Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
mengincar dari awal


__ADS_3

" mari sayang " oma Heny menyorongkan sop buntut, Heny begitu menyukai sosok Kanaya, teman masa kecil Bastian yang dulu sering bermain di kediaman nya , dia berharap jika Kanaya bisa jadi cucu menantunya.


" sama sama oma , ima juga "


samb mengelus pundak wanita tua itu.


" kapan kalian menikah , oma pengem mengendong cucu" seketika wajah Kanaya tengang lalu kembali tersenyum seolah olah tidak terjadi apa apa , baru tadi sore


papanyaemvahas soal pernikahan , sekarang oma Bastian mengulangi .


" doakan saja oma , sekarang Naya sedang sibuk "


" iya ma , janga desak gitu lita Kanaya nya jadi malu " mama Bastian menimpali , Evalia juga sudah akrab dwngan sosok Kanaya.


" mari , jangan malu lau Naya " .


Semenjek membahas tentang Hilman , Kanaya sudah kehilangan gairah , apalagi soal pernokahan , biasanya Bastian begitu mudah membuat Kanaya kembali tersenyum , tapi beda dengan saat ini dia sedikit bicara dan sesekali membalas dengan senyum , keluarga Bastian tak mempermasalahkan karna wajar bagi seorang gadis menjaga sikap dan tingkah lagi di rumah pacarmya apalagi didepan calon mertua.


" kamu kebanapa , apa ada masalah"


Bastian menemani Kanaya duduk di gazebo .


" engak kok , lelah aja gue balik ya "


" nanti aja , kan baru jam sepuluh "


sambil meraih jemari Kanaya namun kanaya menghindar.

__ADS_1


" serius gue ngantuk kali "


" oke gue anter "


..


" loh ko kesini " tanpa sadar Kanaya menatap.


" terus kemana , apa kita keluar lagi " senyum Bastian mengembang melihat Kanaya tidak ingin pulang. dia salah sebenarnya Kanaya mengingan Hilman dan membayangkan mereka sampai di apartement.


" oh , maaf tadi ketiduran , gue masuk dulu ya "


" met bobok sayang" Bastia mendwkatkan wajahnya tapi Kanaya keburubturun dan bergegas masuk .


" sabar bas , masih ada kesempatan besok" lalu menekan gas meninggalkan kediaman Kanaya.


Malam begitu lama berlalu bagi Naya , saat ini sudah jam tiga dini hari , Naya masih menatap langit malam dari balik tirai, matanya tidak bisa terpejam sedikitpun, ingatan saat dia membentak Hilman terakhir kali memenuhi rongga kepalanya , dia tak terima dengan sikap Hilman yang tak memperdulikannya , walaupun dia sadar jika dia salah tapi tetap tak terima .


tak lama dia tertidur meringku disofa sambil memegang ponsel yang masih nyala , disana terpampang foto wisuda Hilman besanding dengannya .


...


" siang ma "


sapa Kanaya saat duduk di meja makan , dia baru bangun jam dua belas , hanya membersihkan wajah lalu turun .


" tumben bangun siang " Sury menatap heran.

__ADS_1


" capek ma"


" Hilman mana kok ngak ikutan turun" Naya menghentikan suapanya .


" ngak pulang ma , kerjaannya banyak "


" ya sudah , nanti antar makan siang untuknya " Sury terus saja makan tanpa melihat ekpresi putrinya .


Sementara itu Gilbert saat ini berada di gudang jalan raya timur bersama Leonel dan Bronson.


" bagaimana apa sudah mulai ekpesdisinya" dia begitu semangat.


" tentu saja tuan Gilbert sepuluh kendaraan kita sudah beroperasi, samapi saat ini aman" sambil memgelilingi gudang tempat sortir barang semantara menuju lantai dua yang dikhususkan untuk kantor.


" apa anda sudah memesan dum truk"


" belum saat ini belum ketemu yang cocok"


" saya punya kenalan , dia punya stok barang baru jika anda mau "


" boleh"


" oke , anda pasti tahu showroom rajawali , itu milik teman saya Julian bilang saja dari saya " sambil melirik lalu kembali sibuk dengan berkas berkas .


" bagaimana tuan bronson , apa anda bisa menaikan saham kepemilikan saya" Gilbert masih membayangkan jika dia bisa menjadi pemilik saham terbesar ekpedisi fastspeed yang dikelola Bronson selepas dipecat dari Stone E.


" maafkan saya , tiga puluh persen sudah terlalu besar bagi kami memberikan , sedangkan enam puluh persen kami bagi tiga masing masing dua puluh persen " senyum mereka merekah diwajah Gilbert bagaimana juga dialah pemilik saham terbesar dengan hanya mengeluarkan dana lima puluh milyar sedangkan nilai perusahaan sudah mencapai dua ratus milyar , berarti dengan modal segitu dia sudah untung dua kali lipat

__ADS_1


Begitu juga dengan bronson , dia dengan Jhon dan Julian hanya mengeluarkan dana sepuluh milyar untuk membangun perusahaan ini itupun membeli gudang dan sepuluh mobil bekas , untuk kerjasama mereka mengandalkan koneksi serta membujuk Gilbert mengeluarkan dana lebih besar.


Jhon memang cerdik dia terus mengincar Gilbert dari awal dan tidak melepas.


__ADS_2