
“ Celine ngak boleh gitu , klo ada yang minta maaf , ngak boleh di keselin , tar Kak Al aduin sama Zarfan "
“ eh jangan kan , ntar malah dijewer “ sambil mengelus kuping.
“ ya Celine maafin , tapi kalo marah sama abang akan Celine balas “ Ancamnya.
“ iya sayang ngak usah marah gitu” Al mengelus .
“ oh ya , tadi mbak mbak beli Dress satu buat Celine “ untung Naya teringat dia membeli lima dress dan melihat tubuh Celine hampir sepantaran dengan mereka .
" ini sekalian buat bibi"
“ ayok “ ajak Al
Celine mengikuti Al dan Naya keruang tengah , Naya memperlihatkan tiga dress agar celine memilih , ada gaun kuning denga bunga dipingang , gaun selutut berwarna dongker dihiasi swaroski berbentuk bunga di dada serta derss dengan penuh logo terkenal .
“ aku ini aja mbak “ Memilih yang bewarna dongker lengkap dengan asesoris karna saat membeli tadi pelayan sudah mengepak nya satu satu.
" punya mama mana " Celine melihat mamanya masih memegang kadonya.
" nanti aja mama buka lagian Nak Al pengen istirahat "
" ngak seru mah , buka sekarang aja "
Celine membantu mamanya membuka , sebuah gaun borkat berwarna abu abu , telihat pas dengan bibi.
“ mbak kekamar yuk “ sambil mengurut pingangnya kecapek an.
“ boleh , mbak juga ngak tahan ni “
Mereka menaiki lif untuk sampai kelantai lima , Naya terkesiap persis saat Al memasuki kamar Hilman untuk pertama kali .
“ al ini kamar kamar kan Hilman kan “ karna pertama kali masuk Naya tak melihat ada ranjang , yang terlihat dua sofa ektra besar disudut ruangan berhadaoan menghadap ke balkon , dia bingung melihat ukuran kamarnya hampir empat kali lebih besar dari kamarnya , “persis seperti penthouse bintang lima” gumam Naya
__ADS_1
“ Al , Al ” Naya kehilangan Al karna terlalu lama kagum dengan kamar furniturenya pun kebanyakan barang antik . Dia memutari seluruh ruangan namuntak menemukan Alicya .
“ Al , dimana kamu “ Naya panik.
“ iya non “ Al muncul dari balik dinding , dia tak menyadaei jika dinding ukiran yang dilewatinya tadi sebuah pintu ke pantry dan kamar mandi.
“ maaf non kebelet “ nyengir .
“ iya , aku juga Al “ bergegas masuk .
Al memainkan hp nya di sofa , sekarang dia bingung bagaimana dengan tidur nanti malam , sedangkan cuma satu tak mungkin dia memilih tidur dikamar tamu sedangkan Naya disini bersama Hilman , membayangkan itu tak sengaja air matanya menetes .
“ kenapa Al “ Naya terkejut saat melihat Al termenung .
“ eh ngak non , nga ada pa pa kok “ Sambil menghapus air matanya.
“ Kamu asa masalah “ Naya mengelus bahu Al.
“ engak non , Cuma kangen sama ibu “ mulai keluar lagi. Naya memeluk Al , dia tahu bagaimana Al kehilangan orangbyang melahirkanya dan dia tidak melepas secara langsung.
“ Iya non , makasih “
Naya memapah Al menuju ranjang dan membaringkan , Naya mengelus kepala Al agar tenang dan tertidur
Sekarang Naya yang gantian binggung bagaimana dia tidur , satu kamar dengan satu ranjang besar serta sofa besar , sekilas dia memperhatikan Al yang terlelap, bagaimana tidur malam nanti antara dia , Al dan Hilman.
Naya duduk disofa sambil menenangkan hatinya lalu tertidur .
. .
Di komplek perumahan green forest tepatnya markas mereka kelompok Jordi saat ini Zarfan sedang berlatih di gym bersama anggota tim lain . bangunan yang dari luar berlantai tiga namun sebenarnya masih ada tiga lantai kedalam tanah sebagai markas sekaligus pusat latihan , dibangun saat Ray masih menjadi pengawal Gamawan dan Jordi menjadi penganti .
Hilman dan Glen sedang berbincang tentang bisnis keluarga Guliart di Paradise city.
__ADS_1
“ makan dulu bos kecil “ ujar Jordi saat Zola membawa beberapa box makanan.
“ sudah di upload “ tanya Jordi melihat Glen masih sibuk dengan laptopnya.
“ dikit lagi “
“ lo yakin mereka ngak akan nyerang balik “ Jordi menatap Hilman yang sesang menikmati ramen dan fried chicken.
“ makanya , kita bikin mereka sibuk dulu “
Hilman sengaja meminta Glen mengupload video pelecehan yang dilakukan Ernest di bar dan beberpa video yang didapat Glen saat meretas kediaman Gulliart tentu saja bertujuan menghancurkan kepercayaan diri Generasi ketiga Guliart dan rekan kerja mereka.
“ jo sini “
Hilman membisikan sesuatu yang membuat Jordi kaget.
“ lo serius bos “ tak percaya.
“ serius , dan ini jalan terbaik buat nyerang balik “ meyakinkan.
“ gue bilang ke nyonya dulu “ masih ragu .
Hilma membalasnya dengan senyum .
“ selesai , mari makan “
Glen sudah selesai dengan tugasnya dan Zarfan juga ikut bergabung.
“ Fan lo balik atau kuliah disini “ tanya Jordi.
“ di Merto city mungkin “ sambil mencaplok sayap ayam dobel sambil selonjoran.
“ mas kok batang semua , ngak gerah apa “ ledek Zarfan karna kawanan Jordi semua pria .
__ADS_1
“ sengaja dipisah , ntar kalo digabung beranak pinak “