Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
curiga


__ADS_3

“ hallo pa “


“ Gladys ini kamu sayang “ mendengar suara dari sebrang sana tangis Gladys pecah , semenjak kemaren dia berusaha menahan emosi dan berusaha terlihat tegar akhinya tumpah .


“ iya pa ini Gladys putri papa “ sambil terisak.


“ syukurlah kamu selamat nak , kamu sekarang dimana nak , biar papa jemput “


“ kita dimana “ Gladys mengarahkan pandangan kearah Hilman meminta penjelasan.


“ Andalas city “ ucap Gladys mengikuti ucapan Hilman .


“ kamu tunggu disana sayang , papa terbang siang ini , nanti papa telpon lagi “ terdengar suara disebrang sana bergegar .


“ Benar ini Andalas City” tanya Gladys ragu , dia merasa sangat jauh dibawa oleh penculik karna matanya ditutupi .


“ ngak “


Gladys terdiam. Seingatnya dia kemaren pergi liburan ke Oldtown dengan beberapa teman namun nasib malang berpihak padanyan , dia diculik dan terpisah dari rombongan saat keluar malam menikmati kuliner di sekitaran bigclock pusat keramaian kota Oldtown.

__ADS_1


“ Kota terdekat dari sini namanya Andalas City dan disana ada bandara , nanti gue antar kesana “ jelas Hilman melihat raut cemas diwajah Gladis.


“ Makasih ya “ terlihat rona ceria di wajah Gladys dia sadar pergi tidak terlalu jauh dari kota kedatangannya , dia ingat pas pertama datang dia memang mengunakan pesawat menuju Andapas city lalu meneruskan perjalanan ke Oldtown,


Hilman terpesona melihat senyuman Gladis yang mencubit sudut hatinya dan tak memungkiri kecantikan gadis yang lebih muda beberapa tahun berada didepanya mungkin seusia Zarfan tebaknya dalam hati.


Setelah berpamitan dengan Abah dan Uwak , Hilman dan Gladys menuju Andalas City dengan motor , perjalanan hampir sama dengan kemaren menempuh waktu kurang lebih tiga jam ,


dia menghentikan motornya disebuah warung di tepi jalan yang berada diatas sungai dengan tongak yang menancap kokoh maklum matahari sudah berada atas kepala dan waktunya untuk makan siang , terlihat ikan ber ukuran jumbo menari riang dibawah sana seakan menunggu untuk diberi makan , pedagang pun menyediakan pakan yang sudah dibungkus sesuai harga .


Hilman memesan 2 porsi soto ayam dan es jeruk. Gladys terlihat begitu menikmati hidanganya , jarang jarang seorang gadis belasan tahun seperti Gladis makan dengan porsi double ditambah beberapa gorengan dan kerupuk yang sudah disajikan diatas meja .


“ hallo pa “


“ iya sayang , ni papa di bandara , satu jam lagi papa sampai”


“ iya pa Gladys tunggu “


“ Kamu tunggu dimana biar nanti papa nyusul “

__ADS_1


“ Tunggu di bandara aja kita nyampe sebelum bokap lu mendarat “ bisik Hilman pelan agar tak kedengaran sama papanya Gladys.


“ Di bandara aja pa , nanti kalo papa udah sampe hubungi lagi “


“ iya sayang hati hati ya “


...


Hilman bergegas memutari pintu kedatangan karna pesawat dari ibukota kelihatan nya sudah mendarat sesuai dengan pengumuman yang baru saja mereka dengar . Untung Hilman cepat tanggap , sesaat mereka sampai di bandara terlihat beberapa orang mencurigakan berkeliaran persis seperti preman yang mencari Gladis di perpustakaan kemaren .


Hilman menarik Gladys kesudut bagunan yang tak terlihat kemudian mengulung sweaternya dan menyuruh Gladys menaruh didalam bajunya , sekarang Gladys terlihat seperti orang hamil tujuh bulanan dan mereka mengunakan masker. Gladys mengikuti arahan tanpa banyak bertanya.


Mereka terus berjalan menuju ruang tunggu keberangkatan yang tidak jauh dari pintu kedatangan , setelah memastikan keadaan mereka aman Gladys menghubungi papanya namun tak terhubung, seketika melihat papanya berjalan dengan beberapa penjaga , terlihat mereka menjaga dan mengamankan area .


“ Halo pa , Gladys di pintu keberangkatan “ lalu mematikan teleponnya .


“ Kita jalan kesana dan biarkan papamu kesini , nanti kamu pangil setelah dekat” bisik Hilman .


Hilman membimbing Gladys berjalan seperti sepasang syami istri , dia berakting seperti orang hamil yang mau melahirkan , terlihat seperti sungguhan karna Gladis berjalan mengangkang layaknya wanita hamil , entah Gladys pernah melihat atau tidak namun akting nya terlihat sempurna .

__ADS_1


“ Pa “ pangil Gladis sesaat papanya melewati mereka ,papanya berhenti dan menatap kearahnya dengan raut wajah curiga , wajar kalau papa Gladys tak mengenalinya karna selain menyamar seperti wanita hamil dia juga memakai masker .


__ADS_2