih , terlihat pas dengan tubuh jangkungnya , sebuah porche taycan bewarna kuning sudah terparkir di depan gedung , dengan senyum lebar Bastia membukakan pintu penumpang untuk Naya .


" kita kemana Bas "


" nanti kamu tahu " Bastian mengendarai mobil nya menuju utara lalu berhenti didepan sebuah butik ternama .


" ayo "


dengan binggung Naya mengikuti Bastian masuk kedalam


" selamat datang tuan Bastian " sapa staff .


" mari nona "


" Bas apaan ini "


" kamu ikut aja "


Kanaya didandani sedemikian rupa wajah polosnya berubah begitu cantik, sebuah dress putih sebetis dipasangkan , ukurannya pas membalut tubuh pada Naya terlihat begitu sempurna .


" perfect" bastian memuji dari belakang . Naya malu .


" ayo kita jalan"

__ADS_1


tak terasa mereka menghabiskan waktu lebih daridua jam .


" acara apa Bas " Naya terkejut saat Bastian mengajak Naya kedalam aula yang diisi puluhan pengusaha penting dan pejabat tinggi.


" kita menyapa papa sebentar"


Bastian dan Kanaya berputar berkeliling , dengan senyum penuh kebangaan dia memperkenalkan Kanaya pada kolega papanya .


" sekarang tutup matamu" memberikan sebuah selendang berbahan sutra menutupi mata Naya.


" apaan sih Hill , ngak lucu deh "


" nah disini letak kelucuannya ".


Saat mereka melangkah keluar lift , alunannmusikbromantis mulai terdengar , perlahan Bastian membawa Naya ketengah cafe .


" sekarang buka mata mu"


suarana temaram dengan kelopak bungga bertaburan , Naya seketika tegang sekaligus bahagia .


" ayo"


sambil mengandeng tangan Naya menuju meja yang khusus disediakan di ujung , sepanjang jalan dibatasi bunga mawar membentuk jalan .


" kamu bikin ini buat aku " merasa tak percaya .


" iya hanya buat kamu "


Bastian menarik kursi dan mendorong kembali ketika sang putri duduk , berikutnya pelayan langsung menghidangkan beef steak dan Wine , suasana romantis diiringi suara gesekan biola dari pemain langsung diatas pentas , hanya mereka berdua .


" Naya , sepuluh tahun lamanya kita saling mengenal , dihatiku selalu ada kamu sekarang aku ingin mengatakan , jadilah miliku seutuhmya "

__ADS_1


Bastian mengeluarkan sebuah kotak dari balik jasnya , sepasang cincin berlian putih .


" will you marry me "


__ADS_2